23/03/11

Hakka, Antara Asal Usul Suku dan Bahasanya

Salam Surgawi,

Hari Senin dan Jum'at adalah Hari Hakka di HSG. Oleh karenanya artikel HSG kali ini berkisar seputar Hakka dan sekitarnya.

Selamat membaca!


Asal Mula Bangsa Hakka

Suku Hakka (Kèjiā 客家; khek) yang berada di Asia Tenggara, termasuk Indonesia, merupakan salah satu cabang suku Han yang memiliki ciri khas dan penyebaran serta pengaruh paling luas di seluruh dunia. Di China sendiri, orang Hakka menyebar sampai ke provinsi-provinsi lebih jauh seperti Provinsi Sichuan, Chongqing dan Guangxi. Sedangkan diseluruh dunia, boleh dikatakan hampir dimerata tempat dapat ditemukan jejak orang Hakka.

Mulai pada masa pemerintahan Dinasti Song, penduduk di pusat Tiongkok (utara) mulai melakukan transmigrasi secara besar-besaran ke daerah selatan. Mulai dari daerah Gàn Selatan, Mǐn Barat sampai Méizhōu, akhirnya membentuk suatu kelompok suku tersendiri, suku Kèjiā (secara harafiah berarti keluarga tamu). Kemudian orang Kèjiā (Hakka) memakai Méizhōu sebagai pusat, mulai menyebar lagi keseluruh wilayah Tiongkok lainnya.

Daerah asal orang Hakka secara garis besar dapat dibagi menjadi empat daerah utama, yakni: Méizhōu, Gànzhōu, Tīngzhōu dan Hùizhōu. Sedangkan daerah Shíbì yang berbatasan dengan Provinsi Jiangxi, di Kabupaten Nínghuà, Provinsi Fujian merupakan daerah pusat pembentukan orang Hakka, dan mendapat julukan sebagai Tanah Leluhur Orang Hakka.

Méizhōu berada di daerah Timur Laut Provinsi Guangdong, timur berbatasan dengan Provinsi Fújiàn, selatan berbatasan dengan Cháozhōu, Jiēyáng dan Shànwěi di Provinsi Guǎngdōng. Méizhōu juga dinobatkan sebagai ibukota orang Hakka. Gànzhou biasa disebut dengan singkatan sebagai Qian. Gànzhōu berada dalam wilayah Provinsi Jiāngxī, dan merupakan pintu utama masuk ke Provinsi Jiāngxī dari tenggara. Selain itu Gànzhōu juga diapit oleh Provinsi Fújiàn, Guǎngdōng dan Hunan.

Daerah Tīngzhōu, atau lebih umum seharusnya disebut daerah Mǐnxī, merupakan daerah pemukiman orang Hakka di bagian barat dari Provinsi Fújiàn mencakup daerah seperti Tīngzhōu, Chángtīng, Liánchéng, Wǔpíng, Shàngháng, Yǒngdìng, Nínghuà, Qīngliú dan Míngxī. Selain itu, di Méizhōu yang mayoritas orang Guǎngfǔ (Konghu) juga terdapat banyak orang Hakka.

Orang Hakka mengunakan bahasa mereka sendiri yang disebut sebagai bahasa Ke atau bahasa Hakka. Bahasa Hakka merupakan salah satu dari tujuh bahasa daerah utama dalam bahasa suku Tiongkok.

Tempat tinggal orang Hakka sangat unik, yang dikenal dengan sebutan Tǔlóu (rumah tanah). Tǔlóu ini terdiri dari berbagai jenis bentuk, ada yang berbentuk bulat, persegi empat, bentuk U, setengah bulat, bentuk segi delapan seperti bentuk bagua dan sebagainya.

Di Indonesia sendiri, suka Hakka tersebar di Pulau Sumatra (Aceh, Medan, Bangka, Belitung, Riau dan Palembang), Pulau Jawa, Pulau Kalimantan, khususnya di Kalimantan Barat (Pontianak, Singkawang), juga sebagian pulau lainnya. Namun suku Hakka terbesar di Indonesia biasanya, bisa dijumpai dari daerah Kalimantan Barat dan Bangka Belitung.



Bahasa Hakka

Bahasa Hakka (Hanzi: 客家話; Pinyin: Kèjiāhuà; secara harafiah berarti "bahasa keluarga tamu") atau di Indonesia umumnya dipanggil Khek adalah bahasa yang dituturkan oleh orang Hakka yang merupakan suku Han yang tersebar di kawasan pegunungan provinsi Guangdong, Fujian dan Guangxi di Tiongkok. Masing-masing daerah ini juga memiliki khas dialek Hakka yang agak berbeda tergantung provinsi dan juga bagian gunung sebelah mana mereka tinggal.
Penutur di Indonesi

Penutur bahasa Hakka di Indonesia banyak terdapat di Aceh, Bangka-Belitung, Jawa, serta Kalimantan Barat. Paling khas untuk yang bermukim di Jawa dalam abad 20, banyak yang menjalankan perdagangan terutama barang kelontong. Pembuatan sepatu banyak dimulai oleh mereka, dari Jakarta kemudian diteruskan ke daerah Bandung.

Bahasa Hakka Dialek
Bahasa Hakka mempunyai banyak variasi dan dialek. Area penyebaran dialek bahasa Hakka meliputi wilayah Guangdong, Fujian, Jiangxi, Guangxi, Sichuan, Hunan dan Guizhou. Tetapi satu dialek yang diakui dan dijadikan standar sebagai bahasa Hakka adalah bahasa Hakka yang berasal dari Moi-yan (梅縣, Pinyin: Méixìan).

Kegunaan Bahasa Hakka:
1. Bangsa Hakka tersebar di seluruh dunia dan mempunyai kemampuan berbicara bahasa Hakka akan memberikan nilai plus untuk berkomunikasi.
2. Di Indonesia, bahasa Hakka masih banyak digunakan di kalangan pengusaha2 dan senior2 Hakka sehingga bisnis dan komunikasi pun dapat lebih lancar.



Salam HSG,

Posted By: Kaz HSG
©HSG-March 2011

0 komentar:

Poskan Komentar

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Blogger Templates