18/11/10


HALLOWEEN,TRICK OR TREAT
Kaz Felinus Li 29 Oktober jam 20:23 Balas Laporkan

Salam Surgawi,

Trick or Treat?
Itu ucapan yang sangat sering terdengar menjelang even penting seperti Halloween. Apa sih Halloween itu? Kok di Indonesia gak ada?

Tim Admin HSG mengumpulkan artikel mengenai Halloween, asal-usul dan pernak-pernik tentang even tersebut. Sekedar tahu pun boleh kan? Jadi tak ada salahnya bila kita membaca bersama-sama. Paling tidak wawasan kita bertambah lagi deh. Yuks!

Halloween
Halloween atau Hallowe’en adalah tradisi perayaan malam tanggal 31 Oktober, dan terutama dirayakan di Amerika Serikat. Tradisi ini berasal dari Irlandia, dan dibawa oleh orang Irlandia yang beremigrasi ke Amerika Utara.

Halloween dirayakan anak-anak dengan memakai kostum seram, dan berkeliling dari pintu ke pintu rumah tetangga meminta permen atau cokelat sambil berkata "Trick or treat!" Ucapan tersebut adalah semacam "ancaman" yang berarti "Beri kami (permen) atau kami jahili."

Di zaman sekarang, anak-anak biasanya tidak lagi menjahili rumah orang yang tidak memberi apa-apa. Sebagian anak-anak masih menjahili rumah orang yang pelit dengan cara menghiasi pohon di depan rumah mereka dengan tisu toilet atau menulisi jendela dengan sabun.

Halloween identik dengan setan, penyihir, hantu goblin dan makhluk-makhluk menyeramkan dari kebudayaan Barat. Halloween disambut dengan menghias rumah dan pusat perbelanjaan dengan simbol-simbol Halloween.

Sejarah
Halloween berasal dari festival Samhain (dari bahasa Irlandia Kuno samain) yang dirayakan orang Kelt zaman kuno.Festival Samhain merupakan perayaan akhir musim panen dalam kebudayaan orang Gael, dan kadang-kadang disebut "Tahun Baru Kelt". Orang Kelt yang menganut paganisme secara turun temurun menggunakan kesempatan festival untuk menyembelih hewan ternak dan menimbun makanan untuk persiapan musim dingin.

Bangsa Gael kuno percaya bahwa tanggal 31 Oktober, pembatas dunia orang mati dan dunia orang hidup menjadi terbuka. Orang mati membahayakan orang hidup dengan membawa penyakit dan merusak hasil panen. Sewaktu merayakan festival, orang Gael menyalakan api unggun untuk membakar tulang-tulang dari hewan yang mereka sembelih. Orang Gael mengenakan kostum dan topeng untuk berpura-pura sebagai arwah jahat atau berusaha berdamai dengan mereka.

Asal usul istilah
Halloween merupakan kependekan dari All Hallows' Even (eve dan even sama-sama berarti petang/malam) yang berarti malam sebelum hari raya All Hallow yang sekarang disebut Hari Raya Semua Orang Kudus (All Saints Holy Day). Huruf "n" di akhir kata Halloween berasal dari kata even.

Pada zaman dulu, tanggal 1 November dipakai sebagai hari festival keagaamaan di berbagai tradisi paganisme Eropa hingga Paus Gregorius III dan Paus Gregorius IV memindahkan perayaan All Saints' Day menurut kalender santo dari tanggal 13 Mei ke tanggal 1 November. Tanggal 13 Mei dulunya dirayakan sebagai hari raya paganisme untuk festival Lemuria.

Hari Raya Semua Orang Kudus ditentukan misionaris Kristen bertepatan dengan hari raya pagan dengan alasan ingin orang pagan mempercayai agama Kristen. Hari Para Arwah (Day of the Dead) yang merayakan kedatangan arwah sanak keluarga dan kerabat kembali ke bumi sampai sekarang masih diperingati di beberapa negara seperti di Brazil, Meksiko, dan Filipina.

Simbol Halloween
Simbol Halloween yang dimengerti secara universal adalah labu yang diukir membentuk wajah "menyeramkan" yang disebut Jack-o'-lantern. Di dalam Jack-o'-lantern biasanya diletakkan lilin menyala atau lampu agar terlihat lebih seram di tempat gelap.

Di Amerika Serikat, lentera Jack-o'-lantern sering diletakkan di depan pintu masuk rumah sesudah hari mulai gelap. Tradisi mengukir Jack-o'-lantern berasal dari Amerika Utara yang banyak menghasilkan labu berukuran besar.

Simbol-simbol perayaan Halloween menggambarkan keadaan alam di musim gugur, termasuk labu hasil panen dan orang-orangan sawah sebagai penjaga hasil panen.

Selain itu, simbol-simbol Halloween juga dekat dengan kematian, keajaiban, monster, dan karakter menyeramkan hasil rekaan pembuat film Amerika dan perancang grafis. Karakter-karakter yang sering dikaitkan dengan Halloween adalah setan dan iblis dari kebudayaan Barat, manusia labu, makhluk angkasa luar, penyihir, kelelawar, burung hantu, burung gagak, burung bangkai, rumah hantu, kucing hitam, laba-laba, goblin, zombie, mumi, tengkorak, dan manusia serigala.

Karakter film horor klasik seperti drakula atau monster Frankenstein juga dipakai untuk perayaan Halloween. Hitam dan oranye dianggap sebagai warna tradisional Halloween, walaupun sekarang banyak juga barang-barang Halloween berwarna ungu, hijau dan merah.

Di belahan bumi beriklim sejuk, perayaan Halloween berlangsung di musim apel. Salah satu makanan Halloween adalah apel karamel (apel yang dicelup ke dalam cairan gula). Hidangan lain yang lekat dengan tradisi Halloween adalah pai labu, sari buah apel (minuman cider), candy corn, bonfire toffee, candy apple, dan permen yang dibungkus dengan warna-warni Halloween (oranye, coklat, atau hitam).

Perayaan di Amerika Serikat
Bagi anak-anak di Amerika, Halloween berarti kesempatan memakai kostum Halloween dan mendapatkan permen, sedangkan bagi orang dewasa adalah kesempatan berpesta kostum. Bagi pedagang eceran di Amerika, Halloween berada di urutan kedua di bawah hari Natal sebagai perayaan yang paling yang menguntungkan.

Sejarah topeng dan kostum Halloween sebelum tahun 1900 di Amerika atau di tempat lain masih sedikit yang diketahui karena keterbatasan sumber primer. Kostum Halloween yang diproduksi massal belum terlihat di toko-toko hingga tahun 1950-an, walaupun topeng Halloween sudah ada lebih dulu.

Di tahun 2005, asosiasi produsen permen Amerika melaporkan 80% orang dewasa berencana membagi-bagikan permen kepada anak-anak yang datang, sedangkan 93% anak-anak ingin berkeliling dari pintu ke pintu rumah tetangga di malam Halloween.

Kota Anoka di negara bagian Minnesota mengklaim diri sebagai "ibu kota Halloween" dan merayakannya dengan pawai besar-besaran. Kota Salem di Massachusetts yang terkenal dengan legenda tukang sihir dari Salem biasanya didatangi lebih banyak wisatawan menjelang perayaan Halloween.

Kota New York mengadakan pawai perayaan Halloween terbesar di Amerika Serikat yang disebut The Village Halloween Parade. Pawai yang dirintis pembuat topeng di Greenwich Village New York sekarang menarik perhatian 50 ribu peserta berkostum dan ditonton oleh 4 juta pemirsa televisi.

Halloween di Asia
Festival Halloween bukan saja diperingati di Amerika dan Eropa, namun juga di Asia. Beberapa negara Asia seperti Jepang, Korea Selatan, China, termasuk Indonesia, turut memeriahkan festival tahunan ini.

Di Jepang sendiri sudah ada festival sejenis yang diperingati setiap tanggal 15 Agustus. Nama festival ini adalah O-bon. Dimana setiap orang Jepang wajib mengunjungi kuburan leluhur mereka dan membawa arwah mereka pulang ke rumah untuk menikmati hidangan khusus yang telah disediakan. Sepanjang festival itu, orang Jepang memakai Yukata, sejenis kimono namun bahannya lebih tipis. Labu juga terkenal di festival Halloween di Jepang. Nama labu untuk festival itu adalah Kabocha.

Sementara di Korea Selatan, festival Halloween lebih dikenal dengan nama Korean Autumn Festival (Chrysanthemum Festival) atau Festival Musim Gugur Korea. Festival senada dengan Halloween lainnya adalah Chuseok festival. Sebuah festival musim panen yang diselenggarakan di bulan 8 hari ke-15 penanggalan bulan. Selama Chuseok, makanan yang disajikan adalah songpyeon, bulgogi (stik sapi cincang), japchee (sayuran dimasak bersama dengan nasi dan mie), dan buah-buahan.

Di China sendiri, mungkin sebagian dari kita sudah tahu dan baru saja melewatinya, festival Halloween yang terkenal adalah Hungry Ghosts Festival atau Festival Hantu Lapar, yang diperingati setiap bulan 7 tanggal 15 kalender lunar. Di hari itu, pintu neraka dibuka selama 15 hari dan ditutup tepat jam 12 malam tanggal 15. Jadi para arwah bebas bergentayangan mencari makan dan uang selama itu. Itu pula sebabnya, banyak orang Chinese membakar uang-uangan berupa kertas selama peristiwa itu.

Bagaimana dengan di Indonesia? Halloween dirayakan hanya di kota-kota besar seperti Jakarta, Bandung, Medan, Surabaya, dan Denpasar. Kota yang banyak dikunjungi orang asing dan para pemilik tempat memanfaatkan momen Halloween dengan membuat acara Masquerade Party (Pesta Topeng). Namun sebenarnya, bagi sebagian orang, mereka percaya bahwa setiap satu bulan sekali adalah malam Halloween, yaitu setiap malam Jum'at Kliwon. Malam dimana kekuatan arwah dan roh halus, juga ilmu hitam sedang kencang-kencangnya. Sebenarnya, tak perlu perayaan Halloween dengan kostum dan busana menakutkan pun, hantu-hantu dan setan-setan di Indonesia sudah sangat menakutkan? Gak percaya? Coba aja ke kuburan tengah malam atau malam Jum'at Kliwon. Atau ke Terowongan Casablanca. Atau ke rumah hantu Pondok Indah. Atau mungkin di pojok kamar tidur atau kamar mandi rumahmu juga ada hantu yang menunggu, hanya saja kita tak bisa melihatnya.

Happy Halloween!

Salam HSG
Posted by: Kaz HSG
HSG - October 2010

0 komentar:

Poskan Komentar

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Blogger Templates