18/11/10


Apa Yang Kau Inginkan dalam Hidupmu

Lynzz Zhen 26 Oktober jam 21:37

Di propinsi Zhe Jiang China, ada seorang anak laki-laki yang luar biasa, sebut saja namanya Zhang Da. Perhatiannya yang besar kepada papanya, hidupnya yang pantang menyerah dan mau bekerja keras serta tindakan dan perkataannya yang menyentuh hati membuat Zhang Da, anak lelaki yang berumur 10 tahun ketika memulai semua itu, pantas disebut anak yang luar biasa. Saking jarangnya seorang anak yang berbuat demikian, sehingga ketika pemerintah China mendengar dan menyelidiki apa yang Zhang Da perbuat maka mereka pun memutuskan untuk menganugerahi penghargaan Negara yang tinggi padanya.
Zhang Da adalah salah satu dari 10 orang anak yang dinyatakan telah melakukan perbuatan yang luar biasa dari antara 1,4 milyar penduduk China. Tepatnya 27 Januari 2006 Pemerintah China di Propinsi Jiang Xu, kota Nan Jing, serta disiarkan secara nasional keseluruh pelosok negeri, memberi penghargaan kepada 10 orang yang luar biasa, salah satunya adalah Zhang Da.

Mengikuti kisahnya di TV, membuat saya ingin menulis cerita ini untuk melihat semangatnya yang luar biasa.
Bagi saya Zhang Da saangat istimewa dan luar biasa karena ia termasuk 10 orang yang paling luar biasa diantara 1,4 milyar manusia. Atau lebih tepatnya yang terbaik diantara 140 juta manusia. Tetapi jika kita melihat apa yang dilakukannya dimulai ketika ia berumur 10 tahun dan terus ia lakukan sampai sekarang ( ia berumur 15 btahun ), dan satu-satunya anak diantara 10 orang yang luar biasa tersebut maka saya bisa katakana bahwa Zhang Da yang paling luar biasa diantara 1,4 milyar penduduk China.

Pada waktu tahun 2001, Zhang da ditinggal pergi oleh mamanya yang sudah tidak tahan lagi hidup menderita karena miskin dank arena suaminya yang sakit keras.
Dan sejak hari itu, Zhang Da hidup dengan seorang papa yang tidak bisa bekerja, tidak bisa berjalan, dan sakit-sakitan. Kondisi ini memaksa seorang bocah ingusan yang waktu itu belum genap 10 tahun untuk mengambil tanggung jawab yang sangat berat. Ia harus sekolah, ia harus mencari makan untuk papanya dan juga untuk dirinya sendiri, ia juga harus memikirkan obat-obat yang pasti tidak murah untuknya.
Dalam kondisi yang seperti inilah kisah luar biasa Zhang Da dimulai. Ia masih terlalu kecil untuk menjalankan tanggung jawab yang susah dan pahit ini. Ia adalah salah satu dari sekian banyak anak yang harus menerima kenyataan hidup yang pahit didunia ini. Tetapi yang membuat Zhang Da berbeda adalah bahwa ia tidak menyerah.

Hidup harus terus berjalan, tapi tidak dengan melakukan kejahatan, melainkan memikul tanggung jawab untuk meneruskan kehidupannya dan papanya. Demikian ungkapan Zhang Da ketika menghadapi utusan pemerintah yang ingin tahu apa yang dikerjakannya. Ia mulai lembaran baru dalam hidupnya dengan terus bersekolah. Dari rumah sampai sekolah harus berjalan kaki melewati hutan kecil. Dalam perjalanan dari dan kesekolah itulah, ia mulai makan daun, biji-bijian dan buah-buahan yang ia temui.
Kadang juga ia menemukan sejenis jamur, atau rumput dan ia mencoba memakannya. Dari mencoba-coba makan semua itu, ia tahu mana yang masih bisa ditolenir oleh lidahnya dan mana yang tidak bisa ia makan. Setelah jam pulang sekolah di siang hari dan di sore hari, ia bergabung dengan beberapa tukang batu untuk membelah batu-batu besar dan memperoleh upah dari pekerjaan itu. Hasi kerja sebagai tukang batu ia gunakan untuk membeli beras dan obat-obatan untuk papanya. Hidup seperti ini ia jalani selama 5 tahun tetapi badannya tetap sehat, segar dan kuat.

Sejak berumur 10 tahun ia mulai tanggung jawab untuk merawat papanya. Ia menggendong papanya ke WC, ia menyeka dan sekali-kali memandikan papanya, ia membeli beras dan membuat bubur, dan segala urusan papanya, semua ia kerjakan dengan rasa tanggung jawab dan kasih.
Semua pekerjaan ini menjadi tanggung jawabnya sehari-hari.

Obat yang mahal dan jauhnya tempat berobat membuat Zhang Da berpikir untuk menemukan cara yang terbaik untuk mengatasi semua ini. Sejak berumur 10 tahun ia mulai belajar tentang obat-obatan melalui sebuah buku bekas yang ia beli. Yang membuatnya luar biasa adalah ia belajar bagaimana seorang suster memberi injeksi / suntikan kepada pasiennya. Setelah ia merasakan ia mampu, ia nekad untuk menyuntik papanya sendiri. Saya sungguh kagum, kalau anak kecil main dokter-dokteran dan suntikan itu sudah biasa. Tapi jika anak 10 tahun menberi suntikan seperti layaknya suster atau dokter yang sudah biasa memberi injeksi saya baru tahu hanya zhang Da. Orang bisa bilang apa yang di lakukannya adalah perbuatan nekad, sayapun berpendapat demikian. Namun jika kita bisa memahami kondisinya maka saya ingin katakan bahwa Zhang Da adalah anak cerdas yang kreatif dan mau belajar untuk mengatasi kesulitan yang sedang ada dalam hidup dan kehidupannya.
Sekarang pekerjaan menyuntik papanya sudah dilakukannya selama lebih kurang 5 tahun, maka Zhang Da sudah trampil dan ahli menyuntik.

Ketika mata pejabat, pengusaha, para artis dan orang terkenal yang hadir dalam acara penganugerahan penghargaan tersebut sedang tertuju pada Zhang Da, Pembaea Acara ( MC ) bertanya padanya, “ Zhang Da, sebut saja kamu mau apa, sekolah dimana, apa yang kamu rindukan untuk terjadi dakam hidupmu, berapa uang yang kamu butuhkan sampai kamu selesai kuliah, besar nantu kamu mau kuliah dimana, sebut saja. Pokoknya apa yang kamu idam-idamkan sebut saja, disini banyak pejabat, pengusaha, orang terkenal yang hadir. Saat ini juga ada ratusan juta orang yang sedang meliha kamu melalui layer TV, mereka bisa membantumu ! “
Zhang Da pun terdiam dan tidak menjawab apa-apa. MC pun berkata lagi kepadanya, “ Sebutkan saja, mereka bisa membantumu “
Beberepa menit Zhang Da masih diam, lalu dengan suara bergetar ia pun menjawab, “ aku mau mama kembali, mama kembalilah kerumah, aku bisa Bantu papa, aku bisa cari makan sendiri, mama kembalilah ! “
Demikian Zhang Da bicara dengan suara yang keras dan penuh harapan.

Saya bisa melihat banyak pemirsa menitikkan air mata karena terharu, saya pun tidak menyangka akan apa yang keluar dari bibirnya. Mengapa ia tidak meminta kemudahan untuk pengobatan papanya, mengapa ia tidak meminta deposit yang cukup untuk meringankan hidupnya dan sedikit bekal untuk masa depannya, mengapa ia tidak meminta rumah kecil yang dekat dengan rumah sakit, mengapa ia tidak meminta kartu kemudahan dari pemerintah agar ketika ia membutuhkan, melihat katabelence yang dipegangnya semua akan membantunya.
Sungguh saya tidak mengerti, tapi yang saya tahu apa yang dimintanya, itulah yang paling utama baginya. Aku Mau Mama Kembali, sebuah ungkapan yang mungkin sudah dipendamnya sejak saat melihat mamanya pergi meninggalkan ia dan papanya.

Tidak semua orang bisa sekuat dan sehebat Zhang Da dalam mensiasati kesulitan hidup ini. Tapi setiap kita pasti telah dikaruniakan kemampuan dan kekuatan yang istimewa untuk menjalani ujian di dunia ini.

Sehebat apapun ujian yang dihadapi pasti ada jalan keluarnya. Ditiap-tiap kesulitan ada kemudahan dan Tuhan tidak akan menimpakan kesulitan diluar kemampuan umatnya.
Jadi jangan lah menyerah dengan keadaan, jika sekarang sedang kurang beruntung, sedang mengalami kekalahan, bangkitlah karena sesungguhnya kemenangan akan diberikan kepada siapa saja yang telah berusaha sekuat kemampuannya.

Semoga kita semua bisa mempelajari dan menelaah dari cerita tersebut.

0 komentar:

Poskan Komentar

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Blogger Templates