28/12/10





Sekilas Tentang Marga T

Marga Tjoa (lahir 1943), yang lebih dikenal dengan nama Marga T., adalah salah seorang pengarang Indonesia yang paling produktif. Hingga kini Marga telah menerbitkan 128 cerita pendek dan 67 buku (untuk anak-anak, novel serta kumpulan cerpen).

Sejak kecil Marga telah banyak menulis. Karangan-karangannya mula-mula dimuat di majalah sekolahnya. Pada usia 21 tahun, ia menghasilkan cerita pendeknya yang pertama, Kamar 27, yang kemudian disusul oleh bukunya yang pertama, Rumahku adalah Istanaku, sebuah cerita anak-anak, yang diterbitkan pada 1969.

Sebagai penulis, Marga adalah seorang pekerja keras. Ia dapat menghabiskan waktu empat hingga lima jam sehari dalam mengarang. Kedisiplinannya juga tampak dari kegiatannya membaca apa saja. "Masyarakat berhak memilih bacaan yang disukainya, tapi penulis tidak. Ia harus membaca tulisan siapa pun," begitu prinsip Marga. Karena itu ia rela mengeluarkan banyak uang untuk membeli novel.

Novelnya yang paling mutakhir, "Sekuntum Nozomi", buku ketiga, yang terbit pada 2004, mengangkat kisah seputar tragedi Mei 1998 yang menelan banyak korban khususnya di kalangan kaum perempuan keturunan Tionghoa.

Marga T juga pernah dianggap sebagai salah seorang penulis terbaik untuk jenis cerita hiburan sehat. Bahasanya sederhana dan lincah. Adegan-adegan asmara yang diungkapkannya tak tergelincir menjadi cengeng dan murahan. Bahkan sampai kepada pelukisan hubungan biologis pria-wanita, ia berhasil menyuguhkan cara yang tak membuat pembaca jijik atau bergidik. Tapi berbeda dengan buku-bukunya, Marga T seperti jauh dari publisitas. Ia selalu menolak permintaan beberapa koran dan majalah yang ingin berwawancara dipotretpun, ia kerap mengelak.

Marga T sendiri berhasil menyelesaikan kuliah di Fakultas Kedokteran, Universitas Trisakti, Jakarta. Ia senang membaca, mendengarkan musik, dan bisa bermain piano sedikit. Ia suka membaca buku-buku detektif, Marga sendiri pernah berniat menulis cerita tentang spionase.

Marga T enggan terkenal. “Khawatir kalau tidak lagi bebas naik bis atau nonton bioskop. Kalau sudah tidak bebas, habislah semua sumber cerita saya”, katanya.

Namanya semakin melonjak ketika novel pertamanya Karmila di tahun 1971 dipublikasikan. Karmila kemudian difilmkan, dengan sutradara Ami Priyono. Novel Badai Pasti Berlalu kian membuat nama Marga T. melejit. Sukses kedua novel ini merangsang Marga untuk terus menulis. Karya-karyanya yang lain adalah Sebuah Ilusi, Gema Sebuah Hati, Sepotong Hati Tua dan banyak lagi.

Berbicara tentang kedudukannya sebagai dokter, penulis dan juga seorang istri, Marga berpendapat, “Bila seorang wanita sudah memilih untuk menikah, maka seharusnya kedudukan sebagai istrilah yang paling membahagiakan”.

Marga T

Nama asli : Margaretha Harjamulia (Tjia Liang Tjoe)
Lahir : Jakarta, 27 Januari 1943
Pendidikan terakhir : Sarjana Fakultas Kedokteran Universitas Res Publica (Universitas Trisakti)
Profesi : Novelis dan dokter


# Bibliografi

Daftar berikut ini memuat sebagian dari karya Marga Tjoa:

* Sekuntum Nozomi (buku satu hingga keempat) - (2002-2006)
* Dibakar Malu dan Rindu (2003)
* Dipalu Kecewa dan Putus Asa (2001)
* Amulet dari Nubia (1999)
* Dicabik Benci dan Cinta (1998)
* Didera Sesal dan Duka (1998)
* Matahari Tengah Malam (1998)
* Melodi Sebuah Rosetta (1996)
* Dikejar Bayang-bayang (1995)
* Sepagi Itu Kita Berpisah (1994)
* Rintihan Pilu Kalbuku (1992)
* Seribu Tahun Kumenanti (1992)
* Berkerudung Awan Mendung (1992)
* Sonata Masa Lalu (1991)
* Bukan Impian Semusim (1991)
* Namamu Terukir di Hatiku (1991)
* Istana di Kaki Langit (1990)
* Petromarin (1990)
* Waikiki Aloha: kumpulan satir (1990)
* Kobra Papageno: Manusia Asap dari Pattaya (1990)
* Kobra Papageno: Rahasia Kuil Ular (1989)
* Di Hatimu Aku Berlabuh (1988)
* Ketika Lonceng Berdentang: cerita misteri (1986)
* Kishi: buku kedua trilogi (1987)
* Batas Masa Silam: Balada Sungai Musi (1987)
* Oteba: buku ketiga trilogi (1987)
* Ranjau-ranjau Cinta (1987)
* Sekali dalam 100 tahun: kumpulan satir (1988)
* Tesa (1988)
* Sembilu Bermata Dua (1987)
* Setangkai Edelweiss: sambungan Gema Sebuah Hati (1987)
* Untukmu Nana (1987
* Saskia: sebuah trilogi (1987)
* Bukit Gundaling (1984)
* Rahasia Dokter Sabara (1984)
* Saga Merah (1984)
* Fatamorgana (1984)
* Monik: sekumpulan cerpen (1982)
* Sebuah Ilusi (1982)
* Lagu Cinta: kumpulan cerpen (1979)
* Sepotong Hati Tua (1977)
* Bukan Impian Semusim (1976)
* Gema Sebuah Hati (1976)
* Badai Pasti Berlalu (1974)
* Karmila (1971, dibukukan (1973)
* Rumahku adalah Istanaku (1969)

Diambil dari berbagai simber.

Salam HSG,
Tsn.

0 komentar:

Poskan Komentar

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Blogger Templates