09/10/10




Belajarlah Dari Buah-Buahan



Salam Surgawi,

Tentunya kita sudah sering mendengar ungkapan: Belajarlah Dari Alam. Karena ternyata di alam, banyak sekali misteri dan pengetahuan yang dipelajari.

Tapi pernahkah kita mendengar ungkapan: Belajarlah Dari Buah-Buahan? Nah, kalau belum pernah, yuk, kali ini kita tidak belajar dari alam, guru ataupun orang tua kita. Tapi dari buah-buahan. Lho, kok bisa?

Karena hidup ini adalah perjuangan, dimana semua orang pun turut serta membina dirinya masing- masing dan kita tidak boleh lari dari fakta hidup kita. Agar dapat menjadi manusia yang berharga seutuhnya, kita juga harus belajar dari lingkungan dan makhluk lainnya.

Makanya kita harus bisa belajar dari buah–buahan di sekitar kita.

Selamat Membaca.


1. Jadilah Jagung, Jangan Jambu Monyet
Jagung membungkus bijinya yang banyak, sedangkan jambu monyet memamerkan bijinya yang cuma satu-satunya. 
Biasanya manusia merasa sombong bila berpikir dia mahir dalam satu hal, namun dia tidak sadar bahwa yang dia pamerkan hanya satu. Berbeda dengan orang bijaksana, diam namun banyak kepandaian.
Jadi jangan pamer! Kecuali kalo lagi pameran, silakan pamer memamer.


2. Jadilah pohon Pisang
Pohon pisang kalau berbuah hanya sekali, lalu mati. Kesetiaan dalam pernikahan.
Sebuah contoh yang baik untuk hidup ini. Setialah kepada pasangan kita. Kecantikan luar itu hanya sementara. Semuanya akan bisa tua dan keriput. Apalah yang mau dibanggakan?
Jadi tetaplah setia pada pasanganmu sampai akhir hayat!


3. Jadilah Duren, jangan kedondong
Walaupun luarnya penuh kulit yang tajam, tetapi dalamnya lembut dan manis. hmmmm, beda dengan kedondong, luarnya mulus, rasanya agak asem dan di dalemnya ada biji yang berduri. Walaupun penampakanku kasar tapi aku lembut loh.
Jangan pernah menilai seseorang dari luarnya saja! Orang berwajah tampan belum tentu hatinya baik, siapa tau buaya darat. Orang bertampang sangar belum tentu penjahat, siapa tau dia buronan. Wakakaka.
Intinya, jangan menilai seseorang hanya dari penampilan luar, karena semuanya bisa menipu!


4. Jadilah bengkoang
Walaupun hidup dalam kompos sampah, tetapi umbinya isinya putih bersih. Jagalah hati jangan kau nodai meskipun…kamu mainnya di tempat sampah, hehehehe…
Maksudnya, walaupun kita bergaul dengan teman-teman yang buruk perangainya dan lingkungan yang tidak bersahabat, hati kita harus tetap bersih dan siap berbuat baik.


5. Jadilah Padi
Makin berisi, makin merunduk. Kalau yang satu ini, pasti kita sudah sering mendengarnya. Jangan sombong karena kita semakin berisi dan pandai. Tapi justru harus seperti padi, semakin merunduk dan merendah. (Maklumlah, semakin berisi kan semakin berat, ya tentulah semakin merunduk)


6. Jadilah Pohon kelapa
Sudah terkenal dengan serba gunanya, tidak bisa di manipulasi. Maksudnya kelapa nggak bisa dicangkok. Jadi kita juga harus bisa menjadi serba berguna bagi banyak orang, namun tidak dibuat-buat dan tak ada yang bisa menggantikan kita. Sulit untuk bisa menjadi seseorang seperti ini di dunia ini.


7. Jadilah tandan Pete, bukan tandan rambutan
Tandan pete membagi makanan sama rata ke biji petenya, semua seimbang, tidak seperti rambutan ada yang kecil ada yang besar.
Jadilah orang yang adil dalam perbuatan, tindakan dan kata-kata.


8.Jadilah cabe, jangan keladi.
Makin tua makin pedes, makin tua makin judes loh!!! (Judes disini artinya bijaksana). Jangan jadi keladi, makin tua makin menjadi.


9. Jadilah buah manggis
Bisa ditebak isinya dari bokong buahnya. 
Maksudnya jangan munafik bila menjadi manusia dalam hidup ini.


10. Jadilah buah nangka
Selain buahnya, nangka memberi getah kepada penjual atau yg memakannya, artinya berikan kesan kepada semua orang (tentunya yang baik).
Semua yang kita lakukan, selama itu bertujuan baik, harus bisa dirasakan oleh banyak orang, jangan hanya pada pihak tertentu saja.



Salam HSG

Posted by: Kaz HSG
HSG - October 2010

0 komentar:

Poskan Komentar

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Blogger Templates