02/10/10


Lima Strategi Bagi Anak Anda agar Belajar Jadi Menyenangkan

Aku sulit berkonsentrasi. Aku cepat lupa. Dua kalimat ini pasti mengingatkan Anda saat tempo doeloe di sekolah. Sekarang besar kemungkinan anak Anda juga mengeluh seperti Anda. Sekarang saatnya melenyapkan kedua kalimat tersebut. Ada beberapa strategi hebat dari ahlinya. Lima strategi belajar, bagaimana angka, sejarah, dan fakta bisa gampang dicerna dan diingat.

Strategi Pertama: Bagaimana Mengingat Bacaan Teks. Lima langkah berikut ini dilakukan guna mengingat teks, misalnya pelajaran sejarah atau ilmu bumi:

Langkah 1: Memahami Secara Umum.
Baca dulu bagian buku berikut ini: kata pengantar, pendahuluan, dan daftar isi. Lalu setiap judul bab. Dengan mengetahui isi buku secara umum ini dapat dengan mudah dipahami apakah buku tersebut nantinya bakal berguna sebagai pembantu pemecahan soal tertentu.

Langkah 2: Mengajukan Pertanyaan
Membaca aktif sama artinya dengan menanyakan teks yang dibaca. Namun banyak siswa yang tak punya pertanyaan gara-gara kekurangan pengetahuan awal. Oleh sebab itu, nasehat para pakar, tulis kata-kata asing atau yang kurang dimengerti. Dilanjutkan dengan mencari hal-hal yang terkait. Satu trik yang membantu: menandai kalimat yang kurang dipahami dengan tanda tanya.

Langkah 3: Membaca Secara Mendalam
Mengulangi lagi bacaan yang sama, lalu mencoba menjawab pertanyaan yang mungkin ada. Kata-kata kunci digaris-bawahi.

Langkah 4: Menyimpulkan
Setelah langkah ke-3 selesai dilaksanakan, mencatat kesimpulan dalam kalimat sederhana yang ringkas. Kemudian ini didalami dengan menjawab semua pertayaan yang ada di buku.

Langkah 5: Mengulangi
Di langkah terakhir ini semua poin penting hendaknya diingat dalam pikiran. Supaya lebih dalam lagi, bisa memakai bantuan perekam MP3 yang saat ini sudah cukup murah. Pada waktu luang rekaman tersebut dapat didengar kembali. Dapat pula menandai teks yang penting dengan pensil warna. Satu hal yang sangat penting adalah mendengar atau membaca ulang catatan-catatan kecil sebelum tidur. Sebab perbuatan ini akan menjadikan anak tidak mudah melupakannya.

Strategi Kedua: Pidato di depan Kelas.

Pada awalnya harus jelas dulu, apa tujuan berpidato di depan kelas? Tanpa teks? Telusuri bahan bacaan yang akan dipidatokan. Tulis ringkasannya. Lalu buatlah urutan tematik yang akan disuarakan. Beri nomor urut dari awal sampai akhir. Ringkas bahan bacaan menjadi tematik utama pidato. Waktu berpidato tidak lebih dari 15 sampai 20 menit.
Adalah penting untuk menambahi dengan anekdot dan contoh-contoh. Adakah yang akan ditampilkan saat pidato? Misalnya gambar, fotocopy, karikatur, model, guntingan video, dan lainnya? Jika ya, maka harus dilakukan rencana, kapan nantinya tampilan tambahan itu muncul. Buat ringkasan pidato di secarik kertas kecil, terutama urut-urutan isi pidato. Bicara cukup keras agar teman yang duduk di bangku paling belakang juga bisa mendengar.

Strategi Ketiga: Bantuan Menghafal Sajak.

Langkah 1: Mengerti
Mengenai apa sih sajak tersebut sebenarnya? Tulis catatan kecil di bagian kanan sajak, tentang apa saja isi sajak tersebut. Ini akan membangkitkan pemahaman anak.

Langkah 2: Menulis Komentar.
Menggaris-bawahi kata-kata kunci dan yang berkaitan. Mewarnai kata-kata di awal paragraf sajak sebagai karcis masuk.

Langkah 3: Menciptakan Film tentang Sajak dalam Pikiran.
Pelahan membaca setiap kalimat sajak dengan suara cukup keras, lalu berfantasi di pikiran dalam wujud video.

Langkah 4: Belajar dengan Konsentrasi.
Gunting bagian tengah sehelai kertas yang lubangnya tepat untuk bisa membaca setiap 4 baris bagian sajak. Baca dengan suara keras dan pelan silih-berganti guna menghidupkan suasana seperti yang ditulis dalam sajak.

Langkah 5: Mengulangi.
Kira-kira 2 jam kemudian langkah-langkah di atas diulangi. Sebelum tidur dibaca lagi dan dihayati.

Strategi Keempat: Angka, Data, dan Fakta bakal Gampang Diingat.

Metode Loci (dari bahasa Latin “locus” yang artinya tempat) sudah diterapkan oleh pembicara Yunani dan Romawi kuno. Mereka menemukan bahwa urutan dari isi pidato dapat diingat berbantuan jalan setapak yang biasa dilewati sehari-hari.
Begini caranya: jalan ditandai dengan ciri khas yang berbeda dan digambar (misalnya pos satpam, pertigaan, lapangan bermain, tempat sampah, dsb). Cari sampai sejumlah antara 7 sampai 9 ciri khas karena jumlah ini sesuai dengan kemampuan alami otak kita untuk mengingat. Pada setiap ciri khas kaitkan dengan bahan tertentu (data, angka, atau fakta dari buku). Kelak saat ulangan pasti akan jadi sangat mudah untuk mengingat bahan pelajaran.

Strategi Kelima: Membuat Struktur dan Peta Umum Bahan Pelajaran.

Tulis di secarik kertas gambaran umum dari mata pelajaran. Tambahi dengan tabel, rumus, dan daftar. Gambar bila perlu. Otak kita lebih mudah mengingat gambar daripada teks. Agar dapat berhasil dengan baik, maka 5 pertanyaan ini harus dijawab:
1. Apa yang harus aku ketahui?
2. Di mana kelemahanku? (misalnya sulit menghafal, atau tidak suka rumus matematika)
3. Bantuan apa yang dapat kubuat?
4. Bagaimana aku menyimpulkan bahan pelajaran secara singkat dan jelas?
5. Bagaimana aku dapat membuat kesimpulan lebih pendek lagi?

Jika hal tersebut sudah dilakukan, tidak ada lagi yang namanya lupa atas bahan pelajaran sesulit apa pun. Ini garansi dari para ahlinya. Selamat menerapkan lima strategi jitu ini!


Salam HSG

Kaz HSG
HSG - October 2010

0 komentar:

Poskan Komentar

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Blogger Templates