26/09/10



15. Gempa bumi Tangshan, China Tangshan China 27 juli 1976 = 655.000 orang tewas.


Gempa bumi di Tangshan China tahun 1976 diyakini gempa paling mematikan pada abad ke dua puluh. Jumlah korban meninggal dunia sebanyak 655.000 jiwa dengan skala richter 7.1. usaha pembangunan besar-besaran membutuhkan waktu hampir sepuluh tahun dan memakan biaya $8juta.


Aktivitas fisik dari daratan Tangshan selama gempa bumi adalah suatu bukti mengagumkan tentang kekuatan luar biasa yang terperangkap di bawah permukaan bumi. Ratusan ribu penduduk yang sedang tidur diranjang tewas seketika; ratusan ribu luka-luka dan ribuan kematian akhirnya menyusul akibat luka dan penyakit. Jumlah mayat yang dikubur sangat besar semakin membantu merebaknya wabah penyakit.


Kegagalan pemerintah dalam memperingatkan malapetaka semacam inilah yang membuat angka korban dan kerusakan fisik bertambah.


14.Gempa Bumi Besar di China Provinsi Shensi, Honan dan Shanshi 23 januari 1556 = 830.000 lebih meninggal dunia


Gempa bumi di Shensi china tahun 1556 memegang predikat yang menyedihkan sebagai gempa bumi yang paling mematikan dalam sejarah. Jumlah korban jiwa mencapai angka 830.000 yang mengguncangkan dan di rasakan di 212 provinsi di china dengan skala richter 8.3.


Banyak diantara ribuan kematian akibat gempa bumi ini di alami oleh orang yang terkubur hidup-hidup. Ribuan petani China telah menggali goa pada sisi tebing yang lunak di wilayah ini dan mereka hidup dalam tempat yang berlubang ini. Tebing Shenshi terbuat dari Lumpur berwarna abu-abu dan mudah untuk dibuat terowongan tetapi sayang tidak begitu kokoh. Pada saat gempa bumi tanggal 23 januari ini melanda, gunung ini telah menimpa ribuan orang China yang tidak menduganya. Mereka semua tewas di bawah reruntuhan seberat ber ton-ton.


Kehancuran mencakup wilayah seluas delapan ratus kilometer persegi. Hanya sedikit rincian lain yang diketahui dari gempa bumi paling tragis ini.


13.Badai Bangladesh Tahun 1970 Delta Gangga, Pakistan timur 13 november 1970 = 1.000.000 orang meninggal.


Mayat-mayat memenuhi daratan, dan sulit untuk berjalan tanpa menginjak mayat. Mayat-mayat bergelantungan di pepohonan, mengerikan. Bagaikan buah-buah busuk yang memiliki wajah dan anggota tubuh. Jutaan sapi mati terapung di sungai gangga dan delta, dan airnya segerah berubah menjadi merah. Kapal-kapal bertebaran di daratan, jauh dari air di mana mereka sebelumnya tertambat. Burung nassar makan dengan kenyang selama berhari-hari setelah badai surut.


Tsunami raksasa setinggi 15 meter yang menyertai angin puyuh menghantam dengan ganas, meninggalkan pulau-pulau kecil ini seolah-olah tidak pernah di diami. Jumlah korban yang dilaporkan oleh new york times lebih dari 1 juta orang tewas.


Tiga hari sebelum angin puyuh yang membawa bencana ini menghantam, angin ini di deteksi berada kira-kira sejauh 1.200km sebelah selatan delta gangga Pakistan timur yang sekarang menjadi Bangladesh. Sebuah laporan dari pulau pantai, di Burma (sekarang Myanmar) telah memperingatkan pulau-pulau di pantai delta gangga. Namun demikian, laporan ini di tolak atau diabaikan karena dua alasan. Pertama adalah fakta bahwa kurang lebih sebulan sebelumnya, laporan serupa telah disampaikan dan badai yang diramalkan bersifat kecil dengan jumlah korban meninggal hanya sedikit. Alasan kedua, peringatan ini tidak di anggap serius adalah banyak diantara orang-orang berisiko terkena ini tidak mendengarnya karena tidak memiliki listrik dan radio batere. Oleh karena itu, banyak orang yang tepat berada dijalur pembunuh ini berada dalam keadaan tidak tahu sepenuhnya tentang badai yang sedang datang.


Setelah tragedi terjadi, pemerintah Pakistan tidak peduli memberikan bantuan dibandingkan pemerintah luar negeri. Tanggapan ibu kota Pakistan waktu itu, Karachi, yang sangat apatis dan sama sekali tidak layak akhirnya mengakibatkan revolusi. Orang-orang Pakistan yang selamat dari badai mengadakan perang saudara yang berdarah guna membebaskan diri mereka dari pemerintah Pakistan. Yang kemudian lahirlah Negara Bangladesh.


12.Wabah Kelaparan Kentang Irlandia 1845-1850 = 1.029.552 orang tewas dan 1.180.409 beremigrasi Kerugian ekonomi senilai $ 725 juta


Wabah kelaparan kentang di Irlandia dan kolektivisasi Stalin keduanya memilik persamaan. Stalin membiarkan jutaan rakyatnya sendiri kelaparan sedangkan ia mengekspor berton-ton gandum untuk membesarkan peti harta Negara. Saat panen kentang di Irlandia gagal pada tahun 1845 akibat penyakit tanaman, Irlandia tetap mengekspor hasil panen Negara dan ternak ke Inggris sedangkan penduduk Irlandia kelaparan hingga tewas atau tewas akibat penyakit yang disebabkan kekurangan gizi.


Kentang merupakan panen terpenting di Irlandia. Kentang yang dicampur dengan sedikit susu mentega dan kadang disantap dengan kubis dalam takaran kecil, inilah menu utama petani asli Irlandia. Petani kentang Irlandia pada umumnya menyantap hamper 4kg kentang sehari.


Saat populasi menjadi semakin lemah dan mulai menderita kelaparan berbagai macam penyakit termasuk tifus, kolera, disentri, demam, radang paru-paru dan berbagai macam penyakit ringan lainnya yang disebabkan gizi rendah, kelemahan dan kelaparan mulai merajalela.


Wabah kelaparan telah mengubah wajah irlandia dan meninggalkan luka mendalam yang masih menyakitkan hingga saat ini. Ini adalah tragedi paling menyedihkan di dalam sejarah.



11.Banjir sungai Kuning dan sungai Yang tse Cina 2297 SM-abad kedua puluh = Jumlah korban tidak terhitung banyaknya.


Sungai kuning di China utara dikenal sebagai “derita China” karena penderitaan yang ditimbulkannya terhadap orang-orang yang hidup dalam jangkauan air pemberi kehidupan dan air perenggut kehidupan ini. Sungai kuning yang panjangnya 2903 mil (4670 km) adalah sungai terpanjang ke-6 di dunia yang memberikan pengairan pada lebih dari 640.000 km persegi dan memiliki lebar 1.5 km. Kandungan Lumpur kuning yang tinggi telah memberikan nama itu kepadanya. Sungai kuning dilaporkan telah mengalami banjir lebih dari seribu lima ratus kali sejak tahun 2297 SM. Sedangkan sungai Yangtse memiliki panjang 3434 mil (5525 km) mengalir dari Tibet ke laut cina timur. Yangtse telah menjadi rute perdagangan dan transportasi sejak masa lampau.


Berikut ini tinjuan beberapa banjir besar sungai Kuning dan Yangtse :

• 2297 SM, sungai Kuning : Menurut catatan kuno banjir terjadi selama 13tahun. Tidak banyak yang mengetahu secara pasti malapetaka ini.


• September-Oktober 1887, sungai Kuning : Sungai ini membobol tanggul yang tingginya 21 meter di cheng chou di provinsi Honan membanjiri 11 kota dan 600 desa. Paling tidak 900.000 orang telah meninggal dunia; 2juta orang kehilangan rumah ; dan 75000km persegi terendam air.


• September 1911, sungai Yangtse : Yangtse meluap yang membanjiri lebih dari 700 mil persegi. Paling tidak 200.000 orang mati tenggelam dan 100.000 lainnya mati karena kelaparan pada minggu sesudah nya.


• Agustus 1931, sungai Kuning : Banjir ini didahului dengan musim kemarau selama 2 tahun yang telah menenggelamkan 140.000 orang dan membuat 10 juta orang kehilangan rumah. Banjir ini mempengaruhi 51 juta orang dan jumlah kematian yang dilaporkan akibat tenggelam, penyakit dan wabah kelaparan dilaporkan sebanyak 3.7 juta.


• 1933, sungai Kuning : Berdampak terhadap hidup 2.7juta orang dan membunuh 12700 orang.


• 1935, sungai Kuning : Membanjiri provinsi Hankow, 30.000 orang tenggelam dan 5 juta orang kehilangan tempat tinggal.


• April 1938, sungai Kuning : Chiang Khai Sek memerintahkan untuk meledakkan sebuah bendungan untuk menghentikan serangan jepang. Ini menciptakan banjir dalam skala bencana, dimana mungkin 500.000-800.000 orang meninggal. Dan jutaan lainnya kehilangan tempat tinggal.


• 1939, sungai Kuning : Sedikitnya 500.000 orang tenggelam dan beberapa juta orang lagi meninggal karena wabah kelaparan yang menyusul setelah banjir.


• Agustus 1950, sungai Yangtse : Seluruhnya 489 orang tenggelam tetapi 10 juta orang kehilangan tempat tinggal; 890.000 rumah hancur dan jutaan hektar tanaman padi terendam sepenuhnya.


• Agustus 1954, sungai Yangtse : Merenggut lebih dari 40.000 nyawa dan membuat 1 juta orang kehilangan rumah.


• 23 april 1969, sungai Kuning : Ratusan ribu orang meninggal dan 1500km persegi provinsi shantung tergenang air sepenuhnya.


• Juli 1981, sungai Yangtse : di provinsi Szechwan 753 orang tenggelam dan 28140 orang dilaporkan hilang serta 1.5juta orang kehilangan rumah akibat banjir.


• Juli-Agustus 1996, sungai Yangtse dan sungai Kuning : Sejumlah 2775 orang tenggelam, 234.000 orang mengalami luka-luka, 8 juta orang dievakuasi, 4.4 juta orang kehilangan tempat tinggal dan 8 juta hektar sawah hancur. Mengakibatkan kerusakan senilai $ 20.5 miliar.


• Juli- Agustus 1998, sungai Yangtse dan Shoshun : Ini adalah banjir cina utara yang terburuk dalam 44tahun. Jumlah keseluruhan 4150 orang tenggelam, 180 juta orang terkena dampaknya, 13.3 juta rumah mengalami kerusakan atau hancur. Total kerusakan senilai $26 juta.

0 komentar:

Poskan Komentar

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Blogger Templates