28/09/10



Bintang-Bintang Hong Kong dan Taiwan Yang Meninggal Dalam Usia Muda
Dunia entertainment Asia Timur, khususnya di Hong Kong dan Taiwan mencatat beberapa selebriti yang meninggal dalam usia muda antara 30-40an tahun.

Berikut adalah data yang terangkum oleh Tim Admin HSG, yang menulis ulang kisah 4 artis yang meninggal dalam keadaan muda. 3 dari 4 artis ini adalah asli penyanyi dan 1 lagi adalah penyanyi dan sekaligus aktor film.

Semoga bermanfaat.


Zhang Yu Sheng (張雨生)

Pernah dengar lagu "Se Fou Chen Te Ai Wo" atau "Ta Hai" (Laut)? Penyanyinya seorang pria yang bersuara tinggi dan vokalnya sulit untuk dijangkau oleh sebagian besar penyanyi yang menyanyikan lagunya. Dia dijuluki King of Soprano, Raja Sopran. Dialah Zhang Yu Sheng.

Lahir di Kabupaten Penghu, Taiwan, 7 Juni 1966. Zhang Yu Sheng adalah seorang penyanyi, komponis, dan produser musik.

Tidak banyak yang bisa dicatat dari seorang Zhang yang meninggal muda. Prestasi utama Zhang sebagai produser telah menjadikan penyanyi pop wanita A-mei.

Saat mengemudi letih pada tanggal 21 Oktober 1997, dia fatal terluka dalam sebuah kecelakaan mobil dan jatuh ke dalam koma. Dia tidak pernah kembali kesadaran dan meninggal dunia dalam usia 31 di Rumah Sakit Mackay Tamsui pada tanggal 12 November di pukul 23.48 waktu lokal setelah minggu rawat inap.



Teresa Teng (鄧麗君 / 邓丽君)

Teresa Teng atau Teng Li-Chun lahir di Yun Lin, Taiwan, pada 29 Januari 1953. Teresa adalah seorang penyanyi legendaris dari Taipei, Taiwan.

Ia terkenal diantara komunitas masyarakat berbahasa Mandarin dan di seluruh Asia Timur, terutama Jepang, selama kurang lebih 30 tahun. Ia terkenal hingga hari ini oleh karena lagu-lagunya yang merakyat dan yang bernada balada romantis.

Teresa merekam beberapa lagu terkenal, termasuk "Kapankah Kau Akan Kembali" (pinyin: Hé Rì Jūn Zài Lái). Selain lagu-lagunya yang berbahasa Mandarin, ia juga pernah merekam lagu-lagu dalam bahasa tradisional Taiwan, bahasa China dialek Kanton, bahasa Jepang, bahasa Indonesia dan bahasa Inggris.

Teresa Teng meninggal dunia akibat serangan asma akut ketika sedang berlibur di Chiang Mai, Thailand, dalam usia 42 tahun (43 tahun menurut Kalender China) pada tanggal 8 Mei 1995.
Ia dimakamkan bagai seorang pahlawan di Taiwan, dengan bendera Taiwan menutupi peti matinya dan Presiden Taiwan saat itu, Lee Teng-hui, menghadiri pemakamannya.

Teresa dimakamkan di sebuah kaki gunung di Chin Pao San (Jinbaoshan, arti harafiahnya Gunung Harta Karun Emas), dalam sebuah kompleks pemakaman dekat Jinshan, dekat Taipei, Taiwan. Sebuah patung dirinya dalam pakaian pertunjukan dipajang, diiringi dengan musik lagu-lagunya sebagai latar belakangnya, didirikan sebagai tugu peringatan di tempat pemakamannya tersebut. Disana juga terdapat sebuah piano elektronik raksasa dimana para pelayat dapat memainkannya dengan menginjak balok-balok piano tersebut. Makamnya ini sangat sering dijunjungi oleh para penggemarnya --- sebuah kebiasaan yang sangat berbeda dengan kebudayaan China untuk mengunjungi pemakaman pada umumnya.

Sebuah rumah yang dibeli Teresa di tahun 1986 di Hongkong beralamatkan Jalan Carmel Street nomor 18 juga menjadi tempat tujuan kunjungan para penggemarnya terutama begitu ketika berita kematiannya tersebar. Rencana penjualan rumah tersebut untuk membiayai sebuah museum di Shanghai diberitakan pada tahun 2002, dan kemudian menjadikannya terjual sebesar 32 juta dollar Hongkong. Rumah itu ditutup untuk umum semenjak tanggal 29 Januari 2004, hari dimana Teresa seharusnya berulang tahun ke-51.

Untuk memperingati tahun ke-10 kematiannya, Teresa Teng Culture and Education Foundation meluncurkan kampanye berjudul "Feel Teresa Teng". Selain merencanakan konser di Hongkong dan Taiwan, para penggemarnya juga melayat ke makamnya di Chin Pao San. Juga, sebagian gaun-gaun, perhiasan dan barang-barang pribadi Teresa juga dipajang dalam sebuah eksibisi di Yuzi Paradise, sebuah taman kesenian di luar kota Guilin, China.

Pada bulan Mei 2002, patung lilin Teresa Teng dipajang untuk umum di museum lilin Madame Tussauds di Hongkong.

Beberapa lagunya yang paling terkenal adalah: Ye Liang Tai Piao Wo Te Sin (The Moon Represents My Heart - Bulan Mewakili Hatiku), Tien Mi Mi, Ni Ce Mo Suo.



Steve Wong Ka Kui (黄家驹)
Wong Ka Kui lahir tanggal 10 Juni 1962 di Hongkong adalah seorang vokalis, gitaris ritme, dan pendiri Hong Kong band rock Beyond. Wong lahir di keluarga yg biasa saja.

Ketika menginjak remaja Wong memiliki ketertarikan dengan lagu-lagu Barat. Pada usia 15, Wong Ka-Kui dan saudaranya, Wong Ka Keung menemukan sebuah gitar akustik patah. Mereka memutuskan untuk memberikannya kepada tetangga mereka, yang tahu cara bermain gitar. Tetangga mereka mengatakan bahwa itu adalah gitar buruk dan menolak hadiah itu.

Lalu Wong Ka Kui melakukan perbaikan pada gitar itu dan mulai bermain gitar sendiri. Sejak saat itu, ia menghabiskan sebagian besar waktu belajar musik sendiri saat masih bekerja di pekerjaan lain. Teman-temannya menggambarkan Ka-Kui sebagai maniak musik karena dia tidak akan pernah merasa lelah bermain musik. Orang tuanya mengatakan dia tidak berguna, dan kebanyakan orang mengira dia gila karena setiap kali mereka melihatnya, ia tidak melakukan apa pun kecuali bermain gitar.

Di tahun 1983 Wong bertemu dengan Yip Sai Wing, seorang drummer dan membentuk grup band bernama Beyond bersama Wong Ka Keung (bassist), kakak dari Wong. Setelah melewati tahun-tahun yang penuh perjuangan di tahun 1988 Beyond mengadakan konser pertamanya yang kebanyakan dari lagunya menceritakan tentang kehidupan sosial dan perdamaian.

Wong Ka Kui terkenal akan suaranya yang unik dan kuat yang mampu menyampaikan sejumlah emosi. Lagu-lagunya sering menangani kemanusiaan dan isu-isu sosial seperti ketidakadilan, perang dan perdamaian, rasisme, kemiskinan, keluarga dan mengejar mimpi.

Di tahun 1991, setelah kunjungannya ke Kenya, Wong menulis lagu yang berjudul 光輝歲月(The Glorious Days) yang dia tujukan kepada Nelson Mandela.

Pada tahun 1992, setelah Beyond meraih kesuksesan di Hongkong. Beyond menandatangani kontrak dengan Japanese Record label Amuse. Dan stage name yg dia pakai "Koma" yg berarti kutukan.
Di Ma 1993 Wong menulis lagu yang berjudul 海闊天空( Vast Sky and Boundless Sea ) lagu itu memenangkan Best Original Song award di Hongkong.

Untuk mempopulerkan album barunya pada 21 Juni 1993 Beyond berpartisipasi dalam live show Jepang yg bernama "Ucchan-nanchan no yarunara yaraneba".

Karena kondisi panggung yang licin, Wong terjatuh dengan kepala di bawah dan langsung koma pada 30 Juni 1993, Wong dinyatakan meninggal pada umur 31 tahun.

Slogannya yang paling terkenal adalah "Musik adalah bahasa yang universal, asalkan ada lagu kiamat takkan pernah terjadi"

Lagu-lagunya yang terkenal antara lain: Guang Hui Sui Ye, Ni Ce Tao Wo Te Mi Huang.


Leslie Cheung (张国荣)

Leslie lahir di Hong Kong, 12 September 1956 adalah penyanyi, aktor dan musisi papan atas Hong Kong.

Leslie Cheung Kwok-Wing lahir di Hong Kong dengan nama lahir Cheung Fat-chung, yang kemudian diubah menjadi Cheung Kwok-Wing. Cheung adalah anak bungsu dari 10 bersaudara di keluarga kelas menengah. Cheung Wut Hoi - ayahnya adalah tailor ternama, pelanggannya termasuk aktor Amerika William Holden dan Cary Grant.

Saat di Hong Kong, Leslie Cheung bersekolah di Rosaryhill School (Jalan Stubbs, Hong Kong). Semasa hidup, dia pernah menghadiri acara alumni sekolah. Pada usia 13, dia dikirim ke Inggris dan tinggal di asrama sekolah Eccles Hall dan menghadapi diskriminasi rasial di sekolah. Dia bekerja sebagai bartender pada restoran kerabat dan bernyanyi saat akhir pekan. Pada masa itu dia memilih nama panggungnya, "Leslie". Menurut Cheung, dia memilih nama itu sebab, "Saya suka film Gone with the Wind. Dan saya menyukai Leslie Howard. Nama itu bisa dipakai oleh pria maupun wanita, jadi saya menyukainya."

Cheung kuliah di University of Leeds di sebelah utara Inggris, dimana dia belajar "textile management". Dia meninggalkan bangku kuliah pada awal tahun kedua, karena ayahnya sakit keras dan memintanya kembali ke Hong Kong. Cheung tidak kembali ke Inggris untuk melanjutkan studinya.

Pada 1977, Cheung jadi juara kedua Asian Music Contest yang diadakan oleh Rediffusion Television Co. (RTV). Dia juga menandatangi kontrak musik dengan Polydor Records, merilis Day Dreaming (1977) dan Lover's Arrow (1979).

Film pertama Cheung, The Erotic Dream of the Red Chamber pada 1978 adalah film porno, menandai titik terendah di kariernya. Cheung kemudian menyatakan dia tertipu saat menandatangi kontrak.

Pada era 1970-an dan 1980-an, dia muncul di sejumlah drama TV dramas seperti The Young Concubine, Agency 24, Pairing, dan film silat The Spirit Of The Sword.

Pada tahun 1982, Cheung bergabung dengan Capital Artists dan mengakhiri kontrak dengan RTV. Di Capital Artists, dia bertemu Anita Mui, idola Hong Kong Cantopop lainnya.

Pada 1983, Cheung merilis hit pertamanya, "The Wind Blows On". Pada 1984, dia merilis lagu 'top ten hit' pertamanya "Monica".

Pada awal 1980-an sampai 1986, kebanyakan film yang diperaninya adalah film-film remaja. Diantara film-film itu, Nomad (1982, disutradarai Patrick Tam Kar-ming) dipertimbangkan kritikus film sebagai wakil film "New Wave" Hong Kong. Cheung terus berakting di beberapa drama buatan Television Broadcasts (TVB), seperti Once Upon an Ordinary Girl dan The Fallen Family.

Pada 1986, dia bergabung dengan Cinepoly Records Hong Kong dan merilis album Summer Romance pada 1987. Summer Romance menjadi CD terlaris tahun itu dan IFPI Best Selling Album di Hong Kong. Sukses Summer Romance membuatnya menduduki puncak sebagai idola Cantopop bersama Alan Tam.

Pada 1988, dia menciptakan lagu terkenalnya "Silence is Golden". Album populer lain yang dikeluarkan Cheung melalui Cinepoly Records termasuk Hot Summer (1988), Virgin Snow (1988), Leslie '89 (Side Face, IFPI Best Album of the Year, 1989), Final Encounter (1989), dan Salute (1990).

Pada 1990, dia meninggalkan Hong Kong dan berimigrasi ke British Columbia, Canada. Kemudian pada tahun 1991, dia memperoleh kewarganegaraan Kanada tetapi dia segera meninggalkan Kanada dan kembali ke Hong Kong.

Pada 1990, Cheung berakting di Wong Kar-wai's Days of Being Wild, membuatnya meraih piala Best Actor pada Hong Kong Film Awards 1991 dan nominasi Best Actor di Golden Horse Film Festival (Taiwan) serta Asia Pacific Film Festival.

Pada 1994 film silat, Ashes of Time, dia berperan sebagai Ouyang Feng. Peran sebagai Ouyang membuatnya memenangkan gelar Aktor Terbaik pada Hong Kong Film Critics Society Awards.

Pada 1997 film gay Happy Together (meskipun Wong berkeras bahwa film ini bukanlah film "gay"), dia berperan sebagai, Ho Po-wing, yang ke Argentina bersama temanya Lai Yiu-fai (diperankan oleh Tony Leung Chiu-wai).

Pada 1998 A Time to Remember (disutradarai oleh Yip Ying) yang mampu meraih sukses Box Office di daratan Cina dan pada 2004 memenangkan "Film Asing Paling Populer" di Festival Film Pyongyang.

Sebagai aktor serba bisa, Cheung juga berakting di banyak komedi. Pada 1991, bekerja sama lagi dengan Chow Yun-Fat dan Cherie Chung, Cheung memerankan pencuri lukisan yang trampil dan menawan di John Woo's Once A Thief.

Meskipun Cheung berhenti sebagai penyanyi pada periode 1989 sampai 1995, dia melanjutkan karier musiknya sebagai pencipta lagu. Dia menciptakan lebih dari 10 lagu pada saat itu.

Pada 1995, Cheung menandatangi kontrak dengan Rock Records, kembali ke musik sebagai penyanyi. Pada tahun yang sama, dia merilis album pertama sejak dia kembali, Beloved.

Pada 1996, Cheung merilis album ynag kemungkinan adalah albumnya yang paling dipuji kritikus, Red.

Pada 1997, Cheung mengadakan konser pertama setelah kembali ke musik: World Tour 97, yang berlangsung sejak 12 Desember 1996 sampai 17 Juni 1997.

Pada 1998, Cheung merilis album Mandarin (satu-satunya album Mandarin original Cheung, yang lain adalah verisi ulang dari Cantopop), Printemps.

Pada 1999, Cheung mendirikan perusahaan musiknya, Apex Music, dan menandatangani kontrak distribusi dengan Universal Music Group(UMG).

Pada 2000, Cheung dianugerahi Golden Needle award (pencapaian seumur hidup di musik Cantopop). Pada tahun yang sama, Cheung ditugaskan sebagai "Music Ambassador" oleh Composers And Authors Society of Hong Kong (CASH) sampai akhir hidupnya. Cheung juga menciptakan lagu theme song Noah's Ark, untuk CASH Golden Sail Award.

Pada 2000, Cheung menyelenggarakan seri konser terakhirnya, Passion Tour. Passion Tour terdiri dari 43 konser, berlangsung sejak 31 Juli 2000 sampai 16 April 2001.

Pada 2000, dia menyutradarai film pertamanya, From Ashes to Ashes yang berdurasi 45 menit. Pada 2002, dia memulai menyutradarai film panjang pertamanya Stealing Heart. Film ini tidak terselesaikan karena problem kesehatan Cheung yang memburuk.


Orientasi Seks
Cheung dalam sebuah wawancara dengan majalah Time menyatakan dia bisa dipertimbangkan sebagai biseksual. Meski banyak rumor di tabloid, dia menyangkal orientasi seksual pada awal kariernya. Setelah berimigrasi ke Canada (di Vancouver, British Columbia), dia mulai sedikit rileks. Pada awal 1990-an dia menjadi aktor Hong Kong pertama yang berani menerima peran sebagai gay.

Peran gay pertama Cheung adalah Cheng Dieyi di Farewell My Concubine (1993). Di Wong Kar-wai's Happy Together (1997), Cheung memerankan peran gay lain, Ho Po-wing.

Pada 1995 sebuah tabloid Hong Kong memuat foto Cheung bersama Daffy Tong Hok-Tak. Pada konser 1997, Cheung secara terbuka mengumumkan bahwa Tong adalah orang yang paling dikasihinya setelah ibunya. Hong Kong media mempublikasikan itu sebagai hubungan antara dua pria dan memberi julukan pada Tong sebagai Tong Tong (untuk padanan Gor Gor).

Meninggal
Cheung meninggal pada 1 April 2003. Dia meloncat dari lantai 24 Hotel Mandarin Oriental, yang terletak di distrik Central, Pulau Hong Kong. Dia meninggalkan catatan yang menyatakan bahwa dia menderita depresi. Dia berusia 46 tahun. Sebagai salah satu artis terpopuler di Asia, kematian Cheung mengagetkan industri hiburan Asian dan komunitas Cina seluruh dunia.

Surat terakhir Cheung (terjemahan): "Depresi! Terima kasih pada semua teman. Terima kasih pada Professor Felice Lieh-Mak (psychiatrist Cheung). Tahun ini begitu berat. Saya tidak bisa bertahan lagi. Terima kasih pada Tuan Tong. Terima kasih keluargaku. Terima kasih kakak Fei (Lydia Shum Din-ha). Dalam hidup saya tidak melakukan yang jahat. Mengapa harus berakhir seperti ini?"

Dini hari setelah kematian Cheung, partnernya, Tong, mengkonfirmasikan bahwa Cheung menderita (clinical) depression dan telah berobat ke psychiatrists selama setahun. Dia juga mengungkapkan bahwa Cheung sudah mencoba bunuh diri pada 2002.

Lebih lanjut pada upacara kematian, keponakan Cheung menyatakan Cheung mengidap clinical depression dan sangat menderita selama setahun (2002-2003). Tidak menghiraukan risiko penyakit SARS dan peringatan WHO untuk perjalanan ke Hong Kong, puluhan ribu termasuk para selebriti dan penggemar, banyak yang dari luar negeri seperti Cina, Taiwan, Jepang, Asia Tenggara, Amerika Serikat dan Kanada menghadiri penghormatan terakhir Cheung, yang diadakan bagi publik pada 7 April 2003.

Cheung dikremasi pada 8 April 2003. Sebulan penuh kematian Cheung mendominasi berita utama koran-koran Hong Kong dan lagu-lagunya secara konstan mengudara.

Album terakhir Cheung Everything Follows the Wind dirilis tiga bulan setelah kematiannya.


Dari berbagai sumber

Posted by:
Kaz HSG
HSG - September 2010

3 komentar:

Anonim mengatakan...

I used to be able to find good info from your
blog articles.

Also visit my weblog :: perspectiva

luceline chandra mengatakan...

YUK JOIN SITUS POKER ONLINE AMAN DAN TERPERCAYA WWW.DKIPOKER.COM BURUAN GABUNG...

IBU HAYATI mengatakan...

aya ibu hayati ingin berbagi cerita kepada anda semua bahwa saya yg dulunya cuma seorang TKW di HONGKONG jadi pembantu rumah tangga yg gajinya tidak mencukupi keluarga dikampun,jadi TKW itu sangat menderita dan disuatu hari saya duduk2 buka internet dan tidak disengaja saya melihat komentar orang tentan MBAH KABOIRENG dan katanya bisa membantu orang untuk memberikan nomor yg betul betul tembus dan kebetulan juga saya sering pasan nomor di HONGKONG,akhirnya saya coba untuk menhubungi MBAH KABOIRENG dan ALHAMDULILLAH beliau mau membantu saya untuk memberikan nomor,dan nomor yg diberikan MBAH KABOIRENG meman betul2 terbukti tembus dan saya sangat bersyukur berkat bantuan MBAH KABOIRENG kini saya bisa pulang ke INDONESIA untuk buka usaha sendiri,,munkin saya tidak bisa membalas budi baik MBAH KABOIRENG sekali lagi makasih yaa MBAH dan bagi teman2 yg menjadi TKW atau TKI seperti saya,bila butuh bantuan hubungi saja MBAH KABOIRENG DI 085-260-482-111 insya ALLAH beliau akan membantu anda.Ini benar benar kisah nyata dari saya seorang TKW.. KLIK GHOB 2D 3D 4D 6D DISINI















Saya ibu hayati ingin berbagi cerita kepada anda semua bahwa saya yg dulunya cuma seorang TKW di HONGKONG jadi pembantu rumah tangga yg gajinya tidak mencukupi keluarga dikampun,jadi TKW itu sangat menderita dan disuatu hari saya duduk2 buka internet dan tidak disengaja saya melihat komentar orang tentan MBAH KABOIRENG dan katanya bisa membantu orang untuk memberikan nomor yg betul betul tembus dan kebetulan juga saya sering pasan nomor di HONGKONG,akhirnya saya coba untuk menhubungi MBAH KABOIRENG dan ALHAMDULILLAH beliau mau membantu saya untuk memberikan nomor,dan nomor yg diberikan MBAH KABOIRENG meman betul2 terbukti tembus dan saya sangat bersyukur berkat bantuan MBAH KABOIRENG kini saya bisa pulang ke INDONESIA untuk buka usaha sendiri,,munkin saya tidak bisa membalas budi baik MBAH KABOIRENG sekali lagi makasih yaa MBAH dan bagi teman2 yg menjadi TKW atau TKI seperti saya,bila butuh bantuan hubungi saja MBAH KABOIRENG DI 085-260-482-111 insya ALLAH beliau akan membantu anda.Ini benar benar kisah nyata dari saya seorang TKW.. KLIK GHOB 2D 3D 4D 6D DISINI

Poskan Komentar

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Blogger Templates