13/03/11

Surat Untuk Libby

Surat Untuk Libby

Berikut sebuah surat yang ditulis oleh
seorang ayah untuk putrinya.
Silahkan disimak dan semoga menjadi
inspirasi. Dan yang pastinya,lebih
menghargai hidup. Dear Libby, Apa kabar Libby ? Akhir-akhir ini ayah
kangen dan ingat terus sama Libby,
apalagi di negara kita saat ini sedang
berjangkit penyakit demam berdarah.
Virus yang mengantarkan Libby
menghadap Tuhan YME. Ayah ingat hampir satu tahun yang
lalu. Sejak hari Sabtu tgl 19 April 2003,
Libby sudah mengeluh kurang enak
badan, ayah langsung membawa
Libby ke dokter specialis Libby di Mall
Ambassador hari itu juga untuk mendapatkan perawatan. Dokter
waktu itu menyatakan bahwa Libby
sakit radang tenggorokan. Walaupun sudah agak membaik, hari
Senin 21 April 2003 Libby tidak
sekolah dulu agar bisa beristirahat
dan lagipula besok Libby akan
perform ballet untuk pertama kalinya.
Ketika ayah pulang kantor, Libby sangat excited untuk segera perform
ballet besok harinya. Ayah juga ingat
Libby tunjukkan semua costum yang
telah dimiliki. Kamu memang sangat-
sangat menyenangi ballet. “Ayah lihat Libby perform besok kan ?” tanya Libby pada ayah, yang ayah
langsung jawab iya. Keesokan harinya tanggal 22 April
2003, Ayah sengaja mengambil cuti
agar bisa leluasa hadir ke
performance ballet Libby yang
pertama. Pk 6.15 Ayah mengantarkan
Libby sekolah, sepanjang perjalanan Libby terus berbicara mengenai
performance ballet (suatu ritual yang
hampir setiap hari ayah jalani
bersama Libby ketika Libby sudah
mulai TK di Lab.School Rawamangun).
Karena hari itu cuti, ayah pun bisa menjemput Libby ketika pulang
sekolah pk 11.30, Libby sangat
senang ayah jemput karena tidak
biasa-biasanya ayah bisa jemput
kamu. Dalam perjalanan pulang Libby
bertanya sama ayah, “Ayah, siapa Kartini itu ?” lalu ayah jawab “Kartini itu seorang putri yang berjasa pada kaum wanita makanya
diperingati sebagai hari Kartini ”. Kemudian Libby bertanya lagi “kok putri tidak pakai baju
Cinderella” (Libby tahunya gambaran Putri adalah seperti yang
digambarkan dalam karakter Disney). Ayah berusaha menjawab semua
pertanyaan Libby dengan sebaik
mungkin. Bahkan sampai pada
pertanyaan “Kartini itu sudah meninggal ya ayah ?”, ayah jawab iya. Libby masih terus memborbardir
ayah dengan pertanyaan, “Kalau Libby mau diperingati harus
meninggal dulu ya yah? Ayah agak
bingung juga menjawabnya, namun
akhirnya ayah jawab “tidak perlu karena ada juga yang masih hidup
sudah diperingati” . Pertanyaan itu tadinya hampir tidak
ada artinya kecuali contoh lain dari
curiosity kamu yang sangat tinggi,
namun belakangan ayah mulai
menyadari bahwa mungkin ini adalah
firasat tepat seminggu sebelum kepulangan kamu ke Tuhan YME. Ketika perform ballet, ayah ingat
Libby kelihatan masih lemas, belum
lagi beberapa teman kamu tidak
menari dengan baik sehingga secara
keseluruhan penampilannya tidak
terlalu menggembirakan. Kamu yang sangat perfectionist kelihatan sangat
kecewa dengan penampilan
kelompokmu yang kurang kompak. Ketika pulang, Libby kelihatan agak
murung, ayah terus menerus
berusaha untuk menghibur Libby
dengan mengatakan bahwa
performance- mu cukup baik. Tapi
tidak dapat ditutupi bahwa Libby kecewa sekali. Hari Kamis malam,
Libby panas lagi sampai 40 derajat.
Tanggal 25 April 2003, Libby ulang
tahun yang ke-5, kamu masih sakit
sehingga tidak masuk sekolah. Ayah
dan Mommy kembali membawa kamu ke dokter, dokter mengatakan
bahwa jika sampai Senin belum turun
juga panasnya, Senin harus diambil
darah. Tanggal 26 April 2003, Libby
merayakan pesta ulang tahun yang
ke-5 di McDonald Arion. Libby sudah
mulai turun panasnya hanya masih
kelihatan lemas. Pesta ini adalah
permintaan pertama Libby karena biasanya ulangtahunmu hanya
dirayakan di sekolah dengan
membawa kue ulang tahun saja.
Entah kenapa Libby menginginkan
pesta di McDonald lengkap dengan
badut-nya. Ayah minta maaf sama Libby karena terlambat mengurusnya,
badut yang diminta kamu tidak bisa
hadir di pesta, ayah tidak tahu bahwa
McD tidak memperbolehkan badut
dari luar. Libby kelihatan kecewa dengan
ketidakhadiran badut itu karena
ternyata kamu sudah bercerita pada
teman-temanmu bahwa di pestanya
akan ada badut teletubies (Ayah
sangat-sangat menyesal tidak bisa memenuhi permintaan Libby, maafin
ayah ya Liv …). Libby ngomong, “badutnya nggak bisa datang ya, yah? Gimana ya nanti
Libby dibilang pembohong sama
teman-teman. Tapi nggak apa-apalah
teman-teman pasti ngerti”. Libby adalah seorang yang sangat patuh
terhadap janji, kamu tidak mau
mengecewakan orang lain.
Pulang dari pesta Libby kelihatan sakit
lagi, ayah mencoba untuk menghibur
kamu dengan melakukan kompres
dan lain-lain, panas kamu tidak turun-
turun, hadiah yang banyak pun
hampir-hampir tidak kamu sentuh, hanya saja ada percakapan kita yang
ayah masih sangat ingat. Libby ingat
nggak ketika ayah tanya “Liv, uang yang dari nini kan banyak, mau
dibeliin apa sama Libby, beliin mainan
ya !?” Libby malah bilang sama ayah “Ayah, mainan Libby udah banyak sekali …bahkan sebagian mau Libby kasiin ke orang miskin, kasihan kan
mereka nggak punya mainan … Libby mau kirim bunga yang banyak sekali
untuk nini..Nini pasti seneng …” Ayah kaget denger jawaban Libby
tapi sama sekali tidak menyangka
apa-apa..belakangan ayah baru sadar
ini adalah tanda-tandamu yang lain
karena waktu sebelum pemakaman
ternyata rumah nini tempat kamu disemayamkan dipenuhi oleh bunga-
bunga yang bersimpati sama kita. Libby ingat nggak hari Minggu ayah
dan Mommy bawa Libby ke rumah
sakit Bunda untuk diambil darah
karena ayah tidak mau nunggu lagi
sampai hari Senin. Ayah ingat Libby
minta ayam A&W dan minuman Fruity strawberry, ayah seneng sekali Libby
minta makan karena sudah dua hari
ke belakang Libby susah makan. Libby
nggak pernah mengeluh sakit perut
cuma mengeluh pusing saja dan mual. Besoknya mommy membawa hasil
test darah ke dokter lagi, trombosit
kamu masih 149.000. Kata dokter
Libby terkena gejala Thypus dan
disarankan untuk istirahat dan
banyak minum. Sore harinya panas Libby sudah mulai turun, ayah senang
sekali pada saat itu, bahkan ayah
telepon ke Bandung untuk memberi
tahu bahwa Libby sudah turun
panasnya, cuma pada saat itu Libby
masih sangat lemas dan masih muntah. Ayah pikir Libby sudah mendingan.
Malamnya ternyata Libby terus
mengigau dalam tidur, ayah, mommy
dan uti nggak berhenti berdoa, kita
putuskan untuk membawa kamu ke
dokter lagi first thing in the morning. Sama sekali tidak terbersit dalam
pikiran ayah bahwa Libby mungkin
sudah mulai didekati oleh malaikat.
Panas kamu sudah turun sekali ke 36
derajat. Keesokan harinya Libby dianter sama
mommy dan uti ke dokter lagi, di
dokter menurut mommy trombosit
kamu sudah turun ke 59.000 dan
langsung diperintahkan untuk masuk
rumah sakit. Mommy membawa kamu ke RS Mitra Jatinegara karena
kata dokter, disana PICU (ICU anak-
anak) nya cukup baik. Kata Mommy, dalam perjalanan ke RS,
kamu masih minta mie dan pisang.
Mommy ingat di dalam mobil Libby
ngomong, “Ma, kok orang-orang itu tidurnya aneh ya ?” Mommy nggak bisa jawab cuma bilang, “Libby kuat ya ….” sampai di rumah sakit Libby sudah nggak sadar, ketika ditaruh di
bed gawat darurat, Libby langsung
kejang dan pergi untuk selamanya
sebelum dokter sempat melakukan
pertolongan apa-apa. Ayah minta maaf ya Liv nggak bisa
nememin kamu pulang ke rumah
kamu di surga. Ayah ngerasa bodoh
sekali malah ikut meeting di kantor
ketika kamu sedang berjuang dengan
maut. Tapi memang jalannya sudah harus begitu, ayah rela Libby pulang
ke rumah pemilik Libby karena ayah
hanya diberi kesempatan untuk
merawat Libby selama tepat lima
tahun. Mommy sekarang sedang hamil lagi,
Adelle sudah mulai cerewet, maunya
sekarang pake baju punya Libby
terus. Kemarin-kemarin dia terus
berbicara mengenai kamu, Libby
datang ke mimpinya Adelle ya?? Ya udah dulu ya Liv, ayah harus kerja
dulu. Ayah mau buat surat buat
teman-teman ayah biar mereka
belajar dari pengalaman kita. Cium sayang Ayahmu: Dicky

Pulang dari pesta Libby kelihatan sakit
lagi, ayah mencoba untuk menghibur
kamu dengan melakukan kompres
dan lain-lain, panas kamu tidak turun-
turun, hadiah yang banyak pun
hampir-hampir tidak kamu sentuh, hanya saja ada percakapan kita yang
ayah masih sangat ingat. Libby ingat
nggak ketika ayah tanya “Liv, uang yang dari nini kan banyak, mau
dibeliin apa sama Libby, beliin mainan
ya !?” Libby malah bilang sama ayah “Ayah, mainan Libby udah banyak sekali …bahkan sebagian mau Libby kasiin ke orang miskin, kasihan kan
mereka nggak punya mainan … Libby mau kirim bunga yang banyak sekali
untuk nini..Nini pasti seneng …” Ayah kaget denger jawaban Libby
tapi sama sekali tidak menyangka
apa-apa..belakangan ayah baru sadar
ini adalah tanda-tandamu yang lain
karena waktu sebelum pemakaman
ternyata rumah nini tempat kamu disemayamkan dipenuhi oleh bunga-
bunga yang bersimpati sama kita. Libby ingat nggak hari Minggu ayah
dan Mommy bawa Libby ke rumah
sakit Bunda untuk diambil darah
karena ayah tidak mau nunggu lagi
sampai hari Senin. Ayah ingat Libby
minta ayam A&W dan minuman Fruity strawberry, ayah seneng sekali Libby
minta makan karena sudah dua hari
ke belakang Libby susah makan. Libby
nggak pernah mengeluh sakit perut
cuma mengeluh pusing saja dan mual. Besoknya mommy membawa hasil
test darah ke dokter lagi, trombosit
kamu masih 149.000. Kata dokter
Libby terkena gejala Thypus dan
disarankan untuk istirahat dan
banyak minum. Sore harinya panas Libby sudah mulai turun, ayah senang
sekali pada saat itu, bahkan ayah
telepon ke Bandung untuk memberi
tahu bahwa Libby sudah turun
panasnya, cuma pada saat itu Libby
masih sangat lemas dan masih muntah. Ayah pikir Libby sudah mendingan.
Malamnya ternyata Libby terus
mengigau dalam tidur, ayah, mommy
dan uti nggak berhenti berdoa, kita
putuskan untuk membawa kamu ke
dokter lagi first thing in the morning. Sama sekali tidak terbersit dalam
pikiran ayah bahwa Libby mungkin
sudah mulai didekati oleh malaikat.
Panas kamu sudah turun sekali ke 36
derajat. Keesokan harinya Libby dianter sama
mommy dan uti ke dokter lagi, di
dokter menurut mommy trombosit
kamu sudah turun ke 59.000 dan
langsung diperintahkan untuk masuk
rumah sakit. Mommy membawa kamu ke RS Mitra Jatinegara karena
kata dokter, disana PICU (ICU anak-
anak) nya cukup baik. Kata Mommy, dalam perjalanan ke RS,
kamu masih minta mie dan pisang.
Mommy ingat di dalam mobil Libby
ngomong, “Ma, kok orang-orang itu tidurnya aneh ya ?” Mommy nggak bisa jawab cuma bilang, “Libby kuat ya ….” sampai di rumah sakit Libby sudah nggak sadar, ketika ditaruh di
bed gawat darurat, Libby langsung
kejang dan pergi untuk selamanya
sebelum dokter sempat melakukan
pertolongan apa-apa. Ayah minta maaf ya Liv nggak bisa
nememin kamu pulang ke rumah
kamu di surga. Ayah ngerasa bodoh
sekali malah ikut meeting di kantor
ketika kamu sedang berjuang dengan
maut. Tapi memang jalannya sudah harus begitu, ayah rela Libby pulang
ke rumah pemilik Libby karena ayah
hanya diberi kesempatan untuk
merawat Libby selama tepat lima
tahun. Mommy sekarang sedang hamil lagi,
Adelle sudah mulai cerewet, maunya
sekarang pake baju punya Libby
terus. Kemarin-kemarin dia terus
berbicara mengenai kamu, Libby
datang ke mimpinya Adelle ya?? Ya udah dulu ya Liv, ayah harus kerja
dulu. Ayah mau buat surat buat
teman-teman ayah biar mereka
belajar dari pengalaman kita. Cium sayang Ayahmu: Dicky

Posted By♂♀Lynzz HSG♀♂©HSG-March 2011

0 komentar:

Poskan Komentar

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Blogger Templates