26/09/10




Bencana Terbesar 





15. Gempa bumi Tangshan, China Tangshan China 27 juli 1976 = 655.000 orang tewas.


Gempa bumi di Tangshan China tahun 1976 diyakini gempa paling mematikan pada abad ke dua puluh. Jumlah korban meninggal dunia sebanyak 655.000 jiwa dengan skala richter 7.1. usaha pembangunan besar-besaran membutuhkan waktu hampir sepuluh tahun dan memakan biaya $8juta.


Aktivitas fisik dari daratan Tangshan selama gempa bumi adalah suatu bukti mengagumkan tentang kekuatan luar biasa yang terperangkap di bawah permukaan bumi. Ratusan ribu penduduk yang sedang tidur diranjang tewas seketika; ratusan ribu luka-luka dan ribuan kematian akhirnya menyusul akibat luka dan penyakit. Jumlah mayat yang dikubur sangat besar semakin membantu merebaknya wabah penyakit.


Kegagalan pemerintah dalam memperingatkan malapetaka semacam inilah yang membuat angka korban dan kerusakan fisik bertambah.


14.Gempa Bumi Besar di China Provinsi Shensi, Honan dan Shanshi 23 januari 1556 = 830.000 lebih meninggal dunia


Gempa bumi di Shensi china tahun 1556 memegang predikat yang menyedihkan sebagai gempa bumi yang paling mematikan dalam sejarah. Jumlah korban jiwa mencapai angka 830.000 yang mengguncangkan dan di rasakan di 212 provinsi di china dengan skala richter 8.3.


Banyak diantara ribuan kematian akibat gempa bumi ini di alami oleh orang yang terkubur hidup-hidup. Ribuan petani China telah menggali goa pada sisi tebing yang lunak di wilayah ini dan mereka hidup dalam tempat yang berlubang ini. Tebing Shenshi terbuat dari Lumpur berwarna abu-abu dan mudah untuk dibuat terowongan tetapi sayang tidak begitu kokoh. Pada saat gempa bumi tanggal 23 januari ini melanda, gunung ini telah menimpa ribuan orang China yang tidak menduganya. Mereka semua tewas di bawah reruntuhan seberat ber ton-ton.


Kehancuran mencakup wilayah seluas delapan ratus kilometer persegi. Hanya sedikit rincian lain yang diketahui dari gempa bumi paling tragis ini.


13.Badai Bangladesh Tahun 1970 Delta Gangga, Pakistan timur 13 november 1970 = 1.000.000 orang meninggal.


Mayat-mayat memenuhi daratan, dan sulit untuk berjalan tanpa menginjak mayat. Mayat-mayat bergelantungan di pepohonan, mengerikan. Bagaikan buah-buah busuk yang memiliki wajah dan anggota tubuh. Jutaan sapi mati terapung di sungai gangga dan delta, dan airnya segerah berubah menjadi merah. Kapal-kapal bertebaran di daratan, jauh dari air di mana mereka sebelumnya tertambat. Burung nassar makan dengan kenyang selama berhari-hari setelah badai surut.


Tsunami raksasa setinggi 15 meter yang menyertai angin puyuh menghantam dengan ganas, meninggalkan pulau-pulau kecil ini seolah-olah tidak pernah di diami. Jumlah korban yang dilaporkan oleh new york times lebih dari 1 juta orang tewas.


Tiga hari sebelum angin puyuh yang membawa bencana ini menghantam, angin ini di deteksi berada kira-kira sejauh 1.200km sebelah selatan delta gangga Pakistan timur yang sekarang menjadi Bangladesh. Sebuah laporan dari pulau pantai, di Burma (sekarang Myanmar) telah memperingatkan pulau-pulau di pantai delta gangga. Namun demikian, laporan ini di tolak atau diabaikan karena dua alasan. Pertama adalah fakta bahwa kurang lebih sebulan sebelumnya, laporan serupa telah disampaikan dan badai yang diramalkan bersifat kecil dengan jumlah korban meninggal hanya sedikit. Alasan kedua, peringatan ini tidak di anggap serius adalah banyak diantara orang-orang berisiko terkena ini tidak mendengarnya karena tidak memiliki listrik dan radio batere. Oleh karena itu, banyak orang yang tepat berada dijalur pembunuh ini berada dalam keadaan tidak tahu sepenuhnya tentang badai yang sedang datang.


Setelah tragedi terjadi, pemerintah Pakistan tidak peduli memberikan bantuan dibandingkan pemerintah luar negeri. Tanggapan ibu kota Pakistan waktu itu, Karachi, yang sangat apatis dan sama sekali tidak layak akhirnya mengakibatkan revolusi. Orang-orang Pakistan yang selamat dari badai mengadakan perang saudara yang berdarah guna membebaskan diri mereka dari pemerintah Pakistan. Yang kemudian lahirlah Negara Bangladesh.


12.Wabah Kelaparan Kentang Irlandia 1845-1850 = 1.029.552 orang tewas dan 1.180.409 beremigrasi Kerugian ekonomi senilai $ 725 juta


Wabah kelaparan kentang di Irlandia dan kolektivisasi Stalin keduanya memilik persamaan. Stalin membiarkan jutaan rakyatnya sendiri kelaparan sedangkan ia mengekspor berton-ton gandum untuk membesarkan peti harta Negara. Saat panen kentang di Irlandia gagal pada tahun 1845 akibat penyakit tanaman, Irlandia tetap mengekspor hasil panen Negara dan ternak ke Inggris sedangkan penduduk Irlandia kelaparan hingga tewas atau tewas akibat penyakit yang disebabkan kekurangan gizi.


Kentang merupakan panen terpenting di Irlandia. Kentang yang dicampur dengan sedikit susu mentega dan kadang disantap dengan kubis dalam takaran kecil, inilah menu utama petani asli Irlandia. Petani kentang Irlandia pada umumnya menyantap hamper 4kg kentang sehari.


Saat populasi menjadi semakin lemah dan mulai menderita kelaparan berbagai macam penyakit termasuk tifus, kolera, disentri, demam, radang paru-paru dan berbagai macam penyakit ringan lainnya yang disebabkan gizi rendah, kelemahan dan kelaparan mulai merajalela.


Wabah kelaparan telah mengubah wajah irlandia dan meninggalkan luka mendalam yang masih menyakitkan hingga saat ini. Ini adalah tragedi paling menyedihkan di dalam sejarah.



11.Banjir sungai Kuning dan sungai Yang tse Cina 2297 SM-abad kedua puluh = Jumlah korban tidak terhitung banyaknya.


Sungai kuning di China utara dikenal sebagai “derita China” karena penderitaan yang ditimbulkannya terhadap orang-orang yang hidup dalam jangkauan air pemberi kehidupan dan air perenggut kehidupan ini. Sungai kuning yang panjangnya 2903 mil (4670 km) adalah sungai terpanjang ke-6 di dunia yang memberikan pengairan pada lebih dari 640.000 km persegi dan memiliki lebar 1.5 km. Kandungan Lumpur kuning yang tinggi telah memberikan nama itu kepadanya. Sungai kuning dilaporkan telah mengalami banjir lebih dari seribu lima ratus kali sejak tahun 2297 SM. Sedangkan sungai Yangtse memiliki panjang 3434 mil (5525 km) mengalir dari Tibet ke laut cina timur. Yangtse telah menjadi rute perdagangan dan transportasi sejak masa lampau.


Berikut ini tinjuan beberapa banjir besar sungai Kuning dan Yangtse :

• 2297 SM, sungai Kuning : Menurut catatan kuno banjir terjadi selama 13tahun. Tidak banyak yang mengetahu secara pasti malapetaka ini.


• September-Oktober 1887, sungai Kuning : Sungai ini membobol tanggul yang tingginya 21 meter di cheng chou di provinsi Honan membanjiri 11 kota dan 600 desa. Paling tidak 900.000 orang telah meninggal dunia; 2juta orang kehilangan rumah ; dan 75000km persegi terendam air.


• September 1911, sungai Yangtse : Yangtse meluap yang membanjiri lebih dari 700 mil persegi. Paling tidak 200.000 orang mati tenggelam dan 100.000 lainnya mati karena kelaparan pada minggu sesudah nya.


• Agustus 1931, sungai Kuning : Banjir ini didahului dengan musim kemarau selama 2 tahun yang telah menenggelamkan 140.000 orang dan membuat 10 juta orang kehilangan rumah. Banjir ini mempengaruhi 51 juta orang dan jumlah kematian yang dilaporkan akibat tenggelam, penyakit dan wabah kelaparan dilaporkan sebanyak 3.7 juta.


• 1933, sungai Kuning : Berdampak terhadap hidup 2.7juta orang dan membunuh 12700 orang.


• 1935, sungai Kuning : Membanjiri provinsi Hankow, 30.000 orang tenggelam dan 5 juta orang kehilangan tempat tinggal.


• April 1938, sungai Kuning : Chiang Khai Sek memerintahkan untuk meledakkan sebuah bendungan untuk menghentikan serangan jepang. Ini menciptakan banjir dalam skala bencana, dimana mungkin 500.000-800.000 orang meninggal. Dan jutaan lainnya kehilangan tempat tinggal.


• 1939, sungai Kuning : Sedikitnya 500.000 orang tenggelam dan beberapa juta orang lagi meninggal karena wabah kelaparan yang menyusul setelah banjir.


• Agustus 1950, sungai Yangtse : Seluruhnya 489 orang tenggelam tetapi 10 juta orang kehilangan tempat tinggal; 890.000 rumah hancur dan jutaan hektar tanaman padi terendam sepenuhnya.


• Agustus 1954, sungai Yangtse : Merenggut lebih dari 40.000 nyawa dan membuat 1 juta orang kehilangan rumah.


• 23 april 1969, sungai Kuning : Ratusan ribu orang meninggal dan 1500km persegi provinsi shantung tergenang air sepenuhnya.


• Juli 1981, sungai Yangtse : di provinsi Szechwan 753 orang tenggelam dan 28140 orang dilaporkan hilang serta 1.5juta orang kehilangan rumah akibat banjir.


• Juli-Agustus 1996, sungai Yangtse dan sungai Kuning : Sejumlah 2775 orang tenggelam, 234.000 orang mengalami luka-luka, 8 juta orang dievakuasi, 4.4 juta orang kehilangan tempat tinggal dan 8 juta hektar sawah hancur. Mengakibatkan kerusakan senilai $ 20.5 miliar.


• Juli- Agustus 1998, sungai Yangtse dan Shoshun : Ini adalah banjir cina utara yang terburuk dalam 44tahun. Jumlah keseluruhan 4150 orang tenggelam, 180 juta orang terkena dampaknya, 13.3 juta rumah mengalami kerusakan atau hancur. Total kerusakan senilai $26 juta.


10.Demam berkeringat Inggris 1485-1551 = 3.000.000 orang tewas.


Penyakit ini muncul pertama kali pada tahun 1485 dari tulisan seseorang yang berkebangsaan Italia : “ sebuah penyakit baru merembes ke seluruh keluarga kerajaan yang sebenarnya wabah yang menakutkan .. tiba-tiba keringat yang mematikan menyerang tubuh, meruntuhkannya dengan rasa sakit pada kepala dan perut, terlebih lagi terjadi sensasi panas yang mengerikan. Oleh karenanya, para pasien menyingkirkan selimut sejak awal; jika mereka berpakaian, mereka akan melepaskan pakaian mereka, orang yang harus akan menenggak air dingin, yang menderita panas berbau busuk ini, mengeluarkan keringat yang menebarkan aroma yang tidak sedap .. semuanya sekarat atau tidak lama akan sekarat setelah keringat dimulai; maka tidak seorang atau pun dari seratus orang yang terhindar darinya”


Demam berkeringat di Inggris, suatu penyakit yang mematikan yang juga dikenal sebagai sudor anglicus yang telah menyapu inggris sebanyak lima kali dan daratan eropa sekali yang merenggut lebih kurang 3 juta nyawa dalam kurun waktu 66 tahun.


Demam keringat tenggelam tidak aktif selama 23 tahun setelah kemunculan pertamanya, sebelumnya muncul kembali pada tahun 1508 diikuti oleh gelombang penyakit pada tahun 1517, 1528 dan 1551. Diyakini bahwa epidemi tahun 1528 adalah yang terburuk. Setelah tahun 1551 demam keringat tidak pernah lagi dijumpai diinggris ataupun di eropa.


Demam keringat merupakan sejenis hantavirus yang dikontraksi dengan cara menghirup kotoran tikus. Lagi-lagi binatang pengerat dan kutu yang terdapat dimana-mana telah membawa wabah pada umat manusia dan menyebabkan jumlah korban yang meninggal sangat besar.


9.Epidemi cacar Amerika tengah : Meksiko, Guatemala, Belize, Honduras, Nikaragua. 1520-1521 = 4.000.000 orang tewas


Pada tahun 1519, Cortes ( seorang penjelajah spanyol ) membawa cacar dari Puerto rico ke benua Amerika selatan terutama Meksiko dan telah mengakibatkan kematian penduduk asli Aztek yang tidak memiliki ketahanan biologis berjumlah antara 3 juta-4 juta jiwa. Ini adalah salah satu epidemi yang paling menghancurkan dalam sejarah manusia.


Sebenarnya tidak hanya Cortes yang menyebarkan cacar ke bangsa Aztek. Salah seorang budak kulit hitamnya yang telah terinfeksi tetapi kebal yang menjalin kontak dengan bangsa Aztek telah mengawali epidemi ini. yang akhirnya menghancurkan kerajaan Aztek Kuno.


Diyakini cacar telah dibasmi sepenuhnya pada tahun 1980, dengan munculnya kasus terkhir di Somalia tahun 1977.


8.Wabah kelaparan Wilayah wolga, ukraina uni soviet 1921-1923 = 5.000.000 orang tewas


Sebagaimana halnya dengan wabah kelaparan tahun 1932 di Ukraina yang telah merenggut 7 juta jiwa (menurut buku Harvest of Sorrow :Soviet Collectivization and the Terror-Famine), wabah kelaparan pada tahun 1921 merupakan wabah kelaparan di tanah yang subur. Pemerintah mengambil makanan petani untuk kemudian dijual. Memang benar telah terjadi masa kekeringan di Ukraina pada musim semi dan musim panas tahun 1921 yang mengakibatkan kegagalan panen hingga 75%. Namun demikian, panen yang bertahan di Ukraina sebagai suatu keseluruhan cukup untuk memberi makanan kepada penduduk yang sedang kelaparan.


Sebagaimana halnya dengan semua wabah kelaparan jangka panjang, kanibalisme menjadi hal yang biasa terjadi. Anak- anak dimakan oleh orang tua mereka; mayat-mayat dipotong dan disantap oleh petani yang kelaparan.


Pada tahun 1921-1923 wabah kelaparan di Ukraina telah berakhir dimusim gugur tahun 1923 di mana wilayah ini menikmati panen yang sangat besar. Namun, kerusakan yang disebabkan wabah kelaparan tidaklah lenyap dan berbagai usaha dilakukan selama beberapa tahun berikutnya.


7.Wabah kelaparan Ukraina- uni soviet 1932-1933 = 7.000.000 orang tewas.


Wabah kelaparan ini dinamakan sebagai “kriminalitas Stalin yang Terbesar”. Sebagaimana dilaporkan dalam thre great international disaster book karangan james cornell, uni soviet telah mengekspor 1.7juta ton pada pada tahun 1932 dan 1.8juta ton padi pada tahun 1933, bahan makana yang bisa memenuhi 17.5 juta orang dengan seribu kalori per hari selama dua tahun. Panen memang banyak tetapi pemerintah memberlakukan pengukuran ketat terhadap para petani sehingga mereka terpaksa memberikan 70% dari semua yang di panen.


Sejumlah petani mencoba bertahan menjual segala sesuatu yang mereka miliki termasuk pakaian mereka guna memeli roti rye di pasar gelap. Roti yang sering kali tercemar oleh jamur yang bisa mengakibatkan gangren dan dalam kasus terburuk kematian dan kelaparan. Jika kedapatan menyembunyikan makanan akan ditembang. Kanibalisme adalah usaha terakhir bagi orang orang yang kelaparan. Saus daging manusia dan daging bersaus jeli sering kali dijual secara rahasia.


Pemerintah uni soviet dibawah Stalin merahasiakan wabah kelaparan ini dari dunia luar dan mengontrol ketat apa yang yang boleh dilipu oleh jurnalis luar negeri. Stalin mencari jalan pintas bagi wabah kelaparan ini dengan cara menyalurkan padi sitaan kepada mereka yang kelaparan. sama aja .. hue (_ _” )



6.Bencana kekeringan, wabah kelaparan dan Penyakit India selatan dan barat;Punjab daerah barat laut India 1896-1901 = 8.250.000 orang tewas.


Selama periode waktu 5 tahun (1896-1901) India telah mengalami kekeringan buruk secara terus menerus yang telah mengakibatkan wabah penyakit yang tidak kenal belas kasian dan mematikan. Selama 5 tahun itu telah merenggut lebih kurang 8.250.000 nyawa. Jumlah yang menguncangkan dengan lebih dari 4700 kematian perhari.


Diawali tahun 1896, India selatan dan barat tampaknya mengalami kekeringan tanpa akhir yang mencakup area lebih dari tiga ratus ribu mil (480.000km) persegi dan puncaknya kelaparan yang mengerikan tahun 1896-1901 dimana 6juta orang India tewas. Diikuti dengan mimpi buruk kekeringan dan wabah penyakit selama dua tahun yang telah merenggut nyawa lebih kurang 2.250.000 orang India.


Pada mulanya orang-orang kelaparan yang berasal dari wilayah paling parah terpaksa mencari wilayah lain yang memiliki sesuatu yang bisa dimakan. Mereka menyantap tanaman kaktus, akar-akaran, buah arbei dimana saja buah ini ditemukan bahkan mereka menyantap rumput. Akhirnya, jumlah korban meningal dan merajelalanya kelaparan telah mengarah pada hal yang tidak terhindarkan : kanibalisme.


Sebagaimana telah disaksikan sepanjang s





5.Kekeringan, wabah kelaparan, dan epidemi di China pada abad ke-14 – 1333-1347 = Lebih dari 9.000.000 orang tewas


Kemurkaan Berbagai Elemen.


Periode ini diawali dengan musim kemarau yang membakar di China tenggara. Yang kemudian dilanjutkan dengan hujan yang sangat lebat yang telah membinasakan lebih dari 400.000 orang. Saat orang-orang yang selamat berusaha mengatasi tragedi ini, gempa bumi telah menyebabkan runtuhnya gunung Tsincheou yang tidak terletak tak jauh dari sana, diikuti dengan terbelahnya bumi sehingga merenggut lebih banyak korban lagi.


Bulan awal berikutnya, 1334, tepatnya di Kanton mengalami banjir yang sangat besar. Ironisnya kota Tche mengalami kekeringan yang sangat parah sehingga memunculkan suatu wabah yang telah merenggut nyawa lebih banyak lagi. Beberapa bulan berikutnya, daerah yang sama dihantam gempa bumi yang sangat kuat yang menyebabkan gunung runtuh dan meluapnya kawah raksasa. Ribuan orang tenggelam dilubang maut yang telah dibentuk gempa bumi ini.


Pada tahun berikutnya, tahun 1335, di daerah Hunan kekeringan melanda selama 5 bulan membawa wabah dalam berbagai bentuknya. Puluhan ribu tewas. Pada tahun 1336 bagian China selatan dilanda gelombang naik turun yang mengerikan. Dalam hal kekeringan yang diikuti banjir kombinasi yang berdampak terjadinya wabah kelaparan terburuk dalam sejarah. Wabah ini telah membunuh 4 juta jiwa. Tentu saja kematian sebanyak ini diikuti oleh semakin banyaknya belalang begitu pula dengan banjir yang terjadi secara berkala dan kemudian gempa bumi yang terjadi selama 6 hari penuh.


Pada tahun 1338, kota kuno Kingsai dan wilayah yang mengelilinginya telah dihantam oleh gempa bumi yang dilaporkan berlangsung selama 7 hari. Diikuti dengan tersebarnya kawanan belalang kelaparan yang semakin menambah penderitaan ini.


Tahun 1339 dari karangan hecker dikutip : “ Gunung Hot chang telah runtuh dan mengakibatkan banjir besar yang menhancurkan dan setelah hujan selama tiga bulan diikuti genangan air di Pien tcheon dan Leang tcheou yang telah menghancurkan tujuh kota”


Tahun 1340-1343 telah membawa bencana gempa bumi yang terjadi berulang kali di China.


Tahun 1344 membawa tsunami sangat besar yang menghancurkan kota Ventcheou.


Tahun 1345 telah menyaksikan banjir dan wabah kelaparan di Kitcheou


Dan periode ini diakhiri oleh banjir pada tahun 1346 di Kanton.


Betapapun jaraknya, kapanpun saatnya setiap orang bisa menjadi korban penyakit yang berasal dari sudut lain bumi.


4.Wabah Kelaparan Cina Tahun 1876 Cina utara 1876-1878 = 9.000.000-13.000.000 orang tewas


Wabah kelaparan yang mengerikan ini adalah wabah terburuk dalam sejarah cina dan sebenarnya dalam sejarah dunia melahirkan kalimat penggambaran “ sepuluh ribu lubang manusia”. Sepuluh ribu lubang manusia adalah kuburan massal yang sangat besar sehingga menampung sepuluh ribu mayat. Terdapat begitu banyak lubang untuk sepuluh ribu orang sepanjang provinsi-provinsi di Cina utara saat wabah kelaparan ini menerobos hingga mendekati 13 juta dalam periode 3 tahun. Nyaris 12.000 orang telah meninggal dalam waktu sehari.


Penyebabnya adalah masa kekeringan yang membakar provinsi cina utara dari tahun 1876-1878. Nyaris tidak terbayangkan bahwa area yang sangat besar ini bias bertahan selama bertahun-tahun tanpa hujan, tetapi inilah yang terjadi di china yang berawal pada tahun 1876. Dalam situasi kelaparan semacam ini, kriminalitas meningkat tajam dan tindakan bunuh diri menjadi hal yang biasa terjadi dan berlangsung terus. Kanibalisme dan tindakan menjual anak adalah respons menakutkkan terhadap penderitaan yang mengerikan ini.
Pada akhir tahun 1878 musim hujan telah kembali kearah utara. Lapangan kembali di tanami padi dan hasil panen kembali berkembang.


3.Epidemi AIDS Di Seluruh Dunia Akhir 1970-an-Hingga saat ini Lebih dari 22.000.000 Orang Tewas


AIDS-Acquired Immune Deficiency Syndrome adalah suatu penyakit yang disebabkan oleh HIV (Human Immunodeficiency Virus)-Virus penurunan kekebalan tubuh manusia.


AIDS muncul di afrika pada tahun 1950-an, mungkin berasal dari monyet hijau dan dipercaya telah menular ke manusia saat monyet yang terinfeksi oleh virus HIV telah menulari pekerja lab.


Pada akhir tahun 1970-an di duga bahwa seorang pramugara yang adalah gay di maskapai penerbangan dikenal sebagai patient zero yang telah membawa AIDS ke Amerika Utara. Pria ini yang kemudian meninggal akibat kanker pada tahun 1984 diyakini telah menulari pria-pria gay di sepuluh kota melalui s**s yang tidak aman dan penyakit ini mulai menyebar dengan cepat dalam komunitas gay. Saat ini telah menyebar luas pada wanita dan anak-anak.


UNAIDS dan WHO memperkirakan bahwa AIDS telah membunuh lebih dari 25 juta jiwa sejak pertama kali diakui tahun 1981, membuat AIDS sebagai salah satu epidemik paling menghancurkan pada sejarah. Epidemik AIDS diklaim bahwa diperkirakan 2,8 juta (antara 2,4 dan 3,3 juta) hidup di tahun 2005 dan lebih dari setengah juta (570.000) merupakan anak-anak. Pada tahun 2005, antara 3,4 dan 6,2 juta orang terinfeksi dan antara 2,4 dan 3,3 juta orang dengan AIDS meninggal dunia, peningkatan dari 2003 dan jumlah terbesar sejak tahun 1981.


Apapun sarana penyebaran virus HIV atau kelompok social yang paling terpengaruh, kenyataannya adalah AIDS adalah salah satu pandemic terburuk yang pernah menghantam umat manusia. Jika virus ini bermutasi sehingga bias menular malalui udara, maka AIDS sangat mudah memusnahkan kehidupan di bumi.


2.Epidemi Influenza Besar Seluruh Dunia 1918-1919 = 22.000.000-40.000.000 Orang Tewas


Epidemi influenza besar terjadi di dalam dua gelombang.

Gelombang I diawali pada tahun 1918;

Gelombang II setelah virus telah termutasi, di awali pada musim panas 1918.


Virus influenza spesifik tahun 1918-1919 yang meledak menjadi epidemic influenza besar, pertama muncul pada bulan februari tahun 1918, di San Sebastian, Spanyol, sebuah kota pantai kecil sekitar tiga puluh kilometer dari perbatasan Prancis. Penyakit ini menyerang sebagian besar Eropa dan Amerika serikat.


Pada bulan September 1918, 387 orang meninggal per hari di Amerika serikat akibat influenza, seluruhnya 12.000 orang. Sebagai pembanding dari apa yang terjadi pada bulan oktober di amerka serikat, 6300 orang meninggal dunia per hari akibat influenza mencapai jumlah total yang mengejutkan, 195.000 kematian pada bulan itu. Ini adalah salah satu bulan maut yang terparah dalam sejarah Amerika serikat.


1.Black Death di Eropa 1347-1351 = 75.000.000 orang Tewas


Black death adalah epidemik wabah penyakit PES dan radang paru-paru yang memporakporandakan Eropa antara tahun 1347 dan 1351. Black death yang terjadi pada sekitar tahun 1300-an itu mungkin merupakan bencana terburuk yang pernah menimpa peradaban umat manusia di muka bumi ini.


Menyebar keseluruh dunia, black death setidaknya telah membunuh kurang lebih 75 juta orang, termasuk diantaranya 25 juta orang di Eropa. Faktanya, black death membunuh satu dari setiap empat orang Eropa hanya dalam waktu empat tahun.


Penyakit ini mungkin berawal dari China, kemudian ditularkan pada orang-orang eropa ketika seorang Kipchak (Mongol) menyerbu sebuah keramaian dengan melemparkan jenazah yang terinfeksi ke tengah pusat perdagangan di Crimea. Kemudian wabah tsb mencapai Genoa pada 1347,lalu menyebar ke bagian barat dan utara,mencapai London dan Paris pada 1348.


Wabah tsb mungkin dibawa pertama kali oleh kutu tikus yang juga dapat hidup pada manusia. Hal itu kemudian berubah menjadi wabah penyakit radang paru-paru yang menyebar melalui batuk dan bersin.


Setelah wabah black death ini,tanah lapang dipenuhi dengan mayat2, rumah-rumah, desa-desa dan perkotaan menjadi sunyi dan kosong.


Setelah itu terjadilah kelangkaan tenaga kerja sehingga upah mereka meningkat dan banyak budak yang mendapatkan kemerdekaan mereka.


Konon, ribuan kerangka manusia yang digunakan sebagai kontruksi dasar bangunan Evora Chapel di Portugal itu merupakan kerangka para korban keganasan wabah black death.

Musnahnya black death sebagian besar disebabkan karena perbaikan dalam hal sanitasi, yang melemahkan kemampuan pertahanan kutu pembawa wabah.ejarah, manusia terpaksa memakan daging manusia pada saat lapar yang tidak tertahankan.


Kekeringan tidak bisa dihindari tetapi wabah penyakit bisa ditekan dan dirawat. Sayangnya India negara yang miskin, maka jumlah korban yang meninggal selama periode 5 tahun merupakan suatu kehilangan memprihatinkan dalam kehidupan manusia dan menjadi sebuah epik tentang contoh bisu penderitaan umat manusia




0 komentar:

Poskan Komentar

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Blogger Templates