08/04/12

Serial Detektif Koko - Edisi Khusus Imlek 2012

Serial Detektif Koko

Riwayat lahirnya serial Detektif Koko:

Berawal dari dibentuknya BBM HSG, semakin hari semakin banyak yang bergabung ke dalamnya. Tiada hari tanpa keramaian di BBM HSG. Dari pagi bangun tidur hingga malam menjelang tidur. Mungkin bisa dibilang itu Grup BBM paling ramai yang pernah ada. Canda tawa, hingga info dan motivasi. Benar-benar seperti HSG yang sebenarnya, dimana rasa kekeluargaan sangat erat sekali terasa.

Hingga pada suatu hari, salah satu member HSG berulang tahun. Kaz yang admin mengucapkannya melalui BBM. Tapi karena Kaz mengucapkannya bukan pada saat yang senggang, maka ada kesalahan pengetikan, dimana BBM ultah itu sebenarnya Kaz ambil dari BBM seorang teman yang bernama Linda yang dicopas dan dikirim kepada member yang berulang tahun itu. Dari sanalah muncul karakter Linda pada member kita ini.

Beberapa hari kemudian, member lain diberi nama Vera karena dipelesetkan dari nama sebenarnya. Akibat dari guyonan Linda yang semakin lama semakin menghangat. Plus canda tawa yang semakin banyak, hingga akhirnya Kaz mendapat inspirasi untuk menuangkannya ke dalam sebuah serial pelesatan dari serial Lina & Viska, yaitu Linda & Vera.

Berikutnya giliran 2 member yang berulang tahun berlainan hari dan keduanya berinisial HY. Disanalah kisah ini semakin berkembang. Plus Kaz sendiri mendapat imbas dari keisengannya menjodohkan sejoli HY dan pemunuculan karakter Linda & Vera. Oleh salah seorang dari mereka Kaz dipanggil Ko Koz.

Detektif Koko sendiri muncul dari kata Konyol dan Kocak. Dimana 2 episode perdana yang akan tayang ini tak lepas dari kekonyolan dan kekocakan dua detektif wanita Linda dan Vera, yang aslinya adalah laki-laki (member HSG sendiri).

Disanalah serial ini dimulai. Serial Detektif Koko: Linda & Vera, yang mengambil setting di Kampung HSG (Hunian Serba Gaduh) - HSG banget ya, yang selalu hyperaktif dalam eksistensinya - sebuah kampung yang dipimpin oleh Akoh Koz, juragan sesepuh kampung.

Para pemeran di Serial Detektif Koko (tokoh diambil dari member HSG yang dipelesetkan nama dan diberikan karakter khusus khas rekaan Kaz):

1. Kaz Felinus Li sebagai Akoh Koz, juragan sesepuh dan dedengkot kampung HSG.

2. Aan Gow sebagai Aan alias Ana Linda.

3. V-Ry Ng sebagai Very alias Vera.

4. Han Yo (sejoli HY)

5. Heni Yanz (sejoli HY)

6. Hayati Ling / Uchi Naru sebagai Mpok Yati, janda beranjing galak.

7. Mei Devin / Xiao Mei Mei sebagai Jeng Memei, si penjual kue keliling, pacar Very.

8. Hui Jenny sebagai Jennifer Collins alias J-Co, si cewek tajir, pacar Aan.

9. Kho Ling Hong, sebagai Honggo, si tukang ojek.

10. Henni Silviana , sebagai Henny, si sekretaris seksi.

11. Wenty Anggraeni, sebagai Reny, istri Hong.

12. David Lee, sebagai Dave, si kutu buku dan laptop berjalan.

13. Lynzz, si nenek cilik.

14. Jun Piau jadi Yen Biao, bodyguard Henny.

Dan karakter-karakter lainnya masih akan menyusul.

Serial Detektif Koko: Linda & Vera, disajikan dalam gaya bahasa yang luwes dan menarik. Semoga terhibur.

Salam HSG

**************************

Serial Detektif Koko - Edisi Khusus Imlek 2012

BAGIAN 1

BULE SESAT

Kampung HSG, Hunian Serba Gaduh

Menjelang Tahun Baru Imlek, Kampung HSG yang dihuni oleh mayoritas etnis keturunan Tionghoa, berubah menjadi merah oleh hiasan dan aksesoris di sekitarnya. Dimulai dari hiasan di gapura berupa dua lampion besar dengan hiasan naga dan burung hong di kanan kiri tiang gapura dan diikuti oleh puluhan bahkan ratusan lampion yang lebih kecil membentuk barisan-barisan rapi dari satu atap rumah ke atap rumah yang lain. Juga terdapat hiasan pohon mei hwa yang besar dan sebuah patung Dewa Rejeki di dekat pintu masuk kampung, dan sebuah tiang naga yang baru selesai dibangun tampak menjadi landmark kampung HSG menjelang Imlek.

"Tahun ini tahun naga air. Aku mendirikan tiang naga ini untuk memperingati tahun naga air." Ujar Akoh Koz, sesepuh dan dedengkot Kampung HSG. "Dengannya, Kampung HSG akan menjadi sebuah kota Pecinan yang indah. Selamat datang, Kawan, di Kampung HSG. Semoga kedamaian dan ketentraman selalu terasa diantara sekian banyak kekonyolan dan kegaduhan yang sering terjadi disini."

Akoh Koz baru hendak membalikkan badannya untuk berjalan kembali ke rumahnya, saat sebuah mobil melintas di depannya.

"Mourning, Akoh Cozzz..." Suara pengemudi mobil terdengar tatkala mobil melintas dan kepalanya melongok keluar menyapa. Rambutnya yang berwarna pirang dengan wajah oriental kebarat-baratan, dan seulas senyum lebar menghias di bibirnya. Mobilnya berhenti tepat di tempatnya melintas.

"J-Co... Si Bule Sesat..." Gumam Akoh Koz pelan, berharap suaranya tak terdengar oleh gadis yang memang adalah Jennifer Collins alias J-Co, kekasih Aan alias Linda, salah satu dari Detektif Koko.

Berdehem sesaat, Akoh Koz pun menjawab sapaan J-Co. "Pagi, J-Co." Lalu disusul oleh, "Ucapanmu itu salah, bukan mourning, tapi morning."

"Dan lagi nama saya itu Koz, bukannya Coz, karena saya bukan sebab alias because..."

"Yaaaa ampyyyuuuunnnn... Akoh Cozzz...." J-Co memonyongkan mulutnya. "Gaul dunks, Koh..."

"Gaul?" Akoh Koz tak kalah sengitnya menatap J-Co. "Justru kamu itu terlalu gaul sampai kata-kata kamu pelesetkan begitu..."

"Terpeleset? Owwhhhh!! Atit dunks..." J-Co menutup mulutnya dan melihat ke sekeliling. "Tapi aqiu aseh dudyuk tyuhhh. Siapa yang terpeleset, Koh?"

"Jambul terpeleset..." Jawab Akoh Koz sekenanya.

"Jambiul? Aqiu tak ada jambiul, Koh..." J-Co mengusap rambut pirangnya. "Aqiu adanya poni, bukan jambiul..."

"Nihhh... Denger ya.... Donat J-Co..." Akoh Koz menatap J-Co, sepertinya kesabarannya sudah hilang.

"Aqiu Jennifer Collins, nickname aqiu J-Co, bukan donat..." J-Co memprotes. "Don't ganti nama aqiu sesyukanya yach..."

"Whatever!" Jawab Akoh Koz. "Dimana-mana J-Co itu donat..."

"Ihhhhhhhh..." J-Co menghentakkan kakinya.

"Ikutin..." Akoh Koz berkata lagi. "Jam..." Namun ucapannya keburu dipotong.

"Ikyut?? Ikyut kemana, Koh?" J-Co menatap Akoh Koz dengan bingung.

"....bul..." Akoh Koz menyelesaikan ucapannya yang terpotong itu sambil menghela nafas.

"Bull? Kebo?" Mulut J-Co membentuk huruf 'O' dan tampak tertahan selama beberapa detik.

Akoh Koz menggelengkan kepalanya. "Begini saja..." Dilanjutkannya dalam hati, 'Bule sesat...'

"What?" J-Co masih menatap Akoh Koz.

"Mau kemana pagi-pagi begini?" Tanya Akoh Koz.

"Aqiu mau ke airport, pick-up teman aqiu..."

"Airport?" Sepasang mata Akoh Koz membelalak. "Astaga! Aku baru ingat!"

"What, Koh?" J-Co menaikkan tangannya dan memutar telunjuk kanannya. "What is the kamsud of the meaning?"

Akoh Koz tidak menjawab, hanya berlalu meninggalkan J-Co yang mengangkat kedua bahunya dan mendesis...

"Isssshhhhh..."

Kakinya menginjak pedal gas dari mobil otomatis yang dibawanya itu. Kendaraan itupun melaju meninggalkan gerbang Kampung HSG.

BAGIAN 2

KTP HILANG

"Apa? Hilang?" Aan terperanjat mendengar penuturan Akoh Koz yang pagi itu memanggilnya ke rumahnya, bersama dengan Very, sahabatnya.

Akoh Koz mengangguk.

"Hilang dimana, Koh?" Very memandangi sesepuh kampung yang tampak kebingungan itu.

"Aku tidak begitu yakin," Akoh Koz mengusap dagunya. "Bisa jadi di antara dua tempat itu..."

"Kok bisa hilang? Akoh Koz bukan tipe orang yang ceroboh lho..." Aan menggaruk kepalanya.

"Kalau itu aku tak tahu kenapa..." Jawab Akoh Koz.

"Dua tempat? Dimana aja tuh, Koh?" Gantian Very yang bertanya.

"Hotel..."

"Hotel?" Aan dan Very saling berpandangan satu sama lain. Alis keduanya tampak naik.

"Dan karaoke..."

"Karaoke?" Aan dan Very kembali berpandangan satu sama lain. Alis keduanya masih belum turun juga.

"Akoh Koz ngapain di dua tempat itu?" Gumam Very.

"Iya, Koh... Ngapain?" Aan membuntuti.

"Apa mungkin ho-oh ho-oh..." Sambil nyengir, Very memainkan tangannya memasukkan telunjuk kanannya ke lingkaran yang dibentuk oleh jempol dan telunjuk kiri.

"Atau he-eh he-eh..." Aan mengikuti dengan membentuk jarinya menyerupai tabung dan digoyangkan ke mulutnya.

"Akoh Koz kan belum punya pasangan..." Very menimpali. "Nah, bisa jadi kan..."

Akoh Koz tersenyum. "Jangan berpikiran kesana dulu."

"Aku booking hotel untuk rekan bisnis yang datang kemari 3 hari yang lalu dan aku mengajaknya karaoke karena kami berdua suka bernyanyi..."

"Ooooooo..." Aan dan Very bertatapan satu sama lain. Namun kini alis keduanya tidak naik lagi.

"Kirain, Koh..."

Akoh Koz tersenyum.

"Lah, kenapa bukan Akoh sendiri yang mencarinya?" Tanya Aan. "Ini bukan kasus untuk kami kan?"

"Betul, Koh. Bisa saja KTP itu nggak hilang kan, namun ketinggalan disana..." Celetuk Very.

Akoh Koz masih tersenyum saat menatap mereka. "Karena setelah ini aku harus ke bandara..."

"Ke bandara?" Aan dan Very kembali bertatapan satu sama lain. Bila alis kiri Aan naik, maka Very menaikkan alis kanannya saja. "Tumben..."

"Mau mengantar rekan bisnis pulang, Koh?" Tanya Aan.

Akoh Koz menggeleng. "Dia sudah pulang kemarin."

"Jadi mau ngapain ke bandara, Koh?" Very bertanya.

Tersenyum lebar, Akoh Koz pun menjawab. "Menjemput pasanganku..."

"Hah!!" Aan dan Very bertatapan kembali satu sama lain. Kini mata keduanya terbelalak. "Pasangan?"

Akoh Koz mengangguk. "Ya, kekasihku..."

"Wih... Kekasih Akoh Koz..." Celetuk Very.

"Kayak gimana ya?" Sambung Aan. "Jadi penasaran..."

Akoh Koz tertawa pelan. "Kalian jalankan tugas saja. Sepulangnya kalian dari sana, kalian akan bertemu dengannya..."

BAGIAN 3

VERA IN ACTION

Seorang gadis berpinggang ramping dengan baju kaos full pressed body berwarna ungu dan celana hot pants jeans menarik kakinya turun dari atas sebuah motor tinggi merk Kawasan Ninja. Sementara si pengemudi motor mengusap rambutnya sambil mengaca pada spion di depannya.

"Udahhhh, nggak usah ngaca terus..." Gadis itu menepuk pundak si ojek yang bukan lain adalah ojek Hong itu. "Sekali Suwe ehhh... Sule... Tetap aja Sule..."

"Nggak akan bisa berubah jadi Jastin Buleber...." Sambung si gadis sambil mendorong bahu ojek Hong dan mendengus. "Huhh!!"

"Justin Bieber kaleeee..." Ojek Hong mencibir si gadis. "Nah lu sendiri, ngaca tuh, ngaca..."

"Apa gue?" Si gadis memainkan tangannya membelai pinggangnya. "Seksi begini, boowwww..."

"Eh, seksi bowwww...." Hong memiringkan kepalanya dan memonyongkan bibirnya mengikuti si gadis. "Tetap aja lu cewek permak..."

"Eittt!!" Dengan reflek, si gadis gerakkan tangannya menakup mulut ojek Hong. "Jangan keras-keras!"

Gelagapan sejenak, ojek Hong bersusah payah menarik tangan si gadis yang menakup mulutnya. "Apa-apaan sih nih, macam tangan lu wangi aja..."

"Preeetttt!! Protes aja lu, Sule!!" Si gadis mencibir sambil nyengir kuda.

"Vera gila!" Ojek Hong menggumam kesal.

"Udah, sana. Jemput si Linda." Si gadis yang ternyata Vera adanya menggerakkan tangannya seperti menyapu. "Hushh... Husshhh.... Meongg...."

"Emangnya gue kucing...." Ojek Hong menggas motornya dan siap meninggalkan tempat itu.

Vera membalikkan badannya dan tersenyum. "Emang kucing... Kucing garong yang nggak tahan liat ikan asin cewek mulus body dempul..."

Melirik sekilas ke belakangnya, Vera memastikan kepergian ojek Hong. "Untung aku ini cewek tulen... Eh salah... Cewek keren...."

"Keren ketimpa duren.... Ahihihi..." Cekikikan sendiri, Vera pun melangkah masuk dengan langkah gemulai ke pintu gerbang hotel.

Sepanjang jalan menuju pintu hotel yang berjarak hanya beberapa meter dari pintu gerbang, beberapa lelaki di halaman parkir yang sekiranya adalah para sopir pribadi, tampang melirik tak berkedip ke arahnya. Beberapa di antaranya bahkan sempat bersiul menggodanya.

"Dasar kuga, kucing garong! Nggak bisa bedain apa, mana cewek tulen dengan cewek keren..." Vera bergumam sambil melangkah masuk ke dalam lobby hotel.

Hawa dingin AC menyambut kedatangannya. Sama seperti di luar, kedatangannya di tempat itu menyita perhatian orang-orang di lobi.

Vera langsung menghampiri meja penerima tamu dan memandang dua petugas yang seperti tersihir menatapnya.

"Sepeda eh spada!" Ujar Vera melirik ke arah keduanya.

"Iya..." Salah satu dari mereka yang terlebih sadar dari lamunan, menjawab sapaan Vera. "Ada yang bisa kami bantu?"

Vera melihat sepasang mata lelaki di hadapannya menatap dadanya yang memang membusung itu. Melihat dirinya dilirik seperti itu, Vera memegang kedua bukit kembarnya dan menggoyangkannya ke atas selama beberapa detik.

Rupanya perbuatannya itu tokcer juga untuk membuat kedua petugas penerima tamu itu tidak lagi memandang dadanya.

'Rasain.' Gumam Vera dalam hati. 'Nggak boleh lihat yang menggelembung dikit, langsung jelalatan macam kucing mabok..."

"Mau dibooking?" Tanya salah seorang di antara mereka. "Ups, maksudnya, mau booking kamar?"

"Bukan!" Vera berkata.

"Suara Mbak seksi lho, serak-serak sember..." Salah seorang pegawai tersenyum memandang Vera.

"Iya... Habis digaplok ember, jadinya sember..." Ujar Vera sekenanya.

"Buset, Mbak... Embernya segede apa bisa buat suara sampai sember?" Tanpa dinyana si pelayan menanggapi candaan Vera.

'Nih orang...' Vera menghela nafas dan bergumam dalam hati. 'Dikasih hati minta ampela... Sekalian aja ayamnya...'

Namun selebihnya Vera tak menanggapi guyonan si pelayan hotel itu.

"Aku mau tanya apa disini ada KTP yang ketinggalan?" Langsung to the point, Vera bertanya tanpa berlama-lama lagi.

"KTP?" Kedua pegawai hotel itu saling berpandangan dan mengernyitkan keningnya.

BAGIAN 4

LINDA IN ACTION

Linda membetulkan rok mini yang dipakainya saat turun dari motor Kawasan Ninja milik ojek Hong. Ditatapnya lelaki tukang ojek itu.

"Makasih ya, Mas Hong..." Linda mengerdipkan sebelah matanya.

"Ihhhh... Jijay gue..." Ojek Hong merasakan kuduknya bergidik. Buru-buru dia menggas motornya dan meninggalkan tempat itu.

"Kalau cewek cantik sih nggak masalah, ini cewek antik..." Gumam ojek Hong sambil menderukan motornya menjauh. "Udah tadi Vera, sekarang Linda."

"Mimpi apa aku semalam ya? Nanti siapa lagi cewek permak yang akan muncul?" Gumam ojek Hong sambil menggelengkan kepalanya.

Linda mendongakkan kepalanya membaca papan nama gedung di depannya. "Ibnu Vista Karaoke."

Dengannya Linda melangkah masuk ke dalam dan bertemu dengan resepsionisnya.

"Selamat siang, ada yang bisa kami bantu?" Salah seorang gadis pegawai Ibnu Vista tersenyum menyambut kedatangan Linda.

"Aku mau..." Linda baru hendak bersuara ketika si pegawai memotongnya.

"Ah!! Saya tau! Mau melamar kan?" Si gadis tersenyum dan berjalan di depan Linda. "Arah sini."

"Eh..." Tampak Linda terbengong melihat sambutan si gadis pegawai yang di tag bajunya bernama Inul itu. "Maaf, Mbak, aku kemari..."

"Iya, saya tau! Mau melamar kan?" Inul menjulurkan tangannya saat keduanya berada di deretan sofa lobi. "Silakan duduk!"

Masih dalam kebingungan, Linda pun duduk di sofa empuk itu.

"Tunggu sebentar ya. Saya ambilkan form dulu..." Tanpa menunggu reaksi Linda, Inul membalikkan badannya dan meninggalkan Linda yang masih terbengong-bengong itu.

"Kenapa jadi begini sih?" Gumam Linda. "Aku kemari kan mau cari KTP, kenapa malah dibilang mau melamar?"

Berpikir ke sana, Linda pun berdiri dan berniat menghampiri meja penerimaan. Namun, belum sempat kakinya melangkah, dilihatnya Inul mendekatinya lagi.

"Mau kemana, Mbak?"Terdengar Inul berkata. "Ini form-nya sudah saya bawakan. Silakan diisi dulu."

"Form apa ya?" Linda menerima sodoran kertas yang diberikan Inul itu. Dibacanya form itu sejenak.

"Apa ini?" Linda bergumam.

"Itu diisi, Mbak. Wajib bila ingin melamar kerja..." Jawab Inul.

"Melamar kerja?" Linda melongo. "Kerjaan apa ya?"

"Lho, Mbak kemari untuk melamar kerja jadi pegawai salon kan?" Giliran Inul yang dibuat melongo.

"Pegawai salon?"

"Iya..." Inul mengangguk dan tersenyum.

"Pegawai salon apa ya?" Linda yang penasaran itu kembali bertanya. Untuk sesaat pikirannya lupa akan tugasnya yang sebenarnya.

Pegawai bernama Inul itu tersenyum lebar sebelum menjawab, "Pegawai salon, itu lho, bencong perias..."

"Hah?!!" Terloncat Linda dari tempatnya berdiri dengan sepasang mata melotot seperti ingin keluar dari tempatnya.

BAGIAN 5

KEKASIH AKOH KOZ

"Nih, Akoh Koz, KTP Akoh yang hilang itu..." Vera berkata sambil meletakkan KTP yang ditemukannya di hotel.

"Rupanya ada di hotel ya..." Gumam Akoh Koz sambil mengambil KTP miliknya dan memeriksanya. "Ya, sudah benar. Terima kasih..."

"Yah, tak masalah, Koh..." Vera tersenyum. "Senang bisa membantu Akoh Koz juga..."

Pada saat itu sesosok tubuh muncul di depan pintu rumah Akoh Koz.

"Oh, Aan eh Linda..." Ujar Akoh Koz sambil berdiri. "Masuk, masuk dulu sini..."

Dengan nafas yang terengah-engah, Linda masuk ke rumah Akoh Koz dan duduk di samping sahabatnya, Vera.

"Gimana?" Tanya Vera saat sahabatnya duduk di sampingnya.

"Apanya gimana?" Linda berkata. "Kacau beliau nih."

"Kacau beliau? Maksud lu?" Vera menatap sahabatnya yang duduk tanpa sadar dengan kedua kaki terbuka.

"Kaki tuh!" Vera menepuk paha Linda. "Sadar nggak sih lu kalo lu masih pake rok?"

"Eh... Iya... Maaf..." Dengan tampang bersemu merah, Linda merapatkan kedua kakinya dan memandang Akoh Koz dengan senyum malu.

"Bentar..." Akoh Koz berkata. "Perasaan aku hanya meminta kalian mengambil KTP yang hilang deh, tidak meminta kalian menyaru menjadi Linda dan Vera seperti ini. Kenapa kalian berpakaian dinas begini sih jadinya?"

"Yah, pikir kami ini akan menjadi kasus yang panjang..." Sahut Linda.

"Iya, Koh. Nggak taunya malah sederhana begitu." Vera menyambung. "Hanya perlu interogasi sedikit, dapat deh..."

"Lu dapat tuh KTP Akoh Koz?" Tanya Linda. Vera mengangguk.

"Sial! Tau begitu aku tahan deh nggak pergi dulu..." Linda menepuk pahanya.

"Kebuka lagi tuh..." Vera berceloteh melihat posisi kedua paha Linda kembali merenggang.

"Hehe..." Linda kembali merapatkan pahanya yang membuka itu.

"Memangnya apa ada yang terjadi sampai kamu bilang begitu, Linda?" Tanya Akoh Koz.

"Iya, Koh..." Linda mengangguk. Dia pun menceritakan pengalaman yang terjadi padanya saat singgah di Ibnu Vista Karaoke.

Sepanjang Linda bercerita, Akoh Koz dan Vera tertawa lepas. Hal mana membuat seseorang dari dalam ruangan dalam melangkah keluar menuju ruang tamu dan menatap ketiganya dengan tatapan bingung.

"Lho, sayang.... Siapa mereka?" Seorang gadis cantik dengan rambut hitam panjang mendekati Akoh Koz dan duduk di sampingnya. "Siapa kedua gadis ini?"

Melihat kehadiran si gadis yang sangat menarik itu, Vera berhenti tertawa dan Linda pun berhenti bercerita. Keduanya menatap tak berkedip ke arah sang gadis yang duduk di samping Akoh Koz. Hanya Akoh Koz yang tidak bingung dari semuanya.

"Sayang..." Akoh Koz menyentuh lengan gadis yang duduk di sampingnya. "Coba sayang tebak siapa mereka?"

"Koh, siapa gadis cantik ini?" Vera berceloteh tanpa melepaskan tatapannya.

"Apa dia pasangan Akoh Koz yang katanya dijemput di bandara itu?" Linda bertanya.

Akoh Koz tersenyum dan mengangguk. "Ya, ini kekasihku yang kuceritakan itu. Namanya Milla."

"Wah, cantiiiiiik buangeeeettt!" Linda berseru. "Bagaikan bidadari!"

"Bidadari lewat kali..." Seru Vera. "Lebih cantik ini dimana-mana..."

Gadis yang bernama Milla tampak bersemu merah wajahnya. Diremasnya lengan Akoh Koz yang masih memegangnya itu. "Mereka siapa, sayang?"

Sesaat Milla seperti tersadar. Ditatapnya sepasang Detektif Koko lebih seksama lagi.

"Aneh banget." Gumamnya.

"Aneh kenapa, sayang?" Tanya Akoh Koz.

"Cara mereka berdandan. Nggak seperti wanita pada umumnya." Milla berkata. "Terlebih suara mereka. Masa yang satu serak, yang satunya sember."

Akoh Koz tertawa mendengar komentar kekasihnya. "Sepertinya mereka ini bukan wanita asli deh."

"Lalu?" Gumam Akoh Koz.

"Wanita permak!" Seru Milla. "Aku tahu! Aku tahu!!"

"Detektif Koko ya?!" Milla menyambung. Tangannya menunjuk ke arah Linda. "Yang pake rok mini, ini Linda kan? Aslinya namanya Aan. Benar?"

Linda tersentak mendengar jawaban Milla yang bisa menebak tepat dirinya. Saking tersentaknya, dia tidak lagi menyadari kalau kedua pahanya kembali merenggang.

"Kakiiiiiii!!" Menyatukan gigi-giginya, Vera mendorong sebelah paha sahabatnya agar duduknya merapat kembali. Linda sendiri tersipu malu dan menutup pahanya.

Milla tertawa pelan melihat ulah Linda dan Vera. "Dan ini, yang pakai celana pendek, Vera alias Very kan? Si Ketapel Berjalan?"

"Ketapel Berjalan?" Gumam Linda menahan tawa.

"Kok bisa secepat itu tahu kami ini Detektif Koko?" Vera bertanya dengan heran.

"Iya. Kok bisa tau kalo kami ini wanita permak?" Celetuk Linda. Lengannya menarik lepas wig pirangnya. "Percuma dandan begini kalo memang dikenali juga..."

"Aku pernah bercerita tentang kalian kepada Milla, makanya dia tahu." Sahut Akoh Koz.

"Pantes..." Gumam Vera. "Untung aku belum sempat melepaskan wig ini..."

"Tapi kekasihnya sangat cantik lho, Koh. Selera Akoh Koz ternyata high-class punya..." Kata Linda.

"Aku biasa aja, kok..." Sahut Milla. "Kalian tuh yang cantik, sangat cantik..."

Keempat penghuni Kampung HSG itupun larut dalam tertawa mereka.

BAGIAN 6

HAPPY LUNAR NEW YEAR

Kampung HSG, Hunian Serba Gaduh...

Jam 23:00

Langit malam di Kampung HSG tampak cerah, seakan menyambut datangnya pergantian tahun dari tahun Kelinci menuju tahun Naga. Para penghuninya, yang biasanya sudah gaduh, malam tahun baru ini, semakin menambah gaduh suasana. Seperti yang terjadi pada hunian yang tak pernah tertidur itu...

"Hati-hati, Jeng..." Milla berkata sambil membawakan piring besar berisi masakan yang dimasaknya bersama Jeng Memei. "Jangan kena jurus mautmu itu ya!"

"Hahahahahaha.... Ce Milla bisaan aja..." Jeng Memei berhenti berjalan dan tertawa lepas. "Mana mungkin aku keluarkan jurus mautku pada moment krusial begini... Hahahahahahaha..."

"Waduh.... Nggak dibilangin nggak ketawa, dibilangin malah dia ketawa...." Gumam Milla. "Bahaya nih..."

"Iyalah, Ce. Gimana aku nggak tertawa? Cece ini lucu, ini kan malam Imlek, besok kita akan menyambut Tahun Naga. Biar Kelincinya cepat perginya dengan hati senang, maka hati kita juga harus bahagia dong... Hahahahaha..."

"Iya, Jeng..." Milla mengambil alih piring yang berada di tangan Jeng Memei. "Bahagia di Jeng, bahaya di aku..."

"Hahahahahahaha.... Masa sih?" Jeng Memei berusaha keras berkata di antara tertawanya. "Aku nggak separah itu kali, Ce..."

"Sayang, makanan gimana? Udah siap semua?" Akoh Koz mendekat dari tiang naga yang baru saja dihampirinya itu.

"Sayang, jangan mendekat, baha..." Milla mencoba mendorong pergi kekasihnya yang baru datang itu, tepat pada saat yang bersamaan...

CPRRUUTTT!!!

PLEKK!!

Segumpalan air liur dengan manisnya mendarat tepat di wajah Akoh Koz bagaikan altireri serangan udara yang mendarat sempurna di kandang musuh. Air liur itu mengalir dengan cepatnya ke arah hidung Akoh Koz dan menurun ke bibirnya yang sudah manyun.

"...ya... Wahahahaha... Sayangku kena juga..." Milla tak bisa menahan ketawanya yang terlepas seketika melihat wajah kekasihnya mendapat serangan mendadak itu. Gadis cantik itu segera menarik secarik tisu dan membersihkan liur yang mendarat di wajah Akoh Koz.

"Sayang, cuci mukanya sana... Bau tuh..." Milla mendorong punggung kekasihnya ke dalam rumah sambil mendelik ke arah Jeng Memei yang masih tersenyum itu.

"Petasan sudah siap!" Very berseru sambil melompat turun dari sebuah kursi. Dia baru saja menggantung petasan panjang di atas sebuah tiang dan tinggal menunggu dibakar saja.

"Yep! Mantap, Ver!" Aan mengacungkan jempolnya. "Selusin petasan ini bakal cukup untuk meramaikan malam Imlek tahun ini di Kampung HSG..."

"Jangan lupakan kami lho..." Han Yo mengacungkan lengannya ke angkasa dan...

DUAARRR!!!

BOOOMM!!!

Untuk beberapa detik, langit malam tampak indah berhiaskan warna warna kembang api yang ditembakkan Han Yo barusan.

"Masih ada aku!" Heni Yana tak mau ketinggalan, beraksi di samping kekasihnya, tepat ketika Han Yo selesai menembakkan kembang apinya.

DUAARRRR!!!

BOOOMMMMM!! BOOOOOMMMMM!!!

"Wah, indahnya!!" Hong mengusap rambutnya yang sebenarnya tak pernah berjambul itu. Istrinya, Reny, saat itu membantu di bagian dapur bersama dengan Milla dan Jeng Memei.

"Hong! Bantuin main Barongsai ya!" Sebuah suara berseru membuat ojek Hong menengok. Ternyata itu adalah Jen Piao yang memanggilnya. Jen Piao mendapat tugas sebagai pemain barongsai dari Akoh Koz. Bersama dengan Henni Silvia yang bertugas menabuh.

Di beberapa meter ke depan, tampak suara anjing menggonggong dengan ributnya setiap kali bunti kembang api merayap di angkasa. Si pemiliknya, seorang wanita berbadan pendek, membuka pintu dan berseru kepada anjingnya. "Haiya... DIAM!"

Suara teriakannya yang kencang terdengar hingga di sebuah rumah tak jauh dari rumah si pemilik anjing itu, seorang gadis berkepang dua dan berkaca mata tebal. Gadis ini sepertinya tidak tertarik dengan kesibukan di luar sana, namun dengan tenangnya dia membuka buku, tangannya sibuk mencari-cari halaman dan bergumam, "Haiya... Apa itu Haiya?"

Sebuah gerobak bakpao bertuliskan Bakpao Ling Ling berhenti tepat di depan sebuah rumah. Pengendaranya seorang gadis berambut seleher melompat turun dan terkejut melihat kemeriahan kampung yang ditinggalinya. "Sepertinya malam ini akan menjadi malam yang indah!"

"Lagu Imlek sudah dibuka..." Milla tersenyum saat mendengar lagu-lagu Imlek yang mengalun dari speaker pembesar suara yang dipasang di tengah perkampungan HSG. Akoh Koz membukanya dari dalam rumahnya.

"Ya, malam ini akan semakin meriah!" Aan berkata sambil mengerdipkan matanya kepada Akoh Koz yang berjalan keluar dari rumahnya itu. "Sudah siap, Koh?"

Akoh Koz mengacungkan jempolnya sambil tersenyum. Bersamaan dengan itu, Aan berjalan menuju luar gapura.

"An, mau kemana??" Very berteriak saat melihat sahabatnya berjalan keluar gapura kampung HSG.

"Bentar, ada yang mau dibeli..." Sahut Aan tanpa memalingkan wajahnya. Dan setelah beberapa meter berjalan, dia pun mendekati sebuah mobil yang berhenti tak jauh di depannya.

"Lama amat sih? Susah ya buatnya?" Aan bertanya kepada gadis yang berada di dalam mobil.

"Mai beibh.... Ini special order dou... dou... dou... dounat J-Co..." J-Co menjawab dengan nada dilambatkan.

"Ya, aku tau kok..." Aan menjawab sambil mengambil sebungkus besar keluar dari dalam bagasi mobil J-Co.

"Mai beibh duluan ya... Aqiu nyusul..." Kata J-Co sambil memeluk kekasihnya dan...

"Myuuuaaaaahhhhhh" Sebuah kecupan didaratkan oleh J-Co di bibir pacarnya.

"Hmmmm..." Aan memejamkan matanya saat dikecup begitu. Setelah kecupan kekasihnya berhenti, Aan membasahi bibirnya dengan lidahnya. "Manis..."

Di halaman Kampung HSG yang luas itu, Akoh Koz memanggil Very dan tampak berbicara serius dengannya. Sambil berbicara, sepasang mata Akoh Koz terus-terusan menatap ke arah gerbang kampung HSG.

Begitu yang ditunggu datang, Akoh Koz menunjuk ke belakang Very. "Ver, coba lihat itu apa?"

"Ada apa, Koh?" Very menengok ke belakang dan...

PROKKK!!!

Segumpalan besar kue yang dilempar oleh Aan mendarat tepat di wajah Very. Seketika wajah Very menjadi putih oleh tepung dari kue donat raksasa yang dilempar Aan itu. Seketika juga lagu Imlek yang diputar berganti menjadi lagu ulang tahun.

"Happy Birthday to you! Happy Birthday to you! Happy Birthday, Happy Birthday! Happy Birthday to you!"

Bersamaan dengan itu, Very terkejut mendapatkan kejutan ulang tahun dari teman-teman sekampung HSG. Di antara gelak tawa, semuanya bergantian bersalaman dengannya, termasuk Aan di bagian akhir.

"Sial juga lu bikin muka gue sampai macam badut begini!" Very berujar sambil menyalami Aan. Melihat Aan yang masih memegang sekantung besar donat raksasa, timbul niat di benak Very.

Dengan gerakan lincah, Very merebut kantung besar dari tangan sahabatnya dan membukanya. Melihat gerakan Very yang mendadak itu, semua spontan menjerit dan lari bersembunyi, tak terkecuali Aan yang telah berlari itu.

"Mau lari kemana kau, An?!" Very berseru sambil mengambil ancang-ancang melempar.

"Mai beibh... Party nya sudah mulai belum??" Pada saat bersamaan, J-Co melangkah masuk melintasi gapura, tepat ketika Aan berlari melintasinya sambil tertawa dan...

CPROOKKK!!!

"Uffffhhh!!" Langkah J-Co terhenti. Tepung-tepung putih beterbangan dari wajah dan rambut pirangnya. Wajahnya menunjukkan ekspresi kaget total.

"Aaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaa.... Tidaaaaaaaaaaakkkssss..... My beibhhhhhhhhh......." J-Co tampak histeris mendapat perlakuan yang mengejutkan itu. Sementara Aan yang berdiri tak jauh darinya tampak tak dapat menutupi tertawanya.

Pada saat itu jam di tugu naga Kampung HSG berdentang. Waktu telah menunjukkan pukul 12 malam, tepat tahun Naga dimulai.

"Selamat Tahun Baru!" Akoh Koz berteriak sambil berlari keluar dari rumahnya. Lagu Imlek kembali berkumandang.

Spontan semua yang berada di Kampung HSG, baik yang tadinya di dalampun, kini keluar dan ikut meramaikan pergantian tahun. Han Yo dan Heni Yana membakar kembang api, sedangkan tarian naga dan barongsai mulai beraksi. Beberapa warga HSG lainnya segera menyalakan petasan dan bunyi keras pun mengisi perkampungan HSG menyambut tahun baru Naga.

J-Co pun tak mau ketinggalan. Setelah berhasil membersihkan tepung yang melekat di wajahnya, gadis yang dipanggil Bule Sesat oleh Akoh Koz itu merangkupkan tangannya. Namun dia baru menyadari saat itu kalau kukunya telah kotor oleh tepung.

"Kukyu-kukyu aqiu..." Gumam J-Co. Mendadak dia teringat sesuatu. "Eh, bukan, maksud aqiu... Kiung Hi .... Ha... Ha... Ha... Hat Chiiiiiuuuuu...."

Rupanya masih ada sisa tepung yang masuk ke dalam hidungnya dan J-Co bersin karenanya. Kejadian itu membuat semuanya tertawa, termasuk Aan, kekasihnya. Sedangkan Very berkomentar, "Gong Xi Fat Choi kaleeeeeeeeee...."

TAMAT

Cerita dan karya asli: Kaz Felinus Li.

Semua karakter Serial Detektif Koko, telah mendapatkan ijin dan persetujuan dari para member HSG yang berhubungan.

Posted By: Kaz HSG

This story is the property of Heavenly Story Group.

Copyrights: ©HSG-December 2011

(Dilarang meng-copy dan memperbanyak tanpa ijin langsung dari penulis: Kaz Felinus Li. Pelanggar akan dikenakan tindak pidana).

0 komentar:

Poskan Komentar

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Blogger Templates