21/01/11

Kisah Nyata: Sriyono, Si Penjual Siomay Pink

Salam Surgawi,

Bagi yang pernah mendapat attach foto siomay pink dari album di FB Kaz, inilah kisah sebenarnya siomay pink.

Ini fotonya:



Diambil di daerah Pantai Indah Kapuk, Jakarta Utara.

Berikut adalah kisah nyatanya. Kaz menterjemahkannya langsung ke dalam bahasa Indonesia dari sumbernya:
http://thejakartaglobe.com/myjakarta/my-jakarta-sriyono-yo-pink-siomay-vendor/411664

Hanya untuk pembaca setia HSG.

Selamat membaca!


Kisah Nyata: Sriyono, Si Penjual Siomay Pink

Telah 3 tahun berlalu sejak Sriyono melihat kedua putrinya. Tetapi setiap harinya dia bangun jam 3 pagi dan memakai kaos pink, sepatu pink, celana pendek pink karena itu adalah warna favorit putri pertamanya, Peski Safria.

Dia berharap hal ini tersebar dan perhatian yang diberikannya melalui Yo Pink, bisnis siomay kelilingnya, akan membawa putrinya kembali kepadanya.

Kalian juga dapat membantu Sriyono, yang menghabiskan uang bukan sedikit untuk tidur di halte bis. Ini adalah hari ulang tahun putri bungsunya. Jadi kalau kalian mengetahui anak-anak perempuan berumur 10 tahun meniup lilin hari ini, tunjukkanlah pada mereka arah Jalan Gandaria Tengah di Kebayoran Baru, Jakarya Selatan. Disana ada seorang ayah yang siap memberikan pelukan kepada putri kecilnya.


T: Mari kita mulai dengan kenyataan, mengapa pink?
J: Ini adalah warna favorit putri sulungku. Sebenarnya, istriku dan aku bercerai dan aku belum melihat anak-anakku dalam 3 tahun ini.
Mungkin suatu hari, berita tentang seorang lelaki yang berpakaian serba pink dan menjual siomay akan sampai kepada mereka dan kami bisa bersatu kembali.
Mertua saya bilang anak-anakku sudah tiada. Aku bahkan tidak tahu kalau mereka tahu aku masih hidup.

T: Jadi, ada berapa banyak baju pink yang Anda miliki?
J: Aku punya 34 baju pink, 18 celana pendek pink, 12 topi pink, 3 jam tangan pink, 3 kacamata pink, gelang pink, sebuah anting pink dan 6 pasang sepatu pink.

T: Apakah Anda selalu berjualan siomay di Jalan Gandaria Tengah?
J:Aku telah melakukannya sejak tahun 80an... Bahkan sebelumnya. Dari 1982 sampai 1986 aku berjualan siomay dengan sepeda, tapi di tahun 1996 aku membuka outlet sendiri di Plaa Senayan. Disanalah masalah dengan istriku dan bisnis dimulai. Aku tidak bisa membayar sewa, jadi kututup saja. Setelah itu, aku mulai berjualan siomay dengan teman-teman bisnis baru. Tapi akhirnya bangkrut juga dan aku harus tidur di halte busway dan di sebuah mesjid di Senayan.

T: Wow. Lalu apa yang terjadi?
J: Seseorang di mesjid cukup baik untuk memberiku uang untuk memulai bisnis baru. Aku berjualan siomay lagi. Tapi aku memutuskan untuk berjualan di Pasar Raya (Blok M). Tapi lokasinya tidak bagus dan aku kehilangan segalanya lagi. Itu tahun kemarin. Tapi aku bisa lagi sekarang. Aku berhasil melakukannya. Aku balik berjualan siomay. Dan kali ini kelihatannya berhasil. (tersenyum)

T: Apakah kamu ingat kapan pertama kali kamu jatuh cinta kepada siomay?
J: Tahun 1969. Aku pindah ke Jakarta dari Klaten, Jawa Tengah, untuk mencari kerja, yang memang kulakukan. Aku menjual mobil. Tetapi aku baru saja jatuh cinta pada siomay. Aku menjadi salesman mobil sampai akhir tahun 1970an, tapi sebenarnya aku telah memutuskan untuk mewujudkan cinta sejatiku. Aku bertemu seorang lelaki dari Bangka yang memiliki bisnis siomay. Jadi aku bekerja padanya selama 1 tahun, gratis, tanpa bayaran, jadi aku bisa belajar apapun tentang siomay. Kemudian orang Bangka itu meninggal, dan dia tidak memiliki sanak keluarga, jadi aku mengambil alih bisnisnya.

T: Bagaimana bisa seseorang sangat mencintai siomay?
J: Apa yang kusuka dari siomay adalah karena adanya kentang, tahu dan kol di dalamnya. Semua bumbu termurah di pasar menjadi satu membentuk kelezatan.

T: Berapa usia anak-anak perempuan Anda?
J: Putri tertuaku lahir tanggal 9/9/99 dan yang satu lagi 15 Desember 2000.

T: Anda cukup populer di Twitter. Apa pernah berpikir untuk memakai BlackBerry dan tetap terhubung kabar terbaru dari semua fans dimana Anda berada?
J: Amu menolak memiliki BB. Begitu aku mendapatkannya dan mulai bertwitter dimana aku itu merupakan sesuatu yang baru yang harus kutinggalkan. Aku ingin orang datang dan menemuiku. Aku menyukai fakta bahwa setiap orang penasaran tentang laki-laki yang berpakaian serba pink dan menjual siomay di Kebayoran Baru. Orang-orang berpikir aku memakai pink itu mempesona, tapi bagiku itu hanya sebuah warna.

T: Jadi apa jadwal rutinitas Anda?
J: Aku bangun jam 2 atau 3 pagi. Jadi aku bisa pergi ke pasar dan belanja ikan. Aku melakukan segala sesuatu dengan catatan. Tahukah kamu, lelaki tua yang mana aku belajar siomay darinya, dia selalu menggunakan daging babi. Aku adalah orang pertama di Jakarta yang menggunakan daging ikan. Ketika hal itu sudah selesai, aku datang kemari dan berjualan siomay dari jam 10 pagi sampai sekitar jam 6 sore atau sampai habis.

T: Apakah Anda selalu datang ke tempat yang sama setiap harinya?
J: Yap. Aku kemungkinan akan berada disini sampai paling tidak akhir tahun (2010). Kemudian aku akan pindah ke tempat lain lagi. Terus ikuti aku ya dan sepeda Yo Pink.


Itulah kisah nyata Sriyono, si siomay pink. Kaz mendapatkan gambarnya dari BBM temannya yang kemudian di-upload ke dalam FB nya dan di-tagged kepada teman-temannya.


Salam HSG

Posted and translated by: Kaz HSG
HSG - January 2011

0 komentar:

Poskan Komentar

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Blogger Templates