02/10/10


Apakah Rambut di Makanan Berbahaya Buat Kesehatan?

Pernahkah Anda menemukan rambut di makanan? Bisa dibayangkan rasa jijik dan nafsu makan yang berkurang karenanya. Kalau pas ketemu dan sempat disisihkan sih, tidak masalah. Kalau sampai tak sengaja tertelan, bagaimana? Apakah berbahaya buat kesehatan?

Sebenarnya, rambut itu (kalau sampai tertelan) tidak memberikan resiko yang signifikan. Bahayanya begitu minimal, sampai FDA / Food and Drug Administration (badan pengatur makanan dan obat-obatan di AS), tidak membatasi berapa helai rambut yang “boleh ada” per piring makanan dalam aturan resmi mereka.
Maria Colavincenzo, seorang dermatolog di Northwestern University, yang mengkhususkan diri meneliti rambut, juga menyatakan bahwa resiko kesehatannya minimal. Dia menjelaskan bahwa rambut terbuat dari keratin, sejenis protein padat. Protein ini secara kimia tidak aktif pada rambut dan tidak akan menimbulkan masalah jika dicerna. Jadi, apakah seratus persen aman kalau sampai tak sengaja menelan rambut dalam makanan? Belum tentu.

Bakteri Staph
Ada sebuah bakteri dengan nama Staph, yang bisa membuat perut sakit dan mengakibatkan diare. Si bakteri ini bisa saja menempel pada sebuah helai rambut, sehingga terbawa masuk dan mengakibatkan gangguan tadi. Tapi, Colavincenzo menyatakan bahwa hampir tidak mungkin sejumlah kecil Staph yang kebetulan ada pada satu atau dua helai rambut bisa menyebabkan masalah pencernaan.
Skenario yang benar-benar merupakan resiko dan menimbulkan ancaman serius adalah kalau Anda makan habis semua rambut dari satu kepala orang, menurut Colavincenzo. Bayangkan lubang pembuangan air di kamar mandi Anda yang tersumbat oleh rambut. Hal yang sama akan terjadi pada perut. Menelan begitu banyak rambut bisa mengakibatkan munculnya gumpalan-gumpalan rambut panjang, yang disebut trichobezoars. Akibatnya? Sakit perut dan berbagai gejala pencernaan lain.

Rambut Manusia Berperan dalam Pengolahan Makanan
Sebenarnya, besar lho kemungkinan bahwa Anda telah “memakan” rambut pada saat mengkonsumsi makanan. Sudah umum bagi para produsen makanan untuk menggunakan L-cysteine, asam amino yang merupakan bagian dari keratin. Untuk apa? Mengolah adonan dan memberikan rangsang pada bagian perasa di lidah yang mendeteksi rasa asin dan gurih. Beberapa pabrik pengolah makanan menggunakan L-cysteine sintetis atau yang diambil dari bulu bebek. Tebak selain itu apa lagi sumber L-cysteine mereka? Benar, rambut manusia!
Namun, semuanya bersih, karena rambut manusia dipanaskan terlebih dahulu dalam asam klorida, sampai mendidih. Tujuannya untuk mengekstrak L-cysteine yang bebas dari bakteri dan kotoran yang masih ada pada rambut. Rambut manusia ternyata punya peran tidak langsung untuk melezatkan makanan itu sendiri. Aneh tapi nyata.


Salam HSG

Posted by: Kaz HSG
HSG - October 2010

0 komentar:

Poskan Komentar

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Blogger Templates