05/07/11

Asal Mula Tradisi Bacang (Hari Peh Cun)


Salam Surgawi,

Menurut tradisi orang Tionghoa, Peh Cun termasuk salah satu dari tiga hari besar orang Tionghoa selain hari raya Imlek dan hari raya Tiong Jiu (kue bulan).

Walaupun perayaan ini sudah berlangsung, tidak ada salahnya kita mengenal lebih dekat tentang makna dan latar belakang hari besar budaya Tiongkok ini.

Duan 「端」adalah singkatan dari Kai Duan「開端」 yang bermakna awal Chu「初」, orang zaman dulu menyebut tanggal 1 sebagai Chu Yi 「初一」, maka tanggal 5 sebagai sinonimnya: Duan Wu 「端五」. Orang kuno juga biasa menyebut 5 / Wu seba gai siang hari Wu Ri 「午日」, maka dari itu bulan 5 tanggal 5 juga dinamakan Duan Wu 「端午」.

Hari Raya Duan Wu Jie {Hok Kian = Twan Ngo Ciap} atau yang lebih terkenal dengan sebutan Hari Raya Peh Cun diperingati setiap tahun pada Go Gwe Cwe Go (tanggal 5 bulan 5 penanggalan Imlek). Pada hari tersebut biasanya orang Tionghoa mempersembahkan bacang dan kue cang untuk sembahyang. Dari manakah asal mula bacang tersebut?

Kebiasaan hari Duan Wu

Berdasarkan catatan sejarah, jauh pada zaman Qun Chiu (Tahun 722 – 481 S.M.), menggunakan daun untuk membungkus beras dijadikan berbentuk tanduk sapi juga ada yang menggunakan tabung bambu diisi beras ditutup rapat dan dipanggang sampai matang, disebut “Bacang Tabung”. Ini boleh dibilang adalah cikal bakal kue Bacang.

Pada bulan 5 (kalender Imlek), saat musim panas memakan kue pendingin tubuh terbuat dari beras, yang dibungkus dengan daun dan dimasak sampai matang, aroma wanginya terasa unik, sesudah menyantapnya bisa menetralisir panas-dalam dan menurunkan sifat api dalam tubuh, terasa nyaman bagi pencernaan, sungguh suatu makanan yang sesuai dengan musimnya. Pada saat itu, orang-orang berganti busana musim kemarau dan mengutamakan yang serba ringan dan sejuk. Dilihat dari tradisi berpakaian dan makananya, hariDuan Wu dianggap ada hubungan yang akrab dengan tibanya musim kemarau, tentu ada benarnya juga.•

端午節 Duan Wu Jie adalah salah satu dari 3 Hari Raya Besar yang diperingati oleh orang-orang Tionghoa. [ 2 hari raya lainnya adalah 春節 Chun Jie (Hari Raya menyambut Musim Semi – Tahun Baru Imlek) & 中秋節 Zhong Qiu Jie (Hari Raya Tiong Ciu – Pertengahan Musim Gugur). ]

Walaupun asal mula Duan Wu Jie menurut legenda ada 3 macam [ 2 yang lainnya adalah untuk memperingati Putri Berbakti 曹娥 Chao E pada masa Dinasti Han Timur (25 – 220 M) yang mati terjun ke sungai karena berkabung atas meninggal ayahnya, & untuk memperingati hari wafatnya 伍子胥 Wu Zi Xu dari negara Chu yang hidup pada masa 春秋 Chun Qiu (770 – 476 SM) ], namun asal mula Hari Raya Duan Wu Jie yang sangat terkenal & diperingati di Tiongkok, Taiwan, dan lain-lain adalah berdasarkan wafatnya 屈原 Qu Yuan yang meninggal terjun ke sungai 汨羅江 Mi Luo. Qu Yuan dengan kesetiaannya berkorban untuk rakyat dan negara. Di Taiwan, Qu Yuan juga dihormati sebagai 水仙尊王 Shui Xian Zhun Wang (Dewa Air Yang Terhormat).

Mengenang Qu Yuan

Dinasti Zhou pada zaman peperangan di Tiongkok + 2.400 tahun yang lalu (475-221 SM) terbagi 7 (tujuh) Negara. Negeri Qin adalah yang paling kuat dan agresif, sering melakukan serangan (agresi militer) terhadap enam negeri lainnya. Qu Yuan (baca : Chi Yen) adalah seorang menteri besar dan setia dari negeri Chu (salah satu dari keenam negeri yang diserang negeri Qin). Beliau adalah seorang tokoh yang berhasil menyatukan keenam negeri untuk menghadapi agresi negeri Qin, sehingga namanya amat disegani di negeri Qin.

Kebiasaan adat istiadat yang berkaitan dengan hari Duan Wu tidak sedikit, mengenai asal usulnya terdapat tidak hanya 1 dongeng saja, umumnya diperkirakan hari Duan Wu berawal dari peringatan Qu Yuan (baca: chu yuen) hingga tersebar luas. Konon pada masa Zhan Guo (Negara Saling Berperang, tahun 403 – 221 SM), Raja Chu Huai menolak prakarsa Qu Yuan untuk berkoalisi dengan Negara Qi dan berperang melawan Qin, namun diperdayai oleh Zhang Yi ke Negara Qin, ia dipaksa merelakan wilayah berikut kota-kotanya.Raja Qu Huai selain merasa dipermalukan juga terhina, menjadi risau hatinya dan tak lama terserang penyakit dan mangkat di Negara Qin.

Qu Yuan

Qu Yuan pernah menghalangi Raja 楚懷王 Chu Huai Wang untuk memenuhi undangan raja negeri Qin ke ibukotanya. Namun sayang sekali pada waktu itu Raja Chu Huai Wang telah termakan siasat adu domba dari Negeri Qin, hubungannya menjadi renggang dengan Qu Yuan dan tidak mau mempercayai sarannya lagi.

Untuk mengatasi hati yang sumpek, Qu Yuan menulis sajak 離騷 Li Sao, mengharap Raja Chu Huai Wang mawas diri & tidak termakan siasat adu domba tersebut.

Akhirnya Raja Chu Huai Wang tertipu oleh janji-janji Raja Qin untuk datang ke ibukotanya, lalu dipenjarakan di sana, sampai akhirnya mangkat di Negeri Qin.

Setelah Raja 楚襄王 Chu Xiang Wang naik tahta menggantikan Raja Chu Huai Wang, tidak hanya tidak terpikir untuk balas dendam, bahkan sebaliknya menjadikan Raja Qin sebagai ayahnya ! Ditambah lagi ada sebagian menteri yang mendapat keuntungan dari Negeri Qin, di luar dugaan malah menyarankan Raja Chu Xiang Wang agar menyerah kepada Negeri Qin.

Qu Yuan berusaha menentang masalah ini, berdebat dengan Raja Chu Xiang Wang sehingga menyebabkannya marah besar, lalu memecat Qu Yuan yang telah mengabdi bertahun-tahun di negeri Chu, dan mengirimnya ke tempat pembuangan di 長沙 Chang Sha.

Qu Yuan melewati kehidupan sebagai orang pelarian selama 9 tahun, telah melewati hari-hari yang tragis di mana negeri hancur keluarga berantakan. Qu Yuan yang sebenarnya bertekad untuk melindungi negara, menjadi putus asa, & akhirnya pada tanggal 5 bulan 5 Imlek bunuh diri terjun ke sungai Mi Luo (sekarang Sungai 錢塘Qian Tang di Propinsi 浙江 Zhe Jiang). Beberapa orang yang mengetahui berusaha menolong, tetapi tidak berhasil. Jenazahnya pun tidak ditemukan. Qu Yuan wafat pada usia 62 tahun.

Rakyat Negeri Chu sangat bersedih setelah mengetahui bahwa Qu Yuan, menteri mereka yang sangat cinta Negeri telah meninggal, lalu mereka berduyun-duyun mendayung perahu ke Sungai Mi Luo untuk mencari & mengeluarkan jenazah Qu Yuan dari dalam sungai. Namun mereka tidak berhasil menemukan jasadnya. Lalu mereka pergi ke tepi sungai menyatakan duka cita yang sedalam-dalamnya atas meninggalnya Qu Yuan. Mereka melemparkan makanan ke sungai untuk dimakan ikan, udang & hewan laut lainnya, sehingga hewan2 tersebut tidak memakan tubuh Qu Yuan.

Tak lama kemudian, rakyat seluruh negeri menyelenggarakan upacara untuk memperingati Qu Yuan, menganggap bahwa semangat cinta Negeri dari Qu Yuan sungguh-sungguh sangat mulia.

Qu Yuan yang setia lagi-lagi mengusulkan secara tertulis kepada sang pengganti: Raja Qing Xiang, dengan harapan beliau bisa menjauhi para pejabat pengkhianat, akan tetapi Raja Qing Xiang selain tidak bisa menampung aspirasi tulus Qu Yuan, malah membuangnya. Negara Qin melihat peluang sudah matang dan dengan segara mengirimkan bala tentara, dalam waktu singkat maka Negara Qu telah kehilangan sebagian besar teritorialnya, rakyatnya dibantai. Qu Yuan yang masih setia, menyaksikan semuanya ini, hatinya bagaikan teriris, dalam kesedihan yang amat sangat maka pada tahun 278 SM, kalender Imlek tanggal 5 bulan 5, dia bunuh diri dengan menceburkan dirinya ke Sungai Mi Luo.

Setelah Qu Yuan terjun ke Sungai Mi Luo, ada seorang dari Negara Chu yang bertemu dengan arwah Qu Yuan. Qu Yuan memberitahu orang ini, orang-orang yang menghormati Qu Yuan dengan melempar makanan ke sungai semuanya habis diperebutkan ikan-ikan & udang. Maka Qu Yuan berpesan kepada orang tersebut untuk menyampaikan kepada orang banyak agar makanan yang dipersembahkan dibungkus dengan daun bambu, & dipersembahkan pada tanggal 5 bulan 5 Imlek. Inilah asal mula makan bacang pada Hari Raya Duan Wu Jie.

Para nelayan mendengar berita tersebut menggunakan perahu berusaha meng entas jenazah Qu Yuan namun gagal, maka akhirnya mereka berbondong-bondong menceburkan makanan ke dalam sungai, dengan harapan agar para ikan, udang dan kepiting sesudah makan kenyang tidak sampai mengganggu jenazah Qu Yuan. Dongeng tersebut secara cerdik dan pas dikaitkan dengan tradisi makan kue Bacang, lomba perahu naga dan lain sebagainya dengan meloncatnya Qu Yuan ke dalam sungai.

Qu Yuan yang seumur hidupnya amat setia kepada negara, telah menulis sangat banyak karya sastra. Beliau meninggalkan nama harum sepanjang masa. Untuk menyatakan rasa hormat dan cinta Qu Yuan kepada Negeri, maka tanggal 5 bulan 5 (Imlek) ini juga merupakan Hari Raya Penyair di Tiongkok.

Orang-orang pada generasi berikutnya, untuk menghormati & memperingati wafatnya Qu Yuan, melakukan adat istiadat 扒龍船 Ba Long Chuan, membentuk Perahu Naga, & mengadakan 龍舟競賽 Long Zhou Jing Sai, Lomba Dayung Perahu Naga.

Diadakannya Perlombaan Perahu Naga di Hari Raya Duan Wu Jie, adalah mengingatkan usaha mencari jenazah Qu Yuan yang terjun ke sungai.

Zaman sekarang, begitu tiba Hari Raya Duan Wu Jie, di berbagai tempat diselenggarakan Lomba Dayung Perahu Naga, pertama untuk memperingati Qu Yuan, mengembangkan semangat cinta Negeri; kedua untuk menggalakkan olahraga, baru bisa dengan badan yang sehat untuk melindungi Negeri. Selain itu, sekeluarga berkumpul bersama sambil makan bacang, juga dapat menikmati bersama kebahagiaan keluarga.

Kelenteng yang khusus untuk menghormati Qu Yuan jarang ada. Di Taiwan, kelenteng khusus untuk menghormati Qu Yuan adalah 屈原宮 Qu Yuan Gong di 洲美 Zhou Mei, 士林 Shi Lin, 臺北 Taipei, yang didirikan pada 6 Nopember 1981 (Imlek bulan 10 tanggal 10).

Hari Raya Naga

Cendekiawan patriot terkenal, Tuan Wen Yiduo di dalam tesisnya “Kajian Duan Wu” berpendapat: Suku bangsa kuno Yue menjadikan naga sebagai totem mereka, kala itu karena orang-orang merasa terancam kekuatan alam, beranggapan suatu makhluk memiliki kekuatan alami supranatural, oleh karena itu menganggap makhluk-makhluk tersebut adalah leluhur dan dewa pelindung seluruh suku mereka, yang di zaman kini disebut se bagai “Totem Naga”.

Maka mereka menato makhluk berupa naga pada tubuhnya dan di atas peralatan sehari-harinya, agar memperoleh perlindungan dari Totem Naga, demi menunjukkan bahwasanya mereka berstatus “anak naga”, mengokohkan hak dilindungi bagi dirinya sendiri. Mereka tidak saja bertradisi memotong rambut dan menato tubuh, bahkan pada setiap tanggal 5 bulan 5 kalender Imlek, mengadakan sebuah persembahan besar Totem Naga. Di antaranya terdapat permainanyang mirip dengan perlombaan pada dewasa ini, itulah asal usul tradisi lomba naga ketika dimulai.

Namun lomba perahu naga bukan hanya adat istiadat orang Yue, tapi suku bangsa lainnya juga memiliki kebiasaan itu, di dalam penemuan benda-benda kuno zaman Zhan Guo dapat terlihat sedikit kecenderungan tersebut, waktu terselenggaranyalomba perahu naga juga sama.

Selamat Hari Raya Peh Cun (Bulan 5 Tanggal 5 Penanggalan Lunar)!

Salam HSG

Posted by: Kaz HSG

HSG © June 2011

=============================================

Sejarah dan Arti Lambang Yin Yang

Salam Surgawi,

Sejarah Tiongkok kuno penuh dengan legenda, mukjizat, dan misteri yang telah mengilhami peradaban manusia hingga periode waktu sekarang.

Ada banyak faktor pendorong dalam hal ini, beberapa diantaranya bahkan lebih signifikan daripada lainnya. Sebuah simbol luar biasa yang telah menjadi simbol pokok di seluruh dunia adalah simbol Tao, Yin dan Yang. Simbol ini sudah luas dikenal di luar Tiongkok karena memiliki filosofis, historis dan makna batin spiritual yang mendalam.

http://photoserver.ws/images/dsNp4d8f7124300b4.jpg

Cara sederhana untuk menggambarkan simbol ini adalah bahwa ia mewakili “bagaimana segala sesuatu bekerja”. Di permukaan mungkin terdengar sederhana teta-pi apabila direnungkan lebih lanjut dan jika benar-benar dapat memahami sesuatu di balik simbol ini seseorang dapat memahami kedalaman maknanya yang signifikan. Serupa dengan cara kultivasi tingkat tinggi yang dipraktikkan di Tiongkok simbol Yin-Yang kelihatannya sederhana di permukaan namun kata-kata memiliki makna yang sangat mendalam.

Konsep Yin dan Yang dan Lima Unsur menyediakan kerangka intelektual tentang luasnya pemikiran ilmiah Tiongkok terutama di bidang-bidang seperti biologi dan kedokteran. Organ tubuh dianggap tidak saling terkait dalam berbagai cara yang sama seperti fenomena alam lainnya, dan paling baik dipahami dengan mencari korelasi dan korespondensi. Penyakit dipandang sebagai adanya gangguan dalam keseimbangan Yin dan Yang atau Lima Unsur yang disebabkan emosi, panas atau dingin, atau pengaruh lainnya.

Dengan demikian terapi bergantung pada diagnosis akurat terhadap sumber ketidakseimbangan seperti mengubah cara hidup. Filosofi Yin dan Yang membimbing rakyat Tiongkok kuno dalam memperbaiki moralitas mereka.

Kaisar Kuning mengatakan ”Prinsip Yin dan Yang adalah dasar dari seluruh alam semesta. Ia mendasari segala sesuatu dalam penciptaan. Ia memberi panduan tentang pengembangan orangtua; ia adalah akar dan sumber hidup dan mati; kuil-kuil dewa beranggapan bahwa untuk merawat dan mengobati penyakit, seseorang harus mencari asal-usul mereka.”

Ide Yin-Yang telah menjadi kekuatan pendorong bagi tulisan-tulisan terkenal dari Tiongkok, seperti Kitab Perubahan (Zhouyi), Kedokteran Klasik Kaisar Kuning (Huangdi Neijing), dan Tao Te Ching. Budaya Tiongkok diketahui terinspirasi dari para dewa dan memiliki individu epik yang tak terhitung jumlahnya. Jika kita ingin memilih sebuah lambang untuk melambangkan budaya agung dan sejarah megah, simbol Yin-Yang pasti akan memiliki tempat yang adil dalam sejarah.

Catatan:

Berikut adalah ringkasan singkat tentang karakteristik Yin-Yang. Yin dan Yang pada dasarnya saling berlawanan, tetapi mereka adalah bagian dari alam, mereka bergantung satu sama lain, dan mereka tidak dapat hidup tanpa satu sama lain. Keseimbangan Yin dan Yang adalah penting. Jika Yin lebih kuat, Yang akan menjadi lemah, dan sebaliknya. Yin dan Yang dapat bertukar tempat dalam kondisi tertentu sehingga mereka biasanya tidak hanya Yin dan Yang saja. Dengan kata lain, Yin dapat berisi bagian tertentu dari Yang dan Yang dapat memiliki beberapa komponen Yin. Hal ini diyakini bahwa Yin-Yang eksis dalam segala hal.

YIN YANG dan 5 Unsur

Yin Yang merupakan perlambangan dari Tao dengan bulatan yang dibagi menjadi dua garis lengkung warna hitam dan putih.

Yin ( sisi warna hitam ) membawa arti konotasi kejahatan, lemah, negatif, wanita. Sedangkan Yang ( sisi warna putih ) membawa arti konotasi kebaikan, kuat, positif, lelaki.

Yin Yang dengan 5 elemen yang meliputinya, yaitu : kayu, tanah, logam, api dan air adalah dua prinsip induk dari seluruh kenyataan.

Yin itu bersifat pasif, prinsip ketenangan, surga, bulan, air dan perempuan, simbol untuk kematian dan untuk yang dingin

.

Yang itu prinsip aktif, prinsip gerak, bumi, matahari, api, dan laki - laki, simbol untuk hidup dan untuk yang panas. Segala sesuatu dalam kenyataan kita merupakan sintesis harmonis dari derajat Yin tertentu dan derajat Yang tertentu.

Yin Yang merupakan sebuah gambaran kongkrit dari perputaran dunia. Yin Yang merupakan sebuah prinsip kehidupan yang dinamis. Yin Yang memiliki dua arti : Pertama sebagai sebuah ketentraman dan kesederhanaan dalam menjali kehidupan nyata. Kedua adalah sebagai sebuah perputaran kehidupan, artinya dalam kehidupannya manusia tidak mungkin akan selalu tetap berada dalam laju perputaran kehidupan secara teguh, hal ini di yakini oleh faham Yin Yang. Hari ini kita mengalami kesusahan esok hari kita akan mengalami sebuah kebahagiaan, semakin tinggi kesusahan yang kita alami maka semakin tinggi pula kebahagian yang akan kita raih.

Walaupun prinsip Yin Yang sangat ampuh dalam menganalisa " cosmic energy " (Chi), namun ia tidak cukup untuk menyelami seluruh sifat energy. Sehingga dibutuhkan prinsip 5 Unsur yang melihatnya lebih mendalam dengan membaginya menjadi 5 jenis atau sifat energi secara berurutan, dimulai dengan unsur kayu, kemudian api, tanah, besi (atau metal) dan gabungan dari prinsip Yin Yang dan 5 Unsur inilah dipelajari sebagai sifat energi dalam astrologi Tiongkok.

Penjelasan ke 5 unsur energi adalah sebagai berikut :

1. Unsur Kayu

Dalam waktu, unsur kayu diartikan sebagai musim semi yaitu mulainya suatu kehidupan baru. Oleh karena itu, ia identik dengan pagi hari, timur dan bersifat angin. Warna hijau. Dalam ilmu pengobatan, hati berunsur kayu. Dalam karakter, unsur kayu diasosiasikan dengan kreativitas dan pelaksanaan

2. Unsur Api

Dalam waktu, unsur api diartikan sebagai pertengahan musim panas. Oleh karena itu, ia identik dengan di tengah siang hari, selatan dan bersifat panas. Warna merah. Dalam ilmu pengobatan, jantung bersifat api. Dari segi karakter, unsur api diasosiasikan dengan perasaan dan emosi.

3. Unsur Tanah

Dalam waktu, unsur tanah diartikan sebagai awal siang hari. Oleh karena itu, ia identik dengan posisi tengah dan berkaitan dengan kelembaban (humidity) . Warna kuning. Dalam ilmu pengobatan, limpa bersifat tanah. Dari segi karakter, unsur tanah diasosiasikan dengan daya konsentrasi, realisme dan stabilitas .

4. Unsur Besi

Dalam waktu, unsur besi (metal) diartikan sebagai musim gugur. Oleh karena itu, ia identik dengan malam hari, barat dan bersifat kering (aridity). Warna putih. Dalam ilmu pengobatan, paru-paru bersifat metal. Dari segi karakter, unsur besi diasosiasikan dengan kemauan keras dan kemandirian, juga khidmat dan ketajaman.

5. Unsur Air

Dalam waktu, unsur air diartikan sebagai musim dingin. Oleh karena itu, ia identik dengan malam hari, utara dan bersifat dingin. Warna hitam. Dalam ilmu pengobatan, ginjal bersifat air. Dari segi karakter, unsur air diasosiasikan dengan kejernihan pikiran dan rasional. Ia mengalir, liberal dan fleksibel.

Sebagai unsur energi, jelas mereka saling berinteraksi dengan saling menunjang. Sesuai dengan urutan diatas, kayu dibakar menjadi api yang kemudian berubah menjadi tanah, tanah adalah sumber besi, zat besi adalah mineral yang dapat dicairkan, sedangkan air sendiri menghidupan pohon. Dengan demikian, kayu menghidupkan api memperkuat tanah memperkuat besi memperkuat air menghidupkan kayu

.

Dan untuk memperjelas interaksi antara 5 unsur tersebut saya akan menambahkan mengenai Teori Pergerakan Lima Unsur (U Sing).

Teori Pergerakan Lima Unsur (U Sing)

Using adalah teori terpenting setelah teori Yin Yang. Ia berkembang dari teori Yin Yang yang menilai sifat – sifat khusus lima unsur benda yang ada di alam semesta. Lima unsur tersebut adalah : Logam, Air, Kayu, Api dan Tanah. Masing – masing akan dijelaskan oleh teori Lima Unsur ini (U Sing) tentang hubungannya masing – masing.

Dalam kedokteran timur khususnya di Cina, segala sesuatu yang ada di alam ini diringkas dan disimpulkan dengan lima unsur tersebut. Lain dengan kedokteran barat yang tak mengenal adanya Yin Yang, Lima Unsur dll.

Berikut skema mengenai Lima Unsur :

http://photoserver.ws/images/TgWv4d91574a15bcc.gif

Untuk lebih jelasnya, mari kita ikuti uraian berikut,

Hubungan Lima Unsur :

1. Hubungan saling menghidupkan/menguatkan/menghasilkan (yang berbentuk segi lima)

  • Kayu menghidupi Api : Api diperbesar dengan menambah kayu dalam pembakaran.
  • Api menghidupi Tanah : Api menghasilkan abu (tanah) hasil dari kayu menghidupi api.
  • Tanah menghasilkan Logam : Besi didapat dari Bumi / tanah.
  • Logam menghidupi Air : Pada kelembapan udara tinggi, terbentuk butiran-butiran air di permukaan logam.
  • Air menghidupi Kayu : Tumbuh – tumbuhan membutuhkan air untuk hidup.

Dalam hubungan keLima Unsur di atas dapat diartikan melahirkan, membantu pertumbuhan. Kalau dibahasakan manusia hubungan tersebut dapat diartikan hubungan Ibu Anak karena terdapat unsur melahirkan dan membantu pertumbuhan.

2. Hubungan saling menindas/merusak/membatasi (yang berbentuk bintang)

  • Kayu merusak Tanah :Terjadinya banjir dikarenakan pohon-pohon (kayu) byk yg tumbang sehingga tanah jadi rusak terbawa air.
  • Tanah membatasi Air : Pembuatan bendungan memerlukan tanah sebagai pembatas air.
  • Air membatasi Api : Air digunakan untuk menjinakkan api dalam kebakaran.
  • Api merusak Logam : Terjadi pelelehan jika api terus menerus mengenai logam.
  • Logam membatasi Kayu : Gergaji (logam) digunakan untuk memangkas pohon.

Kesimpulan :

Dalam hubungan ke lima unsur di atas diartikan saling mengalahkan/menguasai/menjajah dan membunuh.

Tambahan Makna Lambang Yin Yang dalam Kehidupan Manusia:

Ini info yang pernah Kaz baca semasa mempelajari ilmu Astrologi Tiongkok di masa remajanya. Dari sana, Kaz mendapatkan keterangan bahwa lambang Yin Yang di atas itu sebenarnya mengandung makna mendalam tentang kehidupan manusia.

Makna tersebut adalah: Keseimbangan hidup. Yang sebagai unsur positif dan Yin sebagai unsur negatif. Ambillah contoh. Bila siang, panas, baik, terang, indah dan cepat adalah unsur Yang, maka malam, dingin, jahat, gelap, buruk dan lambat adalah unsur Yin. Keduanya akan saling melengkapi perputaran hidup ini.

Bila kita memperhatikan lebih jauh lambang Yin Yang tersebut, kehidupan manusia adalah satu lingkaran utuh. Sifat manusia dilambangkan dalam satu lingkaran utuh. Setiap manusia ada yang baik (Yang, Putih) dan ada yang jahat (Yin, Hitam). Cobalah perhatikan. Dalam area putih, terdapat satu titik hitam dan dalam area hitam, terdapat satu titik putih. Apakah artinya itu?

Bila putih melambangkan kebajikan dan hitam melambangkan kejahatan, itu berarti dalam sifat seseorang, sebaik apapun dia, dia tidak bisa baik sebaik-baiknya. Dia pasti memiliki rasa jahat di dalam dirinya. Rasa iri misalnya. Begitu pula sebaliknya. Sejahat apapun dia, tetap akan ada kebaikan pada dirinya. Seorang pencopet yang sudah terkenal sebagai penjahat, namun dia masih mengasihi anaknya yang kelaparan dengan uang hasil copetnya. Tidak mungkin semuanya akan putih seputih-putihnya dan hitam sehitam-hitamnya.

Inilah hidup. Keadilan pasti selalu ada. Ada keras, pasti ada lembut. Kekerasan tidak bisa menang bila diadu dengan kekerasan, namun kekerasan akan menyerah bila dihadapkan kepada kelembutan.

Atas dasar keseimbangan itu pula, Tio Sam Hong (Cong Sam Fung) menciptakan Ilmu Tai Chi, yang menjadikan keseimbangan alam sebagai dasar ilmunya. Bila ada kesempatan, HSG akan menjabarkan kisah hidup pencipta Tai Chi tersebut.

Salam HSG

Posted by: Kaz HSG

HSG © May 2011

0 komentar:

Poskan Komentar

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Blogger Templates