18/11/10


Biografi Wong Fei Hung (1847-1924)

Kaz Felinus Li 25 Oktober jam 19:43

Salam Surgawi,

Sedikit flashback tentang sejarah dan latar belakang Kung Fu-nya Wong Fei Hung dan Kung Fu Hung Gar. Sejak Manchuria menguasai China, banyak para revolusioner berlatih kungfu di kuil Shaolin di bagian selatan China. Ada bermacam-macam jurus yang diajarkan, slaah satunya adalah Wing Chun, yang merupakan bela diri original Bruce Lee (sebelum dimodifikasi olehnya dengan Jet Kun Do) dan jurus Hung Gar.

Hung Gar sendiri diciptakan oleh Hung Hei-Kun. Dia dulunya seorang pedagang teh di Hokkian. Sekitar tahu 1700 dia jadi murid Shaolin. Disaat pemerintah Ching menguasai kuil dengan maksud untuk menangkap para revolusioner, Hung Hei Kun salah satu dari 30 org yang berhasil melarikan diri.

Kemudian Hei Kun mendirikan sekolah bela diri yang diberi nama Hung Gar. Dia memberi nama begitu dengan maksud untuk menyembunyikan identitasnya sebagai mantan shaolin. Karena saat itu pemerintahan Ching sangat anti Shaolin. Hei Kwun menikah dengan Fong Wing Chun, yang mana adalah seorang ahli beladiri Shaolin crane. Konon kabarnya Hei Kun menggabungkan jurusnya dengan jurus Shaolin crane.

Hung Hei Kun memiliki memiliki murid yang bernama Luk Ah Choy. Luk Ah Choy kemudian memiliki seorang murid yang berbakat, Wong Tai. Luk Ah Choy juga mengajar kungfu kepada anak Wong tai, yang bernama Wong Kai Ying. Wong Kai Ying kemudian mempunyai seorang anak yg bernama Wong Fei Hung. Wong Fei Hung belajar dasar-dasar Hung Gar langsung dari Luk Ah Choy.


Wong Fei Hung adalah seorang guru bela diri, tabib, guru ilmu pengetahuan, dan revolusioner. Motto hidupnya "menolong yang lemah dan yang tidak mampu". Wong Fei-Hung kecil lahir pada 1847 di Kwantung (Guandong) . Dia anak dari seorang ahli fisika, ahli obat2an dan guru bela diri, namanya Wong Kay Ying. Ayahnya tabib, pemilik dan pendir klinik obat bernama Po Chi Lam dan Fei Hung sebagai asisten ayahnya. Fei Hung juga seorang revolusioner karena dia diam-diam menentang orang-orang Mancuria. Wong Fei Hung menguasai wushu tingkat tinggi yang membuatnya terkenal sebagai salah seorang dari Sepuluh Macan Kwangtung.

Kombinasi ilmu pengobatan Tiongkok tradisional dan teknik beladiri yang berpadu dengan olah keluhuran budi membuat keluarga Wong banyak turun tangan membantu orang-orang lemah dan tertindas pada masa itu. Banyak diantara pasiennya yang meminta bantuan pengobatan berasal dari kalangan miskin tetapi mereka tetap membantu dengan sungguh-sungguh. Selain itu, secara diam-diam keluarga Wong juga turut aktif dalam gerakan bawah tanah melawan pemerintahan Dinasti Ch’ing yang korup dan menindas rakyat.

Wong Fei-Hung mulai mengasah bakat beladirinya sejak perjumpaannya dengan guru ayahnya bernama Luk Ah-Choi yang kemudian mengajarinya dasar-dasar jurus Hung Gar. Jurus ini ditemukan, dikembangkan dan menjadi andalan Hung Hei-Kwun, kakak seperguruan Luk Ah-Choi. Hung Hei-Kwun adalah pendekar dari Shaolin yang lolos dari peristiwa pembakaran dan pembantaian oleh pemerintah pendudukan Manchuria (Dinasti Ch’ing) pada 1734. Dengan kepemimpinan Hung Hei-Kwun inilah, para pejuang pemberontak hampir mengalahkan dinasti penjajah jika saja pemerintah tidak meminta bantuan pasukan-pasukan bersenjata bangsa asing (Rusia, Inggris, Jepang).

Wong Fei-Hung kemudian meneruskan belajarnya pada ayahnya sendiri hingga kemudian pada awal usia 20-an tahun, ia telah menjadi ahli pengobatan dan beladiri terkemuka. Bahkan ia berhasil mengembangkannya menjadi lebih maju. Kemampuan beladirinya semakin sulit ditandingi ketika ia berhasil membuat jurus baru yang sangat taktis namun efisien yang dinamakan cakar macan dan pukulan khusus sembilan. Selain dengan tangan kosong, ia juga mahir menggunakan bermacam-macam senjata. Masyarakat setempat pernah menyaksikan bagaimana ia seorang diri dengan hanya bersenjatakan tongkat (toya) berhasil mengalahkan 30 orang jagoan pelabuhan berbadan kekar dan kejam di Canton yang mengeroyoknya karena ia mau membela rakyat kecil yang akan mereka peras.

Dalam awal kehidupan berkeluarganya, Tuhan mengujinya dengan berbagai cobaan. Seorang anaknya terbunuh dalam suatu insiden. Wong Hawn-Sum mengikuti jejak ayahnya. Ahli bela diri dan suka menolong orang. Namun tahun 1890 Hawn Sum mati ditembak oleh gangster. Sejak kejadian itu Fei Hung tidak pernah lagi mengajarkan Kung Fu kepada anak2nya yang lain.

Wong Fei-Hung tiga kali menikah karena istri-istrinya meninggal dalam usia pendek, lalu ia memutuskan untuk hidup sendiri sampai kemudian ia bertemu dengan pasangan hidupnya yang terakhir bernama Mok Gwai Lan, seorang perempuan muda yang kebetulan juga sangat ahli beladiri. Mok Gwai Lan pun turut mengajar beladiri pada kelas perempuan di perguruan suaminya. Pada 1924 Wong Fei-Hung meninggal.


Salam HSG

Posted by: Kaz HSG
HSG - October 2010

0 komentar:

Poskan Komentar

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Blogger Templates