08/08/10

Si Cantik dan Si Buruk Rupa

Pada zaman dahulu kala, disebuah negeri yg kaya, hiduplah seorang saudagar yg kaya dengan tiga orang putrinya.
dua putrinya yg tertua tumbuh menjadi putri yg angkuh dan egois, sementara yg bungsu hatinya sangat baek sehingga orang memanggilnya "si Cantik". setiap minggu, beberapa pemuda berkunjung ke rumah saudagar itu untuk meminang ke tiga putrimya. akan tetapi dua putrinya yg tertua selalu menjawab bahwa mereka mau menikahi bangsawan atau tuan tanah. sementara si Cantik selalu menjawab bahwa ia masih terlalu muda dan ingin meneruskan dulu usaha ayahnya.

Namun suatu hari saudagar itu kehilangan semua hartanya. dia berpesan kepada ketiga putrinya: "anak-anakku tersayang, semua yg tersisa hanya lah pondok tua di desa, kita akan pindah dan tinggal di sana."

Dan merekapun tinggal didesa dan suatu hari si saudagar memberitahu kpd putri2nya bahwa ia akan ke kota utk beberapa waktu utk menyelesaikan beberapa urusan. kedua putri yg tua melonjak kegirangan : "oh ayah bawakan kami baju baju dan topi baru ya, kami sdh tidak punya pakaian!" seru mereka. si saudagar berjanji dan kemudian bertanya pada si Cantik: "apa permintaanmu Cantik?"
"aku ingin ayah membawakan aku bunga mawar karena bunga itu tidak tumbuh disini" kata gadis itu lembut.

Kemudian, si saudagar itu memeluk anaknya dan pergi ke kota.
Beberapa hari setelah urusannya selesai ia pulang kembali ke rumah. ia melewati sebuah hutan yg gelap, dan malam membuatnya asing sehingga ia tersesat. tiba tiba ia melihat cahaya berkilat di kejauhan, dia mengumpulkan kekuatan dan menentang badai utk sampai ke cahaya itu.

Anehnya dia sampai di sebuah kastil yg sangat indah, dia masuk lewat pintu yg terbuka, didalamnya begitu senyap.
"permisi, ada orang disini?" seru si saudagar, akan tetapi tidak satu orangpun menjawab. dengan memberanikan diri dia membuka pintu disebelah kanannya dan tampak sebuah ruangan indah dengan permadani dan karpet tebal. api menyala disebuah perapian besar dan sebuah meja berada di depan perapian itu, berpiring-piring hidangan lezat di gelar diatas meja itu. si saudagar amat lapar sehingga tidak bisa menahan diri.

"pemilik kastil ini pasti akan memaafkan kelancanganku" katanya pada diri sendiri, katanya pada diri sendiri. sampai tengah malam tidak seorangpun terlihat...
dengan sedikit takut, si saudagarpun mulai menjelajahi seluruh kastil itu, dia masuk ke kamar tidur, berbaring di ranjang yg besar dan segera jatuh tertidur.
esok paginya, saat bangun, dia merasa heran karena mendapati pakaian baru disampirkan di kursi dan sarapan pagi telah menantinya di meja makan.
"terima kasih tuan", seru si saudagar kepada tuan rumah yg tak tampak dan duduk utk makan.
lalu, setelah makan, si saudagar melanjutkan perjalanan.

Saat dia melintasi segerumbulan bunga mawar merah, dia ingat putri bungsunya dan memotong seikat bunga utknya. tia tiba terdengar suara seperti guntur. si saudagar membalikkan badan dan mendapat dirinya telah berhadapan dgn sesosok makhluk yg sangat mengerikan sampai hampir membuatnya pingsan. selain jubah yg merah, monster itu jugs mempunyai kepala singa yg besar dan gigi besar yg tajam. tangannya yg berbulu punya cakar besar dan helaan nafasnya kasar dan galak.

"manusia tidak tahu terima kasih!" erang si Buruk Rupa .
"aku telah menyelamatkan nyawamu dan memberi tumpangan di kastilku. dan sekarang kamu mencuri sesuatu yg paling berharga bagiku di dunia ini: mawarku, karena kelancanganmu itu kamu harus mati, tuan!"

"tuanku, ampuni aku," si saudagar memohon,"aku tidak bermaksud mencuri. aku ingin memberi bunga ini pada putriku".

"jangan panggil aku tuan. namaku adalah Buruk Rupa!" geram monster itu. "tapi...kau punya anak perempuan katamu? kau boleh tetap hidup syaratnya suruh salah satu dari mereka menggantikanmu, jika mereka menolak, kau harus kembali ke sini. bila tidak balasanku akan lebih kejam."

Saudagar itu tidak mau mengorbankan salah satu putrinya, tapi kelonggaran itu membuat dia bisa pulang dan memeluk putri-putrinya untuk terakhir kali. sesampainya di rumah putri-putrinya memeluk si saudagar dan dia memberi setangkai bunga mawar ke si Cantik, diapun menangis dan sambil bercerita:" Cantik, ambillah mawar-mawar ini dan harganya adalah nyawa ayahmu yg malang ini!". dan dia pun mengisahkan perjalanannya yg mengerikan. belum selesai dia mengisahkan ceritanya, kedua putri tertuanya menghampiri si Cantik: "kenapa kamu tidak meminta baju seperti kami?" jerit mereka. "lihat kesialan kau bawa pada kita, karena kau ayah jadi korban dan kau tidak menyesal!"

"menangis tidaklah berguna," balas si Cantik, " ayah tidak akan mati, karena si Buruk Rupa ingin supaya salah satu dari kita menggantikan ayah, aku akan memberikan diriku utknya."

Si saudagar membelanya dan membantah, tapi si Cantik tak tergoyahkan. lewat perpisahan yg menyedihkan, si Cantik meningalkan keluarganya dan pergi ke tempat si Buruk Rupa. sesampainya di kastil malam telah larut dan gedung raksasa itu terasa sunyi.

Si Cantik membuka pintu dan masuk ke dalam kasti. sekonyong-konyong terdengar suara seperti guntur dan si Buruk Rupa muncul. Si cantik berpikir bahwa dirinya akan mati ketakutan . akan tetapi monster itu berbicara selembut mungkin:

"pengorbanan kamu sangat mengagumkan, dan aku mengagumi keberanianmu, ikut aku, aku akan melayanimu , aku ajak kau ke kamarmu"

Setelah semuanya beres, si Buruk Rupa membungkuk memberi hormat pada si Cantik dan meningalkannya.

" Si Buruk Rupa itu pasti sudah makan malam, tapi besok mungkin dia akan membunuhku dan memakanku" pikir si Cantik sebelum jatuh tertidur.

Esok paginya sebelum seorangpun menemuinya, si Cantik memutuskan utk melihat sekeliling kastil, sekalipun ia takut berjumpa si Buruk Rupa, itu tidak menghalanginya mengagumi istana.

Ketika malam tiba, ia masuk ke dalam aula besar di kastil itu, ia mendapati meja untuk dua orang, baru saja duduk si Buruk Rupa muncul dengan suara guntur.

"cantik, bolehkah aku makan bersamamu?" pintanya
"kau adalah tuannya" jawab si Cantik
"tidak" sahut si Buruk Rupa, "kau adalah nyonya di sini, katakan saja rupaku sangat buruk bukan?"
si Cantik yg tidak pernah berbohong menjawabnya dengan canggung:
"itu benar, tapi hati kamu baek"

Monster itu diam, kemudian dia mengambil cermin dari sakunya dan memberikannya pada si Cantik. katanya:
"ini untukmu, ini cermin ajaib, kapanpun kamu mau kamu bisa melihat keluargamu di dalam situ"

Si Cantik mengambil cermin itu dan melihat ayahnya berdiri di depan pondok. tatapannya penuh kesedihan, jantung si Cantik berdebar, tapi ia mengucap terima kasih pada si Buruk Rupa dan menyelesaikan makan malamnya, tidak setakut semula. tiba tiba si Buruk Rupa mengajukan pertanyaan lainnya:
"cantik, apakah kau mau menjadi istriku?"

Karena takut membuatnya marah, si Cantik menjawab gemeteran:
"tidak Buruk Rupa"
"kalau begitu selamat malam cantik" kata si Buruk Rupa sedih, saat ia meninggalkan ruangan.

"menyesal," gumam si Cantik sedih, "kenapa dia begitu buruk, sementara hatinya baek? aku tak mungkin menikah dengannya, kalau begitu aku pasti mati!"

Waktu berlalu dan si Cantik hidup damai dalam kastil, setiap malam dia makan bersama si Buruk Rupa dan menemukan banyak kebaikan si Buruk Rupa kehalusan budinya setara dengan kebaekkan hatinya, dia pun segera melupakan ketakutannya pada si Buruk Rupa. akan tetapi setiap kali si Buruk Rupa menanyakan akan kesediaannya menjadi istrinya, selalu tidak ada jawaban yang pasti

Dan suatu hari si Cantik melihat cermin ajaibnya dan melihat ayahnya sedang sakit keras

"Buruk Rupa, sudah lama saya tidak berjumpa dengan ayah saya, aku sedih bila kau tidak mengizinkan aku menengoknya" si Cantik memohon

"aku tidak ingin kau menderita, jadi kembalilah ke ayahmu" jawab si Buruk Rupa
" kau bisa berangkat besok .bawa cincin ini, bila kau ingin kembali letakkan di atas meja, selamat jalan cantik" lanjutnya.

Si Cantik berjanji akan kembali dalam waktu seminggu, lalu ia pergi tidur. saat terbangun dia mendapati dirinya sudah berada di rumah ayahnya. si saudagar begitu bahagia melihat putrinya telah kembali akan tetapi ke dua kakaknya iri melihat si Cantik yg bahagia dan bertambah cantik, kedua kakaknya berusaha mencegahnya utk kembali lagi ke si Buruk Rupa.

"monster itu akan marah bila tahu adik kita tidak kembali dan menepati janjinya dan dia pasti akan membalas dendam" ucap mereka.

Di akhir minggu, ketika tiba waktunya utk kembali, dua kakaknya berlinangan air mata, pura-pura merasa kehilangan, supaya si Cantik tetap bersama mereka, si Cantik setuju utk tinggal seminggu lagi.

Akan tetapi pada malam kesepuluh si Cantik bermimpi berjumpa dengan si Buruk Rupa, dia terbaring di kebun kastil dan sedang sekarat. kemudian si Cantik sadar bahwa dia tidak bisa jauh dari si Buruk Rupa lebih lama lagi. dia bangun dan meletakkan cincin di atas meja dan kembali tidur.

Saat dia bangun esok harinya, dia sudah kembali ke kastil si Buruk Rupa. dia menanti datangnya senja dgn tidak sabar, tapi si Buruk Rupa juga tidak muncul, dengan dihantui kecemasan si Cantik teringat mimpinya dan berlari ke kebun. dia mendapati si Buruk Rupa berbaring di rumput.

Melupakan ketakutannya dia memeluk si Buruk Rupa dan terisak, si Buruk Rupa membuka matanya dan berkata lirih: "cantik, kenapa kau mengingkari janjimu? aku sekarat karena memikirkanmu, tapi aku bahagia kau kembali dan bisa melihatmu sekali lagi."

"tidak Buruk Rupa, kau tidak boleh mati!" jerit si Cantik. "kau akan hidup dan jadi suamiku! kupikir, aku akan menjadi sahabatmu tapi sekarang aku tidak bisa hidup tanpamu"

Begitu si Cantik mengutarakan kata-kata ini, kilatan cahaya mengenai si Buruk Rupa . si Cantik ketakutan dan menutup mukanya. ketika ia membuka mata, ia tidak mendapati si Buruk Rupa, melainkan pangera muda yg tampan rupawan yang berdiri di hadapannya.

"cantik", dia berkata sopan, "seorang penyihir mengutukku menjadi sebentuk monster sampai seorang gadis cantik setuju untuk menikahiku. hanya engkau yang tersentuh oleh kebaekan hatiku dan tak melihat keburukan rupaku."

Mereka segera menikah. berkat sang pangeran, kekayaan ayah si Cantik kembali. sedangkan kedua kakaknya bersujud di kaki si Cantik dan meminta ampun. karena kebaekan hatinya si Cantik mengampuni kedua kakaknya.

Si Cantik hidup bersama sang pangeran bertahun-tahun lamanya. Mereka mempunyai banyak anak dan mereka sangat bahagia karena hati mereka dipenuhi oleh kebaikan.

( TAMAT )

0 komentar:

Poskan Komentar

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Blogger Templates