17/09/10




Menepati Janji Seindah Kepastian Mentari Pagi




Ini adalah cerita yang di kutip dari Kisah bermakna dari negri China.

Pada zaman Dong Han ada seorang yang sangat terkenal karena kesetiakawanan dan sikap nya yang selalu menjadi seorang sahabat yang baik. Orang tersebut bernama Zhu Hui, berasal dari daerah Nan Yang.

Zhui Hui mulai terkenal saat masih kuliah di sebuah universitas. Pada zaman itu semua orang yang mau belajar di Universitas harus pergi ke kota – kota besar karena hanya disanalah terdapat universitas.
Zhu Hui mampu bergaul dengan orang dari berbagai daerah dan dari berbagai karakter serta budaya. Ia selalu mengembangkan sikap bersahabat. Jika sudah berteman, ia sangat setia kawan, dan umumnya orang – orang yang mengenalnya sangat menyukai dirinya.

Pada suatu musim semi, seorang teman nya yang bernama Zhang Kan sakit keras. Karena itu ia khusus mengunjungi teman nya ini dan berdoa agar cepat sembuh. Sementara Zhang Kan sendiri menyadari bahwa sakitnya sudah sangat parah dan tidak bisa ditolong lagi.
Zhang Kan berkata kepada Zhu Hui, “ Teman ku, aku sadar bahwa hidupku tidak akan lama lagi. Aku tahu bahwa tidak seorang pun yang akan bebas dari kematian dan dengan sakitku yang sudah seperti ini, lebih baik aku menyiapkan diri dan hati untuk menghadapi kematian. Hanya ada sedikit lagi yang masih aku khawatirkan yakni istriku dan anak perempuanku. Aku khawatir bagaimana putriku bias bertumbuh normal dan baik. Aku juga harap ada orang yang bias menolong istriku untuk menghadapi hari – hari tanpaku di sisinya.
Zhu Hui, kamu sudah seperti saudaraku sendiri, karena itu aku mohon kamu dapat memerhatikan dan menolong istri dan anakku”
Sambil memegang tangan Zhang Kan, Zhu Hui berjanji, “Hubungan kita sudah seperti hubungan kakak adik, jadi istri dari saudara dekat adalah saudara dekatku juga, karena itu percayalah bahwa aku bisa memerhatikan mereka dengan baik. Tetapi sekarang yang paling penting adalah yakinlah bahwa penyakitmu masih bisa diobati. Berusahalah bangkit dan percayalah bahwa sakit ini bisa disembuhkan dan kamu bisa sehat kembali.”

Namun harapan tinggal lah harapan, karena keesokan hari nya Zhang Kai meninggal dunia. Zhu Hui pun memenuhi janjinya untuk memerhatikan istri dan anak Zhang Kai. Ia memberikan banyak uang sebagai bekal hidup mereka sehari - hari. Ia juga sering kali mengunjungi dan memerhatikan mereka. Banyak sekali permasalahan yang harus diselesaikan dan Zhu Hui benar – benar dapat memecahkan masalah mereka.

Putra Zhu Hui yang bernama Zhu Xie tidak dapat mengerti perhatian dan pertolongan yg besar dari ayahnya kepada istri & anak Zhang Kai. Karena itu, satu hari ia bertanya, "Tampaknya hubungan persabahatan ayah dan Zhang Kai tidak terlalu dalam, mengapa ayah begitu memerhatikan & dengan segenap hati menolong istri dan anak yg ditinggalkan?"

Dengan penuh kesabaran Zhu Hui menjelaskan," Ayah dan Zhang Kai sudah seperti saudara sekandung, Jika saudara sekandung meninggal dunia, istri dan anak dari saudara sekandung juga harus kita perhatikan dan tolong. Apalagi ayah sudah berjanji kepada Zhang Kai bahwa setelah dia meninggal, ayah akan menolong & memerhatikan istri & anaknya. Janji harus dipenuhi. Jadi dengan 2 alasan ayah ini, apakah kamu bisa mengerti?" Zhu Xie, putra nya itu pun menganggukkan kepalanya. Sejak saat itu ia bisa menerima dgn tulus pertolongan dan perhatian ayahnya kpd istri & anak Zhang Kai

Mutiara Hikmah:
Seperti Matahari yang memberi kehangatan pada dunia, demikian juga sebaliknya seseorang memberikan kehangatan kasih kepada sesamanya, terutama kepada orang" dekat & sahabatnya. Memenuhi janji kepada orang" yg dekat dihati, seindah kepastian matahari yg akan selalu menyinari bumi selama masih berputar.


Posted by: Kaz HSG
HSG - September 2010
menyinari bumi selama masih berputar...

0 komentar:

Poskan Komentar

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Blogger Templates