17/09/10




Kisah 2 Pengusaha dan Gong Kematian




Dikisahkan ada 2 orang sahabat karib yang sejak muda telah pergi merantau ke kota untuk bekerja. Keduanya sangatlah rajin hingga akhirnya dapat menjadi pengusaha yang sukses dan kaya raya.

Tak terasa usia mereka telah mencapai 50 tahun. Ini berarti mereka telah meninggalkan desa mereka selama 30 tahun lamanya. Selama 30 tahun entah berapa banyak keringat yang telah dicurahkan hingga akhirnya dapat menjadi pengusaha yang sukses di sebuah kota besar.

Suatu hari mereka sepakat kembali ke desa untuk menjenguk teman-teman dan kerabat mereka yang telah lama ditinggalkan.

Ketika hampir tiba di desa, tiba-tiba muncul di hadapan mereka seorang tua dengan jenggot putihnya yang sangat panjang sambil memegang sebuah gong.

Orang tua ini lalu berkata, "anak muda, waktu kalian tinggal 3 hari lagi. Begitu kalian mendengar bunyi gong yang saya pukulkan maka pada saat itulah hidup anda akan berakhir."

Selesai berkata, orang tua ini langsung menghilang.

Tentu saja kedua pengusaha sukses ini sangat terkejut dan juga gusar karena ternyata hidup mereka tinggallah 3 hari saja.

Pengusaha A yang mendengar perkataan orang tua tsb menjadi sangat sedih. Karena perjuangannya selama 30 tahun lamanya belum sempat dinikmatinya. pagi, siang dan malam ia hanya duduk sedih meratapi nasibnya yang tinggal 3 hari lagi. Makan tak enak, tidur pun tak lelap. Selama 3 hari itu ia hidup penuh dengan penderitaan..

Pada hari ke-3, tepat menjelang pkl 12 malam, sang orang tua ini muncul dihadapannya .. sambil berkata, "Apa kabar.."
kemudian memukul gongnya...
dan akhirnya pengusaha A ini pun meninggal dalam kesedihan...

Berbeda dengan pengusaha A, pengusaha B memiliki pandangan yang berbeda.. Pengusaha A memang sangat sedih mengetahui bahwa hidupnya tinggal 3 hari lagi..
Dalam hati ia berkata, "Hidupku tinggal 3 hari lagi, lalu apalah gunanya semua kekayaan yang aku miliki ini. Aku tak mungkin membawa kekayaan ini pergi bersamaku.. Bukankah akan lebih baiknya jikalau aku menggunakannya demi kepentingan banyak orang?"

Maka segeralah pengusaha B ini mengumpulkan penduduk desa untuk beramai-ramai menbangun jembatan, sekolah, tempat ibadah dan sarana lainnya. Selama 3 hari itu, pengusaha B ini sangatlah sibuk membantu penduduk desa. Penduduk desa sangatlah senang dan bersuka cita dengan kebaikan dari pengusaha B ini.

Pada hari ke-3, menjelang sore hari...
Pengusaha B ini mendengar ketukan di pintunya..

tok... tooook..... took.........

ketika pintu dibuka...

"Preeeet.... preeeetttt.......
dongg...... dunggg..... dinnggg.g... prooooottttttttt....
tung... tenngggg.......... toooongggg.....
duaaaarrr... duaarrr... duaaarrrr..... "

yah, penduduk desa memberikan kejutan kepada pengusaha B ini sebagai ungkapan rasa terima kasih mereka.
Mereka menyalakan petasan dan kembang api... memainkan Barongsai... memukul genderang... terompet... dll....
Tari-tarian dan pesta begitu meriahnya..
semua kemeriahan dan kebisingan dari suara genderang dan terompet ini berlangsung terus menerus hingga menjelang pagi..

Disaat pukul 12 malam, Sang orang tua pemukul gong ini telah muncul dan memukul gongnya.. tapi suara gong dari orang tua ini kalah keras dari suara genderang, petasan dan terompet yang dibunyikan oleh penduduk desa.. Walaupun orang tua ini memukul gongnya berkali-kali, tetap saja suara gong nya seakan tertelan oleh suara2 genderang yang lebih keras. Dan akhirnya pengusaha B ini lolos dari kematian...

Pengusaha B ini terselamatkan berkat perbuatan baiknya.


Makna dari cerita ini:
Hidup ini hanya 1x. Apa yang sudah berlalu tidak akan bisa diambil lagi. Waktu yang diberikan kepada kita adalah sama. Jika kita bisa mengisi waktu itu dengan hal-hal baik dan berguna, mengapa pula harus kita buang dengan melakukan sesuatu yang tidak benar dan tidak layak? Ketika tiba saatnya kita menyadari kesalahan perbuatan kita, semuanya sudah telat. Waktu yang tersisa hanya sedikit lagi. Tinggal menghitung hari menjemput nyawa. Mau menebus dosa? Tak akan ada waktu cukup dan usia pun sudah tak memungkinkan lagi. Jadi jangan sia-siakan hidup ini!

0 komentar:

Poskan Komentar

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Blogger Templates